
"tidak usah nanti dia bangun" ucap Rosella menatap Axel yang terlelap di dadanya. Penampilan memang bukan hal yang utama untuk emak-emak beranak satu.
"Minum dulu kalo gitu" ucap Alden menyerahkan satu kotak susu putih itu pada Rosella.
"nggak usah" tolak Rosella.
"mau camilan aja?" tawar Alden lagi.
Rosella hanya menggelengkan kepalanya tanpa menatap Alden, ia hanya menatap anak tampannya , bibir mungil itu pucat dan kering wajahnya pun memerah.
"Ros aku--".
"sstt. . . Dad jangan banyak bicara, nanti dia bangun" ucap Rosella yang membuat Alden diam seketika.
ia sudah paham arah pembicaraan Alden yang akan membahas hal tadi, namun Rosella memang sungguh kesal bagaimana bisa laki-laki itu tadinya baru saja mengucapkan cinta namun beberapa detik kemudian malah membentaknya.
Keheningan melanda mereka, sebelum akhirnya Rosella tertidur karena rasa lelahnya.
Alden tidak tega melihat Rosella tertidur bersandar di sofa seperti itu, sebenarnya ia sangat merasa bersalah pada Rosella.
Namun ia terlalu mengkhawatirkan Axel , karena jika Axel sudah seperti itu akan benar-benar sakit setelah nya, terparah nya jika Axel sampai sesak nafas.
itu semua membuat Alden frustasi, selama ini hanya dirinya seorang yang merawatnya ketika mamah dan papah nya sibuk.
Tapi kini ia bersyukur ada yang menemaninya dan Axel bahkan mengurus anaknya, selayaknya anak sendiri.
maafkan aku Ros. . .
Alden perlahan mengambil Axel dari pangkuan Rosella, lalu ia menidurkan putranya pada ranjang yang berada disana.
ia beralih menatap Rosella yang daster nya sedikit menyibak itu, ia menelan ludahnya kasar sesaat. Alden menggelengkan kepalanya sendiri bagaimana mungkin ia berpikiran mesum disaat yang seperti ini.
Perlahan ia menidurkan Rosella agar berbantal pada pahanya, lalu ia melepaskan jaketnya untuk menutupi kaki jenjang Rosella yang terekpos begitu jelas.
Biarkan dirinya saja yang tidur bersandar pada sofa yang tak nyaman ini, Alden mengusap rambut Rosella dengan lembut sebelum akhirnya ia mendaratkan satu kecupan pada puncak kepala yang harum itu.
.
.
.
Mata Rosella mengerjap ketika merasakan hangatnya sang surya yang menerpa sebagian tubuhnya.
Namun ia terlonjak ketika merasakan tidur dipangkuan Alden yang nyaman itu.
Apakah dari semalam seperti ini?
Pasti kaki Alden sudah mati rasa jika itu memang benar, ia beranjak bangun lalu mendapati sang anak yang sudah terbangun dan menatapnya.
Baru saja Rosella ingin beranjak, namun matanya terkesiap saat melihat Axel sudah membuka matanya dan tersenyum kearahnya.
Rosella langsung bangun dan menghampiri Axel yang masih terbaring "kok nggak bangunin Mommy sih sayang" ucapnya kemudian duduk disisi ranjang itu.
"aku suka lihat Mommy sama Daddy" ucapnya yang membuat hati Rosella terenyuh.
__ADS_1
"sayang--"
"Mommy peluk" ucap Axel dengan manja.
"iya-iya" Rosella beranjak lalu berbaring disebelah anaknya, memeluk Axel begitu erat.
"gimana badannya udah enakan belum?" tanya Rosella.
"udah Mom"
Setelah itu mereka terlelap kembali karena begadang semalaman, menjelang siang Alden baru bangun dari tidurnya lalu mendapati sang istri yang sudah berpindah.
"udah bangun?" tanya Rosella ketika merasakan sentuhan pada lengannya.
"kamu nggak tidur?" tanya Alden.
"udah bangun dari tadi, tapi dia minta di kelonin" ucap Rosella lirih.
Alden tampak mengangguk "mau sarapan apa?" tanya nya.
"biar aku aja yang cari" ucap Rosella beranjak duduk.
"aku saja Mom".
"aku mau sambil cari sesuatu Dad" ucap Rosella sembari merapikan rambutnya.
"cari apa?" tanya Alden
"pembalut hehe" ucap Rosella tersenyum malu.
"Dad!"
"tidak papa Ros"
Rosella menggeleng " udah biar aku aja Dad, kamu nggak malu"
"Enggak" jawab Alden dengan santainya.
"yakin?"
"iya Ros, gapapa itung-itung buat nebus kesalahan aku yang udah bentak kamu kemarin" ucap Alden sembari mengusap rambut Rosella.
Rosella tersenyum mendengarnya "ih , ngeselin" ucap lalu mencubit gemas pipi Alden.
Entah mengapa Alden kadang bisa semanis ini padanya, yang membuatnya luluh begitu saja.
"tunggu sini ya, sarapan apa kita?" ucap Alden menyunggingkan senyumnya.
"mau soto aja deh" ucap Rosella berbinar.
"ngidam lagi" goda Alden.
"iya adeknya Axel yang minta" ucap Rosella kemudian tertawa, ini saja ia sedang datang bulan mana mungkin hamil.
"cepet tumbuh ya nak" ucap Alden mengusap perut Rosella yang datar "Daddy nunggu kamu".
__ADS_1
"yes Daddy".
.
.
.
Saat Alden hendak kembali ke ruangan Axel tiba-tiba ia melihat sosok yang dikenalnya.
"Neta" panggil Alden.
Neta mendengus kesal "ngapain kesini!" ucapnya tak santai
"siapa yang lagi sakit?" tanya Alden karena Neta berdiri di depan ruang UGD.
"Andre, puas!" ucap Neta yang benar-benar kesal dengan Alden "dia mabuk berat dan nggak sadarkan diri" lanjutnya lagi.
"a apa?" ucap Alden yang langsung dipenuhi dengan rasa bersalahnya.
"orang kamu juga yang buat dia begitu nggak usah ngerasa bersalah" sentak Neta.
"aku ke lantai atas dulu, abis itu kesini lagi".
"nggak usah!"
Alden tak menghiraukannya, ia sudah hafal dengan sikap Neta yang jika kesal akan seperti itu.
Alden membuka pintu ruangan Axel , ia melihat Rosella masih duduk di sebelah Axel sembari mengusap-usap rambut anaknya.
"Ros. . . ini" ucapnya menyerahkan satu kantong plastik mini market itu.
"makasih Dad" ucap Rosella lalu membuka plastik itu, sungguh pengertian sekali suaminya ia membelikan pembalut bersayap sekaligus celana dalam tidak lupa Bra nya.
"emang tahu ukurannya" ucap Rosella tersenyum geli.
Alden menggaruk tengkuknya "kayaknya sih pas" ucapnya "kan udah pernah pegang".
Rosella melototkan matanya mendengar itu "Dad!"
"hahaha cepat sana mandi terus sarapan aku mau ke bawah sebentar".
"ngapain?" tanya Rosella.
"ada urusan sebentar, nanti aku ceritakan".
Rosella hanya mengangguk saat Alden mengusap kepalanya lalu berlalu dari sana.
.
.
.
LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋💋💋
__ADS_1