
Andre POV
Mataku membelalak seketika saat melihat orang yang sangat tidak asing bagiku, orang yang selalu aku cari kehadirannya.
Sosok wanita cantik yang begitu kuat membentengi dirinya sendiri, aku bahkan dibuat nya jatuh cinta berkali kali karena rasa kagum pada sosok sederhana nan ayu.
Aku bahkan tidak pernah merasakan hal seperti ini pada wanita manapun, sikapnya yang berbeda dari lainnya ia tidak manja dan selalu mandiri itulah yang membuat ku semakin mengaguminya.
Hampir setiap malam sebelumnya ,aku selalu mengunjungi nya, memboking nya di bar, hanya karena tidak rela melihat laki-laki lain berbuat kurang ajar padanya. . .
Hari ini aku terus memantaunya dari kejauhan, ia terlihat tertawa lepas bersama temannya mengintari mall. . .
Tapi yang membuatku bingung adalah ketika aku melihat anak sahabat ku dan ibu dari sahabat ku menghampirinya. . . aku tidak mendengar apa yang mereka bicarakan namun dahi ku mengernyit ketika melihat sosok Axel begitu dekat dengannya.
Sebenarnya apa hubungan mereka?
Sudah berjam-jam aku mengikuti Rosella, iya namanya Rosella. . . seindah bunga mawar yang cantik dan harum, dimana pun dia berada akan selalu mekar.
Aku berkecamuk dengan pikiran ku sendiri ketika melihat Rosella dan Axel bagaikan ibu dan anak, bahkan jika diingat-ingat Axel bukan anak yang mudah didekati, dan keluarganya tidak akan mempercayakan siapapun yang berada didekatnya.
Tapi apa ini? , mengapa Alden si posesif itu mengijinkan anaknya untuk keluar bersama orang asing.
Melihat interaksi diantara mereka membuat ku sedikit berangan-angan, jika aku berhasil membuat wanita itu menjadi ibu dari anak-anakku nantinya, betapa bahagianya diriku, memiliki seorang wanita yang sangat penyayang seperti nya.
Ahhh. . . membayangkan nya saja sudah p membuatku gila, bahkan selama aku mulai mengenalnya, aku tidak lagi suka bermain-main dengan wanita manapun.
Jadi pantaskah wanita yang sempurna itu menjadi milikku yang bisa dikatakan fckboy ini dikalangan para wanita dulunya. .
Aku selalu berganti-ganti pasangan, juga teman tidur tentunya, bahkan sangat berbeda dengan sahabat ku si Alden manusia es itu, dia mungkin tidak pernah menyentuh wanita manapun kecuali ibunya Axel mungkin.
Berbicara tentang Alden saat ini aku melihatnya, ia menghampiri Rosella dan Axel.
b*ngsat!
Kenapa Rosella bergelayut di lengan manusia es itu, kenapa Alden bisa tersenyum padanya. .
Alden tidak pernah tersenyum pada wanita manapun.
Si*lan! , ******!
Aku tidak bisa berhenti mengumpati Alden yang terlihat dekat dengan Rosella, bahkan dari cara berinteraksi mereka aku bisa tahu ada sesuatu diantara mereka.
Alden terus tersenyum padanya, hatiku seolah dihantam ribuan pisau yang tak kasat mata, perih sakit, kecewa hancur lebur menjadi satu. .
Apa ini yang dinamakan sahabat, bahkan Alden tahu jika aku menyukai Rosella. . tapi apa ini.
apakah ini bentuk dari sebuah pengkhianatan.
iya aku merasa terkhianati sakit sekali rasanya, *******! ingin sekali aku melayangkan pukulan keras pada wajah Alden.
Berani-beraninya dia menikung ku dari belakang, apakah ini yang dinamakan sahabat, kenapa Alden tega sekali bertahun-tahun kita berteman ia tidak pernah mengkhianati ku.
.
.
.
__ADS_1
"Ros" panggil Alden pada Rosella yang tengah memasak di dapur.
"apa Dad?" ucap Rosella sembari meletakkan sepiring nasi goreng pada meja didepan Alden.
Tumben sekali Alden meminta untuk ia masak kan, karena sebelumnya ia tidak pernah menyuruh sekalipun Rosella untuk memasak.
"ceritakan tadi yang dikantor" ucap Alden.
Rosella kembali mendekat sambil membawakan air putih untuk Alden "makan dulu saja"
"kamu nggak makan?" tanya Alden karena hanya ada sepiring nasi goreng disana.
"sudah kenyang, tadi di mall ngemil terus".
Rosella duduk disebelah Alden "mau aku suapi" tanya nya dengan malu-malu.
"boleh" jawab Alden menyunggingkan senyumnya.
Rosella terus menyuapi Alden dan sesekali menyuapi dirinya sendiri, meskipun ia tidak lapar namun ketika melihat Alden yang begitu lahap membuatnya tergiur.
"maaf ya Dad, bisanya cuma nasi goreng biasa" ucap Rosella, mengingat sekarang adalah tengah malam jadi hanya membuat nasi goreng sederhana.
"enak kok Ros" pujinya, tidak berbohong namun lidah Alden memang selalu suka apa yang dimasakkan Rosella yang berbumbu kasih sayang itu.
"syukur deh kamu suka" satu suapan Rosella berikan kembali pada Alden.
"Axel kayaknya capek banget dia" ucap Rosella merasa bersalah.
"nggak papa, yang penting dia seneng".
"lain kali kita jalan bertiga ya".
"iya Dad".
"Sementara bertiga dulu, siapa tahu nanti bisa berempat" canda Alden.
"sama siapa?"
"Adeknya Axel" ucap Alden mengusap perut Rosella yang datar.
"Dad!"
"Aku benar-benar sudah tidak sabar untuk menantikan" ucapnya tersenyum.
Aku benar-benar tidak sabar untuk memiliki anak darimu , lalu merawat dan membesarkan bersama anak-anak kita nantinya.
"sabar Dad"
"kamu pengen punya anak berapa?" tanya Alden "yang banyak ya Mom" lanjutnya yang membuat Rosella membulatkan matanya.
"dua aja deh kayaknya".
"enggak boleh, aku pengin punya keluarga yang banyak" ucap Alden .
"kamu pikir ngelahirin itu gampang".
"buatnya yang gampang" ucap Alden yang membuat Rosella mendengus kesal.
__ADS_1
"mesum. .mesum. . mesum" ucap nya lalu mencubit kecil perut Alden.
"aw!. . ." ucap Alden meringis "awas aja Mom nanti maleman dikit ya, tunggu pembalasan ku".
"jangan macem-macem aku lagi mau bobok sama Axel"
"nggak bisa!, nanti dia aku pindahin ke kamar nya sendiri".
"Dad, kita lagi nggak bisa ngelakuin itu" ucap Rosella yang paham akan suaminya.
"kenapa!"
"aku lagi dapet"
"apa?, dapet"
"iya tamu bulanan".
Alden mengusap rambut nya kasar, padahal niatnya untuk melakukan scorsing pada Rosella agar ia bisa membuat Rosella kelelahan dimalam hari lalu beristirahat di siang harinya.
"Dad, ponsel mu bergetar" ucap Rosella menatap ponsel itu di meja.
Alden mengangkat panggilan dari Netta.
"halo ta"
"den, kamu tahu Andre nggak? . . dari tadi sore nomor nya nggak aktif, nggak biasanya banget kan".
"aku nggak tau ta, dia kemana emang?"
"aku juga nggak tahu, aku takut dia kenapa-kenapa soal nya nggak bisa dihubungi"
"kamu cek ke apartemen nya saja" ucap Alden yang tahu jarak rumah Neta dan apartemen Andre sangat dekat.
"iya deh nanti aku cek, yaudah kalo gitu".
"iya"
tut. .
"siapa Dad?"
"Neta" jawab Alden yang membuat Rosella terdiam.
Alden mengusap tangan Rosella yang saat ini sudah ia genggam "dia hanya menanyakan Andre" ucapnya yang sudah mengerti akan perasaan Rosella.
Rosella hanya mengangguk lalu pergi berlalu meninggalkan Alden.
"Ros!"
.
.
.
LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋💋💋
__ADS_1