Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Maafkan Mommy


__ADS_3

Nuansa alam menjadi tema suatu pernikahan kali ini, dipuncak dengan udara yang begitu segar dan menenangkan.


Andre tersenyum puas ketika Alden menuruti perintahnya untuk ikut ke pesta pernikahan temannya, sekaligus mengajaknya berlibur ke puncak.


Andre menggunakan segala cara untuk mengubah sahabatnya itu, agar bangun dari keterpurukannya.


meskipun hasilnya nihil, ia tidak pernah lelah melakukan apapun untuk seorang sahabat.


Setelah Alden, Andre, dan Neta mengucapkan selamat pada Irsyad, mereka duduk melingkar pada meja bundar itu.


Menikmati jamuan makanan khas daerah.


"sayang kamu mau yang mana?" tanya Andre begitu perhatian pada wanita yang sekarang sudah menjadi istri dan ibu dari anaknya.


"nanti aku ambil sendiri saja yah" jawabnya sembari menoel pipi putri cantiknya yang saat ini sudah berusia dua tahun.


"Axel, sayang kamu mau yang mana nak?" tanya Neta pada Axel yang terus terdiam.


"nggak usah aunty, nanti Axel ambil sendiri" jawabnya sopan, ia semakin tampan semakin beranjak dewasa, laki-laki setengah bule ini bahkan menyaingi ketampanan Daddynya sekarang.


"Boy, nanti kamu kalo masih mau lihat hiburan disini sama aunty Neta dulu ya" ucap Andre.


Alden menoleh pada Andre "memangnya kita mau kemana?"


"Gue tahu den, Lo nggak suka keramaian lebih baik kita ke villa, biar Neta yang temenin Axel, setelah ini kan ada pertunjukan, kasihan dia butuh hiburan" ucap Andre , Alden tampak mengangguk.


"ayah, Aruna biar ikut kamu aja ya, biar mbak yang bobok in dia" ucap Neta mengambil alih Aruna, putri cantiknya.


Kie Aruna Zolando, gadis mungil dengan pipi bulat itu terlihat terus menguap diiringi alunan musik klasik disana.


"iya Mam".


Tak lama kemudian Andre, Alden dan juga Aruna pergi ke villa, meninggalkan Neta dan Axel yang masih menikmati hiburan santai disana, karena mempelai wanitanya juga teman Neta dulunya, jadi Neta ingin berbincang-bincang dengan teman-temannya terlebih dahulu.


.


.


.


Sedangkan disudut ruangan terlihat wanita cantik mengenakan dress panjangnya, dengan rambut yang tergerai dan tak lupa kacamatanya, ia terus tersenyum saat teman-temannya yang sedang bersendau gurau.


"Sell, ini buat kamu, makan gih" ucap laki-laki disampingnya sembari menyodorkan sepotong kue berlumuran cokelat.


"kamu repot banget sih mas" ucap Rosella tersenyum dan menerima kue itu.


"alah . . aku tau kamu laper, udah cepet makan aja" ucap Ihsan kemudian.


"jangan keras-keras, malu hahaha" Rosella memukul pelan lengan laki-laki itu.


"abis ini mau lihat kebun teh?" tanya Ihsan lalu meneguk minumannya.


"pulang aja mas, udah kangen banget sama Alron" ucap Rosella termenung mengingat ketika anaknya mewanti-wanti untuk segera pulang.


"baru dua jam loh Ros" ucap Ihsan mengingatkan.

__ADS_1


"mas kan tau sendiri aku nggak pernah jauh dari Alron" ucap Rosella.


"iya-iya, nanti sekalian mampir ke toko mainan, aku udah janji mau beliin dia robot-robotan" ucap Ihsan.


Rosella mendengus kesal mendengarnya "mas udah aku bilangin , jangan manjain dia".


Namun Ihsan malah tersenyum kecil mendengar gerutuan Rosella "manjain anak sendiri gapapa lah ya" ucapnya yang mendapatkan cubitan dari Rosella.


"mas Ihsan!"


"udah sana, kamu ambil makanan dulu" ucap Ihsan , karena hanya Rosella yang belum makan karena ia datang sedikit terlambat.


"yaudah deh, aku ambil makan, sekalian mau ke kamar mandi" ucap Rosella segera beranjak.


"ngomong-ngomong kamu cantik juga kalo dandan kayak gini" goda Ihsan.


"kamu aja yang nggak nyadar" ucap Rosella melengkungkan bibirnya.


"makannya tuh rambut jangan diiket terus"


"udah ah, berisik" ucap Rosella melangkah pergi.


....


Setelah dari kamar mandi, Rosella menuju meja makan yang memanjang itu, berbagai macam makanan tersaji disana.


"makan apa ya?" gumam Rosella sembari melihat lihat berbagai makanan yang begitu menggoda itu.


"Mommy"


Tubuh Rosella menegang ketika mendengar suara itu dengan samar.


Kemudian ia menoleh kearah sumber suara itu.


Matanya membulat seketika saat melihat anak laki-laki yang sudah tumbuh tinggi berbalutkan setelan jas tuxedo membuatnya semakin tampan.


Tenggorokan Rosella tercekat, bibirnya bergetar, ia menatap dalam-dalam manik mata yang terus memandang nya.


"Axel" lirih Rosella bersamaan dengan air bening yang menetes.


Axel menatap tajam Rosella, dadanya naik turun menahan berbagai emosi yang ia rasakan lima tahun ini, kemana saja Mommy nya , kenapa ia meninggalkan dirinya dan Daddynya.


Manik mata kecil itu sudah berkaca-kaca dan siap tumpah "Mommy jahat" ucapnya lalu berlari meninggalkan Rosella.


Hati Rosella bagai diremas saat mendengar kekecewaan dari putra nya , air matanya luruh begitu deras karena rasa bersalah itu, ia berlari mengejar Axel.


"Axel, tunggu Mommy!" teriak Rosella saat mereka sudah keluar dari gerbang.


Anak kecil yang itu terus berlari menangis sesenggukan, Rosella terus mengejarnya dari belakang.


Sampai dijalan bebatuan, Rosella tidak sanggup lagi mengenakan flat shoes yang begitu sesak itu, ia melemparnya ke sembarang arah agar bisa mengejar langkah Axel.


ia tidak memperdulikan kakinya yang mungkin sudah tertancap bebatuan itu, ketika melihat Axel seperti tadi dunianya begitu hancur.


"aw" rintih Rosella ketika tersandung batu dan terjatuh.

__ADS_1


Axel tampak menoleh, raut wajahnya khawatir melihat Rosella meringis kesakitan.


"Mommy" ucapnya lalu berbalik menghampiri Rosella, ia menatap kaki Rosella yang berdarah.


"Mommy nggak papa" ucap Rosella yang tak mengalihkan pandangannya pada putra tampannya yang sudah beranjak dewasa.


Axel tampak membersihkan kaki Rosella yang lebam dan berdarah itu.


.


.


.


Disinilah mereka sekarang, di bangku sebuah taman yang begitu sepi pengunjung.


Rosella tidak henti-hentinya memandangi wajah tampan yang saat ini berlutut dan mengobati luka pada kakinya.


"mata Mommy akan copot jika terus memandangi ku seperti itu" ucap Axel sembari mengoleskan obat merah pada kaki Rosella.


Rosella tersenyum kecut mendengarnya, anak nya yang kemarin masih ia gendong, ia suapi dan mandikan, ternyata sekarang telah tumbuh dewasa seperti ini tanpa dirinya.


"minum dulu" ucap Axel membukakan botol air mineral kemasan itu dan memberinya pada Rosella.


Rosella mengangguk sembari menghapuskan air matanya yang kembali menetes.


"tadi aku juga beliin Mommy sandal jepit" ucapnya lalu memasangkan sandal pada kaki Rosella.


"makasih sayang" ucap Rosella lirih.


"bedak Mommy nanti luntur, jangan nangis" ucap Axel yang matanya memerah semenjak tadi, ia terus melarang Rosella untuk tidak menangis padahal hatinya sendiri begitu pilu saat ini.


Rosella segera mengusap air matanya, lalu melepaskan kacamata nya.


"Mommy kurusan" ucap Axel tersenyum sekilas, kemudian duduk disebelah Rosella.


"Axel" panggil Rosella dengan tercekat "Mommy mau dipeluk" lanjutnya.


Axel berdecak "aku sudah sebesar ini Mom, malu" ucapnya tanpa menatap Rosella.


Rosella tahu betul anaknya sedang menangis, dan tidak ingin dirinya tahu.


Rosella merengkuh tubuh Axel dengan erat, " bagi Mommy kamu itu tetep jagoan kecil Mommy" ucap Rosella sembari menangis tersedu-sedu.


Axel ikut menangis, lalu memeluk erat Mommy nya yang sangat ia rindukan, ia cintai, ia butuhkan kehadirannya.


"maafin Mommy" ucap Rosella terisak.


.


.


.


LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋💋💋💋💋

__ADS_1


__ADS_2