Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Datangnya Andre


__ADS_3

Rosella menatap tajam pada laki-laki yang tersenyum manis padanya itu.


"Rosella Raharjeng" ucap Andre tersenyum semanis mungkin.


"Tuan Andre" ucap Rose menyeringai.


"Seperti nya kita berjodoh" ucap Andre lalu duduk dihadapan Rosella dan ia menopang dagunya.


"cih, jangan bermimpi!" ucap Rosella membuang muka.


Andre begitu senang saat melihat sikap Rosella seperti ini ,terkesan menantang untuk dirinya.


"Bagaimana setelah berbulan-bulan tidak bertemu, aku juga merindukan mu" ucap Andre dengan percaya diri.


Rosella benar-benar tidak habis pikir dengan laki-laki yang berada didepannya , harus menolak dengan cara apa lagi. . . karena semakin ia menolak semangat Andre untuk mendapatkan dirinya semakin berkobar.


"aku sangat tenang , tidak ada yang menganggu ku".


"itu dia yang dinamakan rindu" ucap Andre mencolek dagu Rosella dan dibalas oleh dengusan kasarnya.


"don't touch me!".


Andre menyeringai "sudah ku bilang jangan membentak ku, aku akan semakin penasaran denganmu".


Tiba-tiba Rosella teringat akan sesuatu, katakanlah ia memang jahat namun siapa suruh Andre terus membuatnya jengkel.


"aku sudah menikah" ucap Rosella tersenyum penuh kemenangan dan mengangkat tangan nya memperlihatkan cincin yang melingkar pada jarinya.


Akan tetapi Andre justru terkekeh mendengarnya "aku tidak perduli, tidak mempan"


Tapi Rosella juga tidak mungkin kan mengatakan suaminya adalah Alden Mahendra Siregar yang notabe nya merupakan sahabat nya sendiri.


"kamu akan menyesal" peringat Rosella.


"Kutunggu jandamu".


"mulutmu!"


Andre hanya menunjukkan senyuman dan wajah yang begitu santai, padahal hatinya remuk tak tersisa ketika mendengar ucapan Rosella.


Rosella dengan terburu-buru menghabiskan kopinya , karena sayang kalo ia harus meninggalkan kopi senikmat ini demi mulut sialan Andre.


tuk. . .


Rosella meletakkan gelas yang sudah kosong itu.


"Aku pergi" ucap Rosella lalu beranjak.


"Aku akan ke tempat mu malam ini" teriak Andre.


Rosella tersenyum kecil, sepertinya Andre belum tahu jika ia sudah keluar dari bar. .


Namun sesaat setelah itu, Andre termenung membayangkan wanita yang diincarnya selama ini ternyata sudah menikah padahal hanya beberapa bulan Andre tidak menemui nya.


.


.


.

__ADS_1


Rosella melangkahkan kakinya dengan canggung di perusahaan, sudah tiga hari ia absen. . . dan untuk hari ini ia benar-benar bersusah payah untuk meminta ijin dari Alden untuk bekerja kembali.


ia harus diantar supir nya, yang menyamar jadi ojek online hahaha . . .


Semua mata tertuju pada Rosella saat ia sampai di ruangan nya.


"Ros " ucap Vita mengahampiri Rosella. Rosella tersenyum canggung pada semua orang.


"Katanya kamu dibegal ya" tanya Vita terlihat khawatir.


"iya vit"


"mana yang sakit Ros" ucap Listi ikut menghampiri mereka.


"punggung saya Bu"


"punggung kamu kenapa?" tanya Junot yang baru datang , ia menatap penuh kekhawatiran pada Rosella.


"kena tusukan sedikit" ucap Rosella memaksakan senyumnya, berbeda dengan orang yang disana kelihatan kaget.


"kenapa udah masuk sih, seharusnya kamu masih dirumah saja istirahat" ucap Bu Listi penuh perhatian, tidak lain dikarenakan malam itu ia melihat Rosella bersama dengan Alden . . . meskipun belum tahu hubungan keduanya akan tetapi Listi memilih jalur aman.


"siapa nih anak baru, udah cari perhatian aja" ucap seorang wanita yang baru datang.


Rosella mengerutkan keningnya tidak paham.


"udahlah Ros nggak usah di ladenin" sahut Vita


"Mery diam!" sentak Listi pada anak buahnya yang sok cantik dan selalu saja bermulut pedas itu.


"dia pasti pakek orang dalem kan buk" ucap Mery memandang Rosella dari atas sampai bawah.


"dia siapa sih Vit" ucap Rosella pelan , saat ini mereka sudah kembali pada meja kerja masing-masing.


"dia Mery, hari ini baru kembali dari tugasnya, udah nggak usah di pedulikan dia memang begitu". Rosella hanya mengangguk.


.


.


.


Rosella melangkahkan kakinya menuju ruangan paling atas, bodohnya ia lupa membawa obatnya pagi ini dan Alden sudah menyuruh orang untuk mengambilnya, sehingga Rosella harus mengambil obat itu Hem . . iya hanya mengambil.


"Pak Alden sudah menunggu Bu" ucap Juna yang menunggu didepan pintu, kemudian membukakan nya.


Rosella hanya tersenyum kikuk saat mendengar dirinya dipanggil Bu, sungguh tidak nyaman.


Alden memang terlihat sudah menunggu sembari duduk di disofa.


"sudah datang" ucapnya menatap Rosella.


"mana Dad" ucap Rosella mengadahkan tangannya meminta obat nya.


Alden menarik tangan Rosella hingga terduduk di pangkuannya.


"Dad!".


"kenapa kamu nggak makan siang?" tanya Alden santai, mengabaikan gerutuan Rosella.

__ADS_1


"aku membawa roti" ucapnya tanpa memandang Alden.


"pantas saja tubuhmu kurus begini, ternyata kamu jarang makan kan?".


"ka kamu tidak suka kalau aku kurus?" tanya Rosella bersungut-sungut.


Alden menyunggingkan senyumnya "pasti lebih enak kalau sedikit berisi".


"mesum!" ucap Rosella dengan pipi yang memerah.


"makan dulu" ucap Alden menunjuk nasi kotak yang berada di meja.


Rosella menggelengkan kepalanya. . .


"kalau tidak makan kamu tidak boleh pergi dari sini, tidur saja disini dan beristirahat".


"baik-baik, aku makan" ucap Rose segera turun dari pangkuan Alden.


"nasi Padang" ucap Rosella setelah membukanya.


"iya".


Rosella tersenyum kecil sambil terus menikmati makanan itu, sejujurnya ini adalah salah satu makanan favoritnya.


tapi kenapa Alden tahu, apakah hanya kebetulan saja.


"kamu nggak makan dad?"


"Aku sudah makan". Rosella hanya mengangguk.


"minum dulu" ucap Alden saat Rosella berhasil mengabiskan makannya.


"ini obatnya" ucap Alden memberikan beberapa kapsul dan Rosella hanya menurut seperti anak kecil.


"sudah, aku mau kembali keruangan ku, sebentar lagi jam istirahat habis" ucap Rosella melihat jam tangannya.


"sebentar" Alden menarik tangan Rosella dan mencium keningnya begitu lama.


"kenapa?" tanya Rosella terheran-heran.


"jangan nakal" ucap Alden mencubit gemas hidung rose.


"aku--"


tok. . tok. . .


"maaf pak, ada pak Andre dan Bu Neta" ucap Juna yang sudah berdiri tegap disana, bahkan seperti tidak melihat apa yabg baru Alden dan Rosella lakukan.


Alden dan Rosella berpandangan satu sama lain mendengarkan hal itu.


"Dad , aku harus bagaimana?x ucap Rosella dengan panik.


.


.


.


Jangan lupa dukungannya gaesss 💋💋💋💋

__ADS_1


__ADS_2