Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Bahagiakan dia


__ADS_3

"Mommy , Daddy mana?" tanya Axel sembari mengerucutkan bibirnya yang mungil.


"dia lagi temenin uncle Andre sayang" ucap Rosella yang sedang mengupas buah untuk Axel.


"mau lihat uncle Andre mom" rengeknya.


"tapi Mommy nggak tau ruangannya boy" ucap Rosella yang memang tidak tahu.


Tapi melihat Axel matanya sudah mulai berkaca-kaca membuat hatinya tak tega.


"ayo kita cari kalau begitu" ucap Rosella lemah.


Bagaimana nanti jika Andre berkata yang tidak-tidak, saat ada Axel.


"yeay" Axel kembali bersemangat, karena sebenarnya ia juga jenuh terus menerus dikurung di ruangan ini.


.....


Rosella mendorong kursi roda Axel mengelilingi lobby rumah sakit, ia memang sengaja supaya tidak bertemu saja dengan Andre.


toh, nanti jika Axel capek ia akan meminta untuk balik ke kamar.


Namun sialnya malah ia bertemu dengan Alden yang nampak membawa kotak makanan.


"Daddy!" panggil Axel bersemangat.


Alden seketika langsung menoleh, lalu mendekati istri dan anaknya "ngapain disini?" tanya nya menatap Rosella.


"dia ngajak nyariin kamu" jawab Rosella.


"kenapa nggak telepon aja biar aku yang jemput kalian" ucap Alden mengusap rambut anaknya.


"gapapa Dad, lagian mau sambil jalan-jalan" ucap Rosella lalu melihat kotak makanan itu "dari siapa?" tanya Rosella.


"oh ini" ucap Alden menenteng kotak makanan itu "ini dari Tante nya Andre".


"oh. . ." Rosella mengangguk begitu saja.


"mau lihat uncle Andre Dad" ucap Axel dengan manja.


"iya sayang" ucap Alden menatap Rosella "ayo gapapa" ucapnya meyakinkan.


Rosella menghela nafasnya "ayo" ucapnya lalu mendorong kursi roda Axel.

__ADS_1


Ceklek. . .


Mata Andre terkesiap ketika melihat Alden , Rosella dan juga Axel masuk ke dalam ruangannya.


"uncle" panggil Axel berbinar, ia sedikit tersenyum setelah menatap anak kecil itu.


"hey jagoan" sapa Andre "kamu sakit apa?" tanya nya pada Axel yang sedang duduk di kursi roda.


"aku udah sembuh uncle, nggak sakit lagi" jawab Axel "uncle juga sakit kaya aku ya" ucapnya begitu menggemaskan.


"uncle hanya kelelahan saja".


Lelah otak, hati dan pikiran.


"Mommy mau gendong" ucap Axel tiba-tiba.


"nak Mommy mu pasti capek , gendong Daddy saja ya" ucap Alden yang membuat Axel mengangguk.


"makan dulu ndre" ucap Alden menunjuk makanan yang terletak diatas nakas.


"nanti saja" ucap Andre.


"cepat makan dan segera minum obatmu!" tegas Alden namun Andre tidak bergeming.


"tidak usah" jawab Andre dingin.


"ambilkan saja nasi dan sup ayam Ros" ucap Alden .


Andre hanya mendengus kesal saat Rosella hendak menyuapi nya "aku bisa makan sendiri" ucap Andre lalu merebut piring itu.


"tapi enakan kalo disuapi Mommy Lo uncle" ucap Axel dengan polosnya "ya kan Daddy?" lanjutnya menatap Alden.


"iya , tapi uncle Andre tidak suka disuapi Mommy" jawab Alden tampak menyindir.


"Dad!" ucap Rosella pelan, agar Alden tidak memulai peperangan.


"Mommy mau banana" ucap Axel menunjuk pisang yang berada di atas nakas.


Alden mengambilkannya "makan sambil duduk ya sama Mommy" ucapnya lalu menyuruh Rosella duduk memangku Axel di sofa.


Sedangkan Alden duduk disamping ranjang Andre, Alden terus memperhatikan interaksi Rosella dengan putranya yang begitu manja, Rosella sangat perhatian pada Axel melebihi apapun, bahkan kadang Alden sampai cemburu melihatnya.


"ada apa dengan Axel?" tanya Andre ikut bengong melihat kedekatan Rosella dan Axel, bahkan Axel bersikap tidak seperti biasanya yang ia lihat.

__ADS_1


"dia sedang bahagia" ucap Alden tanpa menoleh ke Andre, namun tiada sahutan.


"ndre. . " panggil Alden.


"Hem"


"Aku harap setelah melihat ini kamu paham kenapa seorang Rosella Raharjeng bisa masuk dalam keluarga Siregar dan juga bisa mencairkan bongkahan es yang begitu dingin ini" ucap Alden begitu serius.


Andre tampak memejamkan matanya sejenak, hembusan nafas berat keluar dari mulutnya "dia begitu sempurna untuk menjadi seorang ibu, diluar apa profesinya dahulu" ucap Andre.


"dan aku den, aku percaya dia bahagia bersamamu dan Axel " ucap Andre yang membuat Alden menoleh dan tampak masih mencerna kata-kata Andre .


"bahagiakan dia dan Axel, jika tidak aku akan merebut nya" lanjut Andre menjelaskan.


Alden merengkuh tubuh sahabat nya begitu saja, ia yakin Andre adalah sosok yang sangat baik sebenarnya, namun terkadang orang-orang saja yang tidak bisa melihatnya.


ia kira Andre akan lebih lama lagi untuk mendiamkan dirinya, tapi ternyata ia salah setelah Andre melihat bagaimana Axel menganggap Rosella sebagai ibu kandungnya sendiri, membuatnya kalah dan benar-benar merelakan Rosella untuk sosok kecil yang sedari dulu membutuhkan kasih sayang seorang ibu.


"jangan berlebihan den" sentak Andre.


"aku hanya sedang bahagia" ucap Alden mengacak-acak rambut sahabat nya itu.


"hentikan!"


"Daddy nggak boleh berantem" cicit mungil itu tertawa melihat kelakuan Daddy dan uncle nya itu.


"enggak Daddy nggak berantem kok" ucap Alden tersenyum begitu manis membuat Rosella tersipu melihatnya.


"Daddy, pangku Axel sebentar aku mau ke kamar mandi" ucap Rosella.


Setelah berkata merelakan, namun mengapa hati Andre masih saja perih saat Rosella memanggil Alden dengan sebutan Daddy yang begitu manja dan terdengar begitu merdu.


"iya Mom" jawab Alden .


Andre hanya berusaha tersenyum atas segalanya, mungkin ini adalah hukuman karena terlalu sering menyakiti hati perempuan dulunya.


Kini berbalik takdir yang menghukum nya, ia harus merasakan sakit ketika melihat wanita yang ia cintai dimiliki oleh sahabat nya sendiri.


.


.


.

__ADS_1


MAU VOTE NYA DONG, BIAR SEKALI-KALI RANKINGNYA NAIK 😉😉😉💋


__ADS_2