Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Tujuh tahun lalu


__ADS_3

"mas, semuanya udah aku siapin ya" ucap Rosella menaruh semua kebutuhan Alden pada sofa.


"iya Ros" jawab Alden yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"aku lihat Axel dulu" ucapnya lalu berlalu dari kamar.


Seperti hari-hari biasanya, setelah mengurusi Axel ia segera turun untuk sarapan.


"Ros, ada yang mau papah bicarakan dengan mu dan Alden" ucap pak Rahmono yang membuat Rosella penasaran.


"iya pah" ucap Rosella segera duduk disamping Alden.


"Papah sama mamah ijinin kalian kalo mau punya rumah sendiri" ucap papah yang membuat Rosella menatap Alden, untuk mencari tahu jawaban.


Alden menggenggam tangan Rosella "terimakasih pah, Alden benar-benar ingin merasakan kebersamaan bersama keluarga kecil Alden".


"yang penting harus sering-sering kesini" sahut Melinda berkaca-kaca.


"iya mah".


"pak , Bu ada tamu" ucap seorang art.


"siapa bi" ucap Melinda kemudian berdiri.


"ibu nya mbak Ros Bu" ucap art itu yang membuat Rosella kemudian berdiri "dia Dateng sambil nangis-nangis" ucapnya lagi.


Tanpa berkata apa-apa Rosella berlari kecil menuju ruang tamu, pandangannya menatap bingung pada ibunya yang beruraian air mata, dan pak Dhe yang berada disampingnya terlihat emosi.


"ibu ada apa?" ucap Rossella segera memeluk ibunya.


Ibunya malah menangis semakin keras, Rosella mengusap punggung ibu dengan bergetar itu.

__ADS_1


"ada apa pak Dhe?" tanya Rosella menatap pak Dhe nya.


"Ros, ayo segera pergi darisini!"


"ada apa ini pak Dhe" ucap Alden yang baru saja datang bersama kedua orang tuanya.


ibu melepaskan pelukannya, "saya benar-benar tidak menyangka kenapa keluarga ini sehina ini" teriaknya dipenuhi dengan kilatan kemarahan.


"kamu tahu Ros, yang menabrak lari ayah kamu adalah keluarga ini" ucapnya menunjuk mereka "kenapa ada orang yang tega meninggalkan suami saya ketika sedang sekarat" tegasnya dengan suara yang tercekat.


"Rini kenapa ? apa ini maksudnya?" ucap Melinda yang berusaha mendekat.


Pak dhe melempar beberapa foto mobil yang sempat terpantau cctv, awalnya memang mereka merasa ada kejanggalan, mengapa polisi tidak mau mengusut tuntas kasus itu ternyata yang menabrak adalah keluarga dari golongan konglomerat, pantas saja.


"plat nomernya sama kan" ucap pak dhe dengan rahang yang mengeras "siapa yang membawa mobil itu tujuh tahun yang lalu, apakah anda pak Rahmono ataukah kamu den!" sentak pak Dhe.


Sebenernya setelah terakhir kali ibu berkunjung kesini, ia memang merasa ada yang janggal dengan mobil keluarga Siregar yang mengantarkan nya.


Lalu setelah itu ia mengorek habis informasi dari pak Kus, yang mengatakan mobil itu memang mengalami kerusakan parah tujuh tahun yang lalu, karena mobil ini adalah hadiah terakhir dari orang tua pak Rahmono maka mobil ini tetap dipertahankan.


Pak Rahmono terlihat pucat karena perkataan ibu.


"pah katakan itu tidak benar" ucap Melinda yang sudah menangis ,ia mengguncang bahu suaminya.


"pah jawab pah" ucap Alden yang ikut khawatir "papah nggak mungkin kan nabrak orang dan meninggalkan nya"


"jika saja anda tidak meninggalkan suami saya sendirian, pasti ia masih akan bertahan hidup sampai sekarang" ucap ibu lagi..


Rosella masih mematung, seolah tak percaya atas apa yang terjadi namun air matanya sudah berjatuhan ketika mendengarkan semuanya.


"sudah-sudah ayo pergi saja" ucap pak Dhe melihat ibu yang memegangi dadanya, ia takut asma ibu akan kambuh lagi.

__ADS_1


"ayo Ros" ucap ibu memegangi tangan Rosella.


"ibu" ucap Alden mencoba mendekat.


"jangan panggil saya ibu" ucap ibu ke.mbali menangis tersedu-sedu.


Rossella mendekati pak Rahmono dan menatapnya begitu dalam "Ros nggak nyangka pah, Ros kira selama ini papah sosok yang baik,. papah tahu nggak betapa kerasnya hidup Ros setelah ayah nggak ada, bagi Ros dunia Ros hancur lebur ketika melihat ayah tidak lagi bernafas dan bernyawa dan itu semua karena papah" ucapnya sesenggukan lalu kembali pada ibunya, Rosella merangkul ibu untuk segera pergi dari sana.


Alden mengejar langkah mereka yang sudah sampai di teras "Rosella tunggu".


"aku harus pergi untuk menenangkan ibu dan pikiranku mas" ucap Rosella menoleh sekilas.


"tapi Ros-".


"ijinkan aku pergi, karena saat ini ridho ku masih ada padamu" ucapnya mulai sesenggukan.


Alden memeluk Rosella begitu erat "aku akan mencari tahu kebenarannya, jangan berkata seperti itu".


Rosella mengangguk pelan.


"ayo Ros" ucap ibu kembali emosi.


"aku pergi mas"


dengan terpaksa Alden menganggukan kepalanya.


Rosella ibu dan pak Dhe sudah menaiki mobil milik tetangga nya, ia tidak ingin bertanya apapun pada ibunya sampai mereka semua tenang terlebih dahulu.


.


.

__ADS_1


.


LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋💋💋


__ADS_2