
"pegangan yang erat" ucap Alden menyunggingkan senyumnya.
"jangan tersenyum Dad" ucap Rosella menatap sekeliling, karena sekarang mereka sedang berhenti di lampu merah.
"kenapa?" tanya Alden menoleh ke Rosella.
Tentu saja ia tidak ingin orang lain melihat lesung pipi itu, rasanya memang tidak rela berbagi pada orang lain meskipun hanya sekedar melihat.
"ya jangan saja, nanti kalo ada serangga lewat gimana?. . ini kan dijalan raya"
Alden tergelak mendengar perkataan Rosella yang tidak masuk akal itu , padahal jika dipikir-pikir dulu Alden jarang sekali tersenyum.
"cari makan siang dulu ya" ucap Alden yang sudah melajukan motornya, ia melihat sekeliling untuk mencari tempat makan yang nyaman.
"iya Dad" ucap Rosella memang tidak sarapan, setelah digempur habis-habisan oleh Alden tadi pagi.
Untung saja fisiknya kuat.
"pengen makan apa?" tanya Alden .
"pengen makan rujak cingur" ucap Rosella tiba-tiba teringat akan salah satu makanan favoritnya.
"belum apa-apa udah ngidam aja" ucap Alden tersenyum kecil.
"Dad!" gerutu Rosella yang malu bukan kepalang.
"sesuai permintaan Mommy" sahut Alden yang senang bisa memenuhi keinginan istrinya, karena selama ini mungkin ini pertama kalinya Rosella meminta sesuatu padanya.
Alden menghentikan motornya tepat di bawah pohon yang rindang, kebetulan ada taman di pinggir jalan dan ada penjual rujak cingur disana.
"enak?" tanya Alden karena Rosella begitu lahap memakan makanan itu.
Rosella yang mulutnya penuh hanya mengangguk.
"mau nambah lagi?" tawar Alden melihat makanan itu hampir tandas.
"sudah Dad, aku sudah kenyang" jawab Rosella mengusap-usap perutnya yang sedikit lebih berisi.
"Rosella" panggil seorang laki-laki paru baya mengenakan jas dengan kacamata hitamnya. Alden dan Rosella menengok ke sumber suara itu.
Rosella memperhatikan dengan seksama wajah orang itu "pa pak Burhan" ucap Rosella setelah mengingatnya.
"wah kebetulan sekali Ros" ucap pak Burhan mendekati mereka.
Pak Burhan adalah salah satu orang kaya yang berniat berinvestasi di bar, ia ingin membangun bar sendiri, namun menginginkan Rosella yang menjadi Bartender disana.
"tawaran saya masih berlaku Lo ros" ucapnya sambil menyodorkan secarik kartu namanya.
"maaf pak, saya sekarang sudah resign dari bar" ucap Rosella begitu sungkan, ia menatap manik mata Alden yang melayangkan tatapan tidak sukanya.
"bagus dong, kamu bisa berkerja di tempat saya" ucapnya tersenyum "gajinya tiga kali lipat ya Ros haha".
__ADS_1
"bukan tentang gaji pak"
"lalu?"
"saya sekarang sudah berkeluarga dan ada hal lain yang harus saya urus daripada bekerja di bar" ucap Rosella memegang tangan Alden.
Pak Burhan meneliti wajah Alden dari ujung hingga ujung "makannya ditempat beginian Ros, sepertinya dia tidak mampu mengajak mu makan ke tempat mewah ya" ledek laki-laki tua itu secara terang-terangan.
Brak!
Alden tadinya diam karena ingin menghormati laki-laki tua Bangka ini, namun yang dihormati tidak memiliki etika ternyata.
"kalau istri saya bilang tidak mau ya tidak mau!. jangan dipaksa!" sentak Alden yang membuat semua orang menoleh padanya.
"Dad" Rosella memegang tangan Alden agar tidak terbawa emosi.
"biarkan dia bekerja di tempat saya, bayarannya bisa untuk menghidupi keluarga kalian".
"*******!"
"laki-laki miskin gini apa yang kamu banggain Ros" ucap Burhan karena Alden memang memakai pakaian yang sederhana, mengingat ia sedang berlibur bukan ke kantor.
"rugi kamu jadi bartender cantik kalo nggak bisa ngait pengusaha-pengusaha kaya" lanjutnya.
Alden mengepalkan tangannya dengan kuat, jika saja laki-laki ini tidak seumuran dengan papahnya ia pastikan Burhan akan jatuh dalam tonjokan nya.
Alden meraih kartu nama yang terletak di atas meja itu, kemudian membaca nya.
...Director of Operations...
...S-Watch...
Bibir Alden tak kuasa menahan senyum liciknya saat mengetahui laki-laki ini ternyata Direktur operasional di anak cabang perusahaan nya. karena SIRE-WATCH memiliki beberapa cabang anak perusahaan di berbagai kota dan negara.
"siapa nama direktur utama di perusahaan mu?"
tanya Alden yang membuat pak Burhan terkekeh.
"jangan akting, sudah biasa orang susah seperti itu jaman sekarang ini".
"sudah berapa tahun bapak bekerja disana"
"banyak tanya!"
Alden mengambil dompet kulit yang terletak pada saku celananya, kemudian mengeluarkan secarik kartu yang berwarna hitam dengan corak keemasan itu.
ia menyerahkan nya tepat di depan pak Burhan "katakan pada saya jika anda sudah bosan bekerja disana" ucapnya menyeringai.
Tangan pak Burhan bergetar ketika mengambil kartu nama itu, kemudian membaca dan mengamati agar lebih jelas.
Deg!
__ADS_1
...Alden Mahendra Siregar...
...President Director...
...SIRE-WATCH GROUP...
"mungkin yang anda kenal hanyalah pak Rahmono" ucap Alden begitu menusuk "lihat wajah saya dan ingat-ingat kembali wajah pak Rahmono Siregar" lanjutnya tersenyum penuh kemenangan.
"pa pak-"
"ayo Ros pergi dari sini" ucap Alden menarik tangan Rosella sembari menyerahkan satu lembar uang seratus ribuan pada penjual itu.
"tidak usah kembalian pak".
"pa pak Alden maafkan saya, saya tidak bermaksud-" ucap pak Burhan yang berhasil mengejar Alden sampai di parkiran.
"simpan maaf anda untuk Senin depan, mungkin saja anda akan mendapatkan surat cinta dari saya"
"dad"
"apa Mom?" jawab Alden dengan santai pada Rosella yang justru terlihat khawatir dan takut.
"kita maafkan saja, jangan menaruh dendam pada orang lain"
"pak Alden saya mohon kasihanilah saya, jangan pecat saya" ucap pak Burhan yang tiba-tiba ingin berlutut meraih kaki Alden.
"berdiri!" tegas Alden.
"maafkan saya pak" ucap pak Burhan yang terlihat sangat takut.
"awas jika anda mengulangi nya lagi . . . dan satu lagi "Rosella Raharjeng adalah nyonya Siregar sekarang jangan berani-beraninya menganggu nya lagi"
Pak Burhan hanya mengangguk sambil menunduk.
"jika bukan karena kebaikan istri saya , anda tidak akan lepas!".
"te terimakasih Bu Ros"
Rosella hanya tersenyum kikuk mendengarnya , ia bergegas menaiki motor karena Alden sudah siap tancap gas.
"jangan terlalu baik Ros" ucap Alden mengendarai santai motornya. ia terpaksa menuruti Rosella tadi karena tidak ingin berdebat di depan umum.
"dad aku hanya tidak ingin orang lain menaruh dendam pada keluarga kita nantinya"
.
.
.
LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋💋💋
__ADS_1