
"Kamu tidur saja Al, biar ibu yang menjaganya" ucap ibu yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Rosella sudah terlelap sedari siang tadi, namun Alden masih menatap kagum putrinya dan tidak ingin meninggalkannya sedetikpun.
"Iya Al, mumpung dia tidur takutnya kalau nanti malam Era malah ngajak begadang" ucap Ayah yang tengah duduk disofa.
"Iya yah, Bu" Alden hanya menurut setelah memikirkan apa yang dibicarakan mertuanya adalah benar.
Tidur sebentar saja untuk menjaga dua wanita cantiknya nanti malam. Segera merebahkan tubuhnya pada sofa memanjang yang lumayan empuk.
Ngomong-ngomong soal dua jagoannya, Alden masih melarang mereka untuk kesini. Tapi jika mereka memaksa biarlah besok mamah membawanya kesini. Karena besok hari Minggu, pasti Alron akan rewel jika tidak melihat Mommy dan Daddynya di rumah.
.
.
.
"Dia kok bobok terus sih" ucap Alden mengusap lembut pipi mungil kemerahan itu.
Era tengah terlelap di dekapan Mommy nya sedari tadi, sesekali terbangun hanya ingin meminum ASI.
Rosella menoleh pada Alden yang terus bersandar pada pundaknya "Namanya juga bayi mas".
Alden menghela nafasnya "Aku itu gemes banget sama dia. Kalo lagi buka mata kayak boneka hidup".
Kekehan kecil terdengar dari bibir Rosella "Sudah makan belum?".
"Sudah tadi sama Ayam penyet yang dibawakan Ibu, kamu laper lagi?" tanya Alden.
Rosella segera menggeleng "Aku udah kenyang".
Ketukan pada pintu membuat mereka menoleh bersamaan "siapa mas?".
Alden mengedikkan bahunya tanda tak tahu. Segera membuka pintu itu dengan pelan takut putrinya terbangun.
"Selamat bro" Andre memeluk Alden begitu bersemangat "Udah dapet cewe, udah lengkap" lanjutnya dengan menepuk pundak sahabatnya.
"Selamat ya den, Ros" ucap Neta segera mengikuti langkah mereka.
"Neta, Aruna mana?" tanya Rosella karena mereka hanya berdua saja.
"Di rumah, nggak mungkin aku ajak Aruna ke rumah sakit malam-malam begini" Segera duduk disisi ranjang dan memperhatikan wajah cantik yang tengah terlelap itu.
"Wah cantiknya" puji Neta tersenyum.
"lucu banget sih, jadi pengen punya baby lagi" Andre terkekeh ketika Neta menyipitkan mata kearahnya.
"Nanti maksudnya heheh".
"Namanya siapa Dedek cantik?" Neta mengusap lembut tangan mungil itu.
"Era aunty" jawab Rosella.
"Kok nggak awalan A" protes Andre.
"Amaranggana Monera Siregar" sahut Alden.
"Panjang juga ya" ucap Andre menatap Alden, pasti manusia itu yang menyematkan nama itu.
"Hem"
Ya begitulah jika bapak-bapak dan ibu-ibu berkumpul, sibuk membicarakannya urusannya masing-masing. Rosella dan Neta berbagi cerita tentang pengalaman melahirkan mereka.
Sedangkan Alden dan Andre memilih menyingkir di sofa untuk membicarakan hal lain.
__ADS_1
.
.
.
Beberapa hari setelah menginap di rumah sakit, kini Rosella dan Era sudah boleh pulang kerumah.
Sudah tidak sabar melihat dua jagoannya, mereka tidak diijinkan kerumah sakit oleh Rosella.
Alden membantu Rosella untuk turun dari mobil, mengingat beberapa hari lalu ia baru saja mendapatkan beberapa jahitan. Alden selalu menjadi kaki dan tangan untuk dirinya.
Sedangkan Era terlelap pada gendongan Melinda juga baru saja keluar dari mobil.
Hari ini Axel dan Alron masih bersekolah, jadi harus menunggu sampai nanti siang untuk bertemu dengan mereka.
Untuk sementara, selama Era belum besar Rosella ingin Era tidur di kamarnya saja. Sudah ada box bayi khusus disana.
"Ros dia kayaknya mau minum ini" ucap Melinda menyerahkan bayi mungil itu.
Rosella yang sudah bersandar pada ranjang segera menyusui Era. Tatapan mata mungil itu selalu membuat jantungnya berdebar. Tidak bisa mengalihkan pandangannya darinya ketika ditatap seperti ini oleh anaknya.
"Al, kamu harus belajar gendong dong" ucap Melinda yang membuat Rosella menoleh dan terkekeh.
Menggaruk tengkuknya Alden segera memandangi Era "Nanti mah" elaknya, padahal jelas-jelas ia takut karena tubuh Era masih terlalu kecil dan lemah.
"Mas, kamu ikut bersandar di ranjang kayak aku gini deh" ucap Rosella.
Alden menurutinya begitu saja.
"Tangannya gini" ucap Rosella mengangkat tubuh mungil Era.
"Dia anteng kok, mumpung udah nggak nen ini" ucapnya lagi ketika Alden begitu ragu.
"iya-iya".
"kaku banget sih" gerutu Melinda membernarkan posisi Era.
Jantung Alden berdegup kencang ketika merasakan sentuhan bayi mungil ini, sampai-sampai ia lupa untuk bergerak.
Nyaman.
"Tuh kan dia buka mata, tau kalo yang gendong Daddynya" ucap Melinda.
Alden mengangguk tersenyum pada mata lentik yang terus menatapnya "hy, my sweet heart".
Bapak-bapak tiga anak ini berkaca-kaca merasakan kehangatan ini, dan juga tatapan mata yang begitu menggetarkan.
"Kamu nangis mas" ucap Rosella terperangah, Alden begitu sering menangis semenjak ia melahirkan.
"Aku bahagia sayang" ucapnya seolah ini adalah yang pertama ia memiliki anak.
"cup-cup" Mengusap rahang bawah suaminya dan memberikannya satu kecupan manis.
.
.
.
Dua anak ini begitu heboh semenjak pulang dari sekolah. Setelah disuruh mandi dan makan mereka baru diijinkan menemui adiknya.
"Sudah mandi?" tanya Rosella ketika mereka sampai di depan pintu.
"Sudah Mommy" sahutnya bersamaan.
__ADS_1
"sudah makan?"
"sudah Mommy"
Rosella mengangguk mengijinkan mereka mendekat. Sedangkan Alden masih tidur pulas disampingnya. Ia pasti capek mengingat beberapa hari ini selalu begadang.
Dua bocah itu menuju box bayi yang terletak disamping Mommy nya.
"dia tidul Mommy" ucap Alron menatap takjub pada adiknya.
"iya sayang".
"Cantik ya Mom" Axel pun begitu gemas padanya.
Rosella mengangguk "sini cium Mommy dulu" ucapnya merasa sangat merindukan anak-anaknya.
Mereka memeluk dan mencium Mommy nya secara bersamaan.
"Abang, adek nggak nakal kan ?" tanya Rosella.
"nggak lah Mom" sahut Alron.
"Mommy tanya sama Abang ya dek".
Rosella hanya membuang nafasnya kasar ketika mereka malah kembali memandangi wajah Era. Seperti mendapat mainan baru.
"Era" panggil Axel.
"Dia bobok sayang".
Rengkuhan pada perut nya yang tiba-tiba saja membuat Rosella menoleh. Alden yang masih terpejam tersenyum kepadanya.
Mendengar perbincangan keluarga kecilnya sedari tadi membuatnya terbangun..
"Mas, ada anak-anak" gerutu Rosella.
Oh sepertinya wanita ini lupa, bagaimana saat ia mengandung dulu, bahkan ia tak segan-segan meminta untuk dipeluk didepan anak-anaknya.
Alden tak perduli dan semakin mengeratkan pelukannya "Kita tidur saja, biarkan mereka berdua menjaga adiknya".
Mendelik kesal Rosella tetap kekeh untuk duduk.
"Mommy tidur saja, adik bayi kita yang jaga" Axel malah mengambil kursi kecil untuk duduk disamping box Era.
"tuh kan" ucap Alden lagi.
Terlihat Alron juga malah sibuk bermain dengan hiasan box Era.
"Kalo gitu jagain Era ya boy, sambil lihatin Alron ya".
"Iya Mom".
Alden tersenyum penuh kemenangan setelah Rosella merebahkan tubuhnya, segera memeluk tubuh gembul istrinya. Setelah sekian lama tidak memeluk nya.
CUP . . .
Setelah mengecup kening Rosella Alden segera memeluknya lagi "Ada mbak diluar" ucapnya menenangkan.
Rosella mengangguk dan segera memejamkan matanya sebelum begadang lagi nanti malam.
.
.
.
__ADS_1
LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋