
Rosella pergi meninggalkan Alden begitu saja menuju kamar, sedangkan Alden terus membuntuti Rosella dibelakangnya.
Brak!. .
begitu sampai di kamar, Rosella masuk ke kamar mandi dan membanting pintu begitu nyaring.
Alden sendiri begitu bingung dengan sikap Rosella, baru saja kemarin mulai menghangat.
sekarang sudah mulai perang dingin lagi.
Sudah hampir satu jam lamanya Alden menunggu dibalik pintu kamar mandi, kini ia sungguh tidak tahan lagi untuk menggedor pintu itu.
...Tok. . tok. ....
"Ros buka"
tidak ada sahutan. . .
"Ros! , Rosella!"
hening. .
Alden yang sangat khawatir memutuskan untuk mendobrak pintu kamar mandi.
Brak!
Mata Alden terkesiap ketika melihat Rosella memejamkan matanya dan duduk bersandar di tembok.
Alden menghampiri Rosella, dan mengguncang tubuhnya. . . namun tetap saja Rosella tidak bergeming.
Saat kulitnya bergesekan dengan kulit Rosella, suhu tubuh Rosella begitu tinggi, dan sontak membuat Alden khawatir.
Alden membopong tubuh Rosella dan merebahkannya di ranjang. Alden dengan panik menelepon dokter untuk kesana , karena mengingat ia tidak membawa mobil dan hanya membawa motor.
.........
"Sepertinya alergi pak Alden, jika dilihat dari gejala dan kondisi tubuh ibu Rosella saat ini , kemungkinan besar alergi terhadap makanan laut atau biasa disebut dengan seafood".
Deg!
Jantung Alden nyaris copot mendengarnya, rasa bersalah menghujam keras pada nya. harusnya ia tidak memaksa Rosella untuk memakan nasi goreng itu pagi tadi.
"tapi bapak nggak usah khawatir, saya sudah melakukan penanganan pada ibu. . . sebentar lagi juga akan bangun" ucap dokter pada Alden yang hanya terdiam.
"terimakasih dok"
"iya pak, jangan lupa obatnya ya. . . bila sudah tidak merasakan apa-apa tidak usah dikonsumsi obat nya".
"baik dok".
Sepeninggalan dokter tadi, Alden duduk termenung di samping Rosella, tangannya tetap setia menggenggam tangan istrinya.
"maafkan aku" ucap Alden sembari mencium punggung tangan Rosella, matanya dipenuhi oleh perasaan bersalah.
Maafkan aku yang kurang mengenalimu dengan baik, setelah ini aku berjanji akan mengenal dirimu lebih banyak lagi. . .
Tangan lentik itu sedikit bergerak, membuat Alden menggenggam nya lebih erat. matanya sayup-sayup terbuka.
__ADS_1
"Mom" ucap Alden membelai lembut pipi Rosella.
Mata Rosella menatap Alden, mencoba untuk tidak emosi karena Alden yang telah membuat dirinya seperti ini.
"Dad aku ingin pulang" ucap Rosella mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.
"besok ya, sekarang sudah sore" ucap Alden dengan lembut.
"aku merindukan Axel" ucap Rosella sendu, ia sedang malas berduaan dengan Alden jika mengingat kembali kejadian tadi pagi.
"dia sedang bermain di rumah Tante Sarah" ucap Alden, Sarah merupakan adik dari papahnya.
Rosella menelan ludahnya kasar, mengingat naman Tante Sarah disebut, sangat terlihat orang itu tidak suka pada Rose. sewaktu pesta pernikahan pun mukanya selalu masam.
Rosella beranjak untuk duduk dan Alden dengan sigap membantu Rosella untuk duduk dan bersandar di ranjang.
Alden mendekat ke Rosella, kemudian mendekapnya begitu erat "Mom, maafkan aku" ucap Alden merasa bersalah.
"iya" ucap Rosella dengan pasrah, ia sungguh tidak memiliki kekuatan untuk melawan Alden.
"aku egois ya" ucapnya setelah sedikit menjauhkan tubuhnya dari Rosella, tapi hanya sejengkal.
"tidak, aku saja yang tidak memberitahu mu tadi" ucap Rosella dengan lemas, bibirnya pun terlihat begitu pucat.
"semua salahku" ucap Alden kembali mengeratkan pelukannya.
"gapapa Dad, aku udah nggak papa kok" ucap Rosella yang mulai kasihan melihat Alden merasa bersalah seperti ini.
"apalagi yang membuat mu alergi?" tanya Alden.
"aku tidak sengaja Dad" ucap Rosella takut-takut.
Sial, hanya dengan memeluk Rosella saja sudah membuat nya turn on.
Alden merutuki kemesuman nya sendiri, sebelumnya ia tidak pernah seperti ini.
Alden menghembuskan nafas kasarnya "nggak papa" ucapnya dengan pipi yang memerah menahan gairah.
"kenapa bangun?" tanya Rosella dengan polosnya.
Alden tertawa kecil mendengarnya "Setelah malam pertama kita, aku selalu begini" ucapnya dengan jujur, bahkan hanya melihat Rosella saja bisa membuat dirinya menegang.
Bukan, lebih tepatnya setelah ia berciuman pertama kalinya dengan Rosella, namun ia terlalu malu untuk mengakuinya.
"kok bisa" ucap Rosella, pipinya memerah mendengar hal itu.
"itu bukti bahwa aku menginginkan mu Ros" ucap Alden menangkup kedua pipi Rosella.
"memangnya jika sudah seperti itu tidak bisa tidur lagi" ucap Rosella yang sangat penasaran.
"sulit, hanya dengan melakukannya dia akan tidur"
"jika tidak melakukannya?" tanya Rosella yang sebenarnya ingin menanyakan hal ini semenjak dulu, ia sering melihat Alden menegang ketika berciuman dengannya.
"akan pusing setelah nya" ucap Alden santai "kadang pusingnya sampai berhari-hari" lanjutnya.
Rosella membelalakkan matanya mendengar nya, "apakah separah itu?"
__ADS_1
"iya"
"ka kamu ingin melakukannya sekarang" tanya Rosella menggigit bibir bawahnya karena begitu deg-degan mengutarakan hal itu.
Sangat!, bahkan aku ingin melakukannya setiap saat, ketika mengetahui rasanya sangat berbeda ketika dengan mu.
Tapi segila-gila nya Alden tidak mungkin memakan Rosella ketika ia sedang lemah seperti ini.
"tidak usah, aku tidak papa. . . kamu istirahat dulu saja" ucap Alden kemudian mengecup kening Rosella begitu lama "sekali lagi maaf" ucapnya begitu menyesal.
Rosella mengangguk dan seulas senyuman terlukis di bibirnya saat merasakan kecupan yang begitu tulus itu.
.
.
.
Angin malam yang begitu beku dan dingin, pohon-pohon yang melambai-lambai terkena dinginnya sang malam, air tampak berjatuhan membasahi bumi.
Alden mendekap erat Rosella yang terbungkus rapat oleh selimut tebal itu. seolah tidak membiarkan dinginnya malam menyusup dalam tubuh istrinya.
"Dad , kenapa kamu nggak pakai selimut?" tanya Rosella karena Alden hanya menyelimuti tubuh Rosella saja.
"begini saja sudah hangat" ucap Alden mencari kehangatan dalam eratnya pelukannya.
"Ros?"
"iya" jawab Rosella menatap Alden.
"Apakah kamu masih belum menerima persahabatan ku dengan Neta, kamu bisa melihat sendiri bukan kita murni sahabatan tidak ada rasa lebih di dalamnya".
Lantas haruskah aku berbahagia melihat orang lain lebih mengenali suamiku sendiri. .
Rosella terselamatkan oleh getaran telepon di ponselnya, tangannya terulur untuk meraih ponsel yang berada di atas meja, sedangkan tubuhnya masih setia di dekapan Alden.
"Siapa?" tanya Alden penasaran.
Di layar ponsel Rosella tertera Gondrong ku 😍.
Rosella menelan ludahnya kasar, ketika melihat nama itu yang menghubungi nya.
Siapa lagi jika bukan si gila Renal, apalagi yang memberi nama kontak manusia itu sendiri. ia belum sempat mengubahnya.
"siapa" ulang Alden begitu dingin, mengalahkan hujan badai diluar sana.
.
.
.
Daddy and Mommy 🖤
LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋💋💋💋💋
__ADS_1