
"itu sudah menjadi pekerjaan ku selama ini" tutur Rosella kekeh dengan pendirian nya.
"sekarang aku adalah suami mu, yang berhak atas dirimu" ucap Alden tak mau kalah.
keduanya saling menatap tajam, seolah mengukur siapa uang yang paling kuat diantaranya. . .
"aku pergi!" ucap Rosella jengah lalu dengan terpaksa meraih tangan suaminya dan mengecup nya.
hal itu mampu membuat kening Alden berkerut masih mencerna apa yang barusan dilakukan oleh sang istri. dan sialnya itu membuatnya luluh dan Rosella sudah meninggalkan kamar tanpa jejak.
.
.
.
pukul dini hari, Rosella baru melangkahkan kakinya keluar dari bar itu. . . untungnya dalam percobaan menu kali ini, hanya butuh tiga kali meracik sudah mencapai rasa yang sama. . .
tapi ini memang kelemahan Rosella meskipun bertahun-tahun Bekerja sebagai Bartender tetap saja alkohol tidak begitu bersahabat untuk ia konsumsi.
kepalanya seperti berputar putar, ia duduk di depan bar sendirian menunggu Mimi yang mengambilkan kunci apartemennya.
suara derap langkah kaki membuatnya menoleh, bayangannya serasa kabur menatap laki-laki yang berada di depannya.
tinggi,gagah dan tampan. . .
seperti sosok suaminya, namun ia tetap saja tidak bisa berfikir dengan jelas. . .
"ayo pulang!" ucapnya dingin dan penuh perintah
Rosella tertawa kecil "siapa ya om" tanya nya yang sudah mulai melantur.
ini lah yang Alden tidak sukai dari Rosella, selalu membantah tidak menurut. .
daripada berdebat dengan orang yang mabuk ia memilih mengangkat tubuh Rosella begitu saja.
__ADS_1
namun aneh nya Rosella juga tidak menolak hal itu, ia justru mengeratkan kedua tangannya pada leher Alden.
Alden membawanya masuk kedalam mobil, lalu menyuruh supirnya untuk melajukannya.
Rosella berbaring di pangkuan Alden begitu saja yang mana membuat Alden terlonjak.
"nyaman" gumamnya membernarkan posisinya
Alden masih terdiam. . .
namun tiba-tiba lagi Rosella melingkarkan tangannya pada perutnya dan menciumi perutnya begitu saja "baby" gumam Rosella lagi-lagi.
"rose!" tegur Alden yang mulai menegang
mata sayu Rosella menatap Alden sejenak menangkup wajah Alden lalu mengusapnya dengan lembut.
"jangan disini!" tegas Alden saat Rosella ingin menempelkan bibirnya pada bibir Alden.
.
.
.
"baby aku kangen, aku butuh perhatian kamu nggak ada yang perhatiin aku lagi. . huaaa. . ." ucap Rosella menangis menatap Alden .
sesungguhnya itulah yang berada dalam hatinya saat ini, ia wanita biasa sekuat apapun dirinya tetap saja ia butuh perhatian. . . perhatian yang dulu max berikan padanya namun sekarang tidak lagi.
"rose. . jangan menangis" ucap Alden menghapus air mata istrinya.
"aku nggak ada yang perhatiin hiks. . hiks. . "
"saya yang akan memperhatikan mu" jelas Alden yang saat ini duduk disebelah Rosella dan memandang nya begitu dekat.
"kamu jahat dad!" ucapnya tiba-tiba memukul Alden.
__ADS_1
"sudah ayo tidur-tidur" ucap Alden
Rosella menggeleng kuat mendekati Alden perlahan, sampai mereka bisa merasakan hembusan nafas yang panas satu sama lain.
"kita bahkan belum berciuman" ucap Rosella menyeringai , benar ia sangat mabuk saat ini.
Rosella mendorong tubuh Alden dengan kuat hingga terbaring di kasur. menaiki tubuh Alden lalu mendekat kan wajahnya lagi.
"rose, kamu akan menyesal!" peringat Alden, dirinya sungguh sangat siap. . namun Rosella lain tempo hari ia berkata belum siap melakukannya.
CUP. . .
Rosella mengecup bibir Alden yang sedikit tebal dan menggoda itu. . .
mulai menjilat dan ********** perlahan, dengan senang hati Alden lalu membalas ciuman panas itu . . meskipun sedikit kaget dengan ulah Rosella.
suara decitan ciuman yang panas memenuhi isi ruangan. mereka sama-sama pandai dalam hal itu . . .karena itu juga bukan pertama kalinya bagi mereka.
Rosella menyelusup kan tangan nya pada kaos milik Alden yang membuat gairah Alden berkobar.
"kamu yang meminta nya, jangan salahkan saya nanti!" tegur Alden mengusap bibir Rosella yang begitu merah dan basah.
"aku mau dimanja huaaaaa" tiba-tiba Rosella bangkit dan menangis lagi.
"Rosella!, jangan seperti itu" ucap Alden yang hasrat nya sudah memuncak.
namun Rosella tak bergeming sama sekali, ia menatap Alden sejenak "manusia batu" ucapnya kesal.
ia melepaskan kaosnya begitu saja di depan Alden, hingga menyisakan bra hitam yang begitu menggoda.
baru Alden ingin mendekati nya dan menyerang Rosella, namun Rosella sudah terlebih dulu berbaring dan menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut tebal, Rosella memejamkan matanya begitu saja.
Alden sungguh kesal luar biasa dibuat nya, bagaimana bisa Rosella sudah membangunkan hasratnya dan tidak bertanggung jawab sama sekali.
dengan tubuh yang masih menegang Alden berdiri menuju kamar mandi "shittttttt" umpatnya kemudian membanting pintu dengan keras.
__ADS_1