
Hamparan sawah yang luas ditanami padi-padi yang mulai menghijau. . . semilir angin kencang juga sinar matahari yang sangat terik nampak begitu menggoda untuk dihirup sungguh memanjakan.
Alden masih setia duduk dibawah rindang nya pohon, menatap burung-burung yang berlarian kesana-kemari. . . namun tetap saja wanita cantik yang sekarang sudah menjadi istrinya itu lebih menyita perhatian dirinya.
"Ros, kita ngapain disini?" tanya Alden pada Rosella yang sibuk mencari keong.
"pak Dhe mau ajak kamu bajak sawah, tapi dia nggak jadi kesini deh kayaknya".
"terus itu buat apa" tanya Alden saat Rosella mengumpulkan keong.
"buat Axel, biar rasa ingin tahu nya semakin berkembang" ucap Rosella bersemangat.
"oh"
"Dad , kamu ganti yang nyari cacing deh". ucap Rosella menunjuk tumpukan tanah liat.
Alden bergidik geli mendengarnya "nggak!"
"aku mau nyari tapi aku geli geli gimana gitu kalo nyentuh"
"buat apa sih , udah ayo pulang aja" jujur saja karena Rosella berbicara tentang cacing membuatnya ingin cepat-cepat pulang.
"yaudah , ayo ayo" ucap Rosella jengkel, karena Alden tidak pengertian sama sekali.
"padahal aku ingin sekali menjelaskan tentang cacing pada Axel" gumam Rosella sambil meninggalkan Alden dan berjalan lebih dulu.
"hati-hati Ros!" sentak Alden sambil berlari menahan tubuh Rosella yang hendak jatuh ke dalam aliran air karena jalanan di sawah begitu licin.
Rosella mencengkeram erat punggung Alden, hampir saja ia terjatuh. . . jantung nya begitu berdebar.
mungkin karena hendak jatuh. . .
"jangan cepat-cepat kalo jalan itu!" tegas Alden dengan wajah serius nya.
"iya-iya Dad" Rosella hanya bisa pasrah mendengarnya.
.
.
.
Alden memberhentikan motornya tepat di depan rumah Rosella, mereka berdua berjalan beriringan hendak memasuki rumahnya.
Namun mata Rosella melebar seketika saat melihat laki-laki yang sedang bersimpuh di hadapan ibunya.
__ADS_1
"Max" ucap nya seolah tak percaya laki-laki itu berada dirumahnya, bahkan berani-beraninya dia mendatangi ibunya.
Terlihat ibunya sudah memegang sapu hendak memukulnya, atau malah Max sudah dipukuli dari tadi.
"Rose" ucap Max menatap Rosella penuh kepedihan, Menyesal telah mengkhianati wanita sebaik Rosella.
"ada perlu apa datang kesini" tanya Rosella sembari melirik ibunya, takut-takut ia juga akan dipukuli dengan sapu.
"aku tau kamu tidak mencintainya Ros" ucap Max menatap laki-laki yang saat ini berdiri disamping Rosella.
"bocah kurang ajar!" ucap ibu hendak melayangkan sapunya, Max sudah menaruh tangannya diatas kepala bersiap untuk menerima pukulan.
"ibuk, jangan!" teriak Rosella yang sudah pernah merasakan betapa sakit nya sapu lidi itu mengenai tubuhnya.
"apa! , kamu juga mau bilang kalo masih mencintai laki-laki sialan ini Ros!" sentak ibunya.
"a. . .aku. . aku tidak mencintai nya" ucap Ros menundukkan pandangannya, takut dengan ibunya.
tapi malah ibunya menangkap hal yang berbeda "kamu nggak berani menatap ibuk! jadi benar kamu tidak mencintai Alden sampai sekarang!".
"Rosella tentu mencintai mas Alden Bu" ucap Rosella memegang lengan Alden yang sedari tadi masih terdiam.
"Alden!, ini untuk pertama kalinya ibu marah sama kamu ya. . . kamu harus bisa tegas sama istri kamu. . . kalo tidak biarkan saja dia hidup susah dengan laki-laki tidak tahu malu ini" ucap ibu menatap sinis kearah Max.
Mendengar kalimat itu Alden menelan ludahnya kasar, tapi benar apa yang dikatakan oleh ibu . . . ia harus tegas agar laki-laki sialan ini tidak menemui istrinya lagi.
ibu memegangi kepalanya yang pusing akibat perdebatan itu "udah ibu mau ke dalem , kamu urus dia Al! . . . pusing kepala ibu, bisa-bisa darah tinggi ngurusin bocah nggak jelas kayak kamu" tuding nya pada Max.
Rosella menghampiri Max setelah ibunya pergi, lalu menarik tangannya hendak membawa nya keluar dari rumahnya.
"lepaskan Ros!" ucap Alden begitu dingin dan tegas.
Rosella melepaskan nya begitu saja. . .
Alden menarik kasar tangan Rosella, kemudian menarik pinggang Rosella agar melekat padanya.
"dengar ya!" ucap Alden menatap tajam pada Max "dia istri saya, jangan berani mendekatinya lagi atau anda akan tahu akibatnya".
Max tersenyum mengejek pada Alden "jangan akting di depan ku, aku tau kalian terpaksa menikah dan tidak saling mencintai".
Rosella geram dengan Max yang percaya diri bahwa Rosella masih mencintainya.
"cukup Dad" ucap Rosella lembut pada Alden lalu mengalihkan pandangannya pada Max. . .
"aku mencintai suami ku, jangan ikut campur lagi urusan keluarga ku".
__ADS_1
"aku tidak percaya Ros!" kekeh Max.
Rosella mendekap erat tubuh Alden, lalu sedikit berjinjit agar bisa menggapai bibir kenyal suaminya, iya ia memberanikan diri untuk mencium Alden dengan panas . . . agar Max tidak semena-mena padanya lagi.
Alden meraih tengkuk Rosella untuk memperdalam ciumannya. ia melum*t , menjil*t , dan menyesap bibir Rosella habis-habisan, bukan bocah yang berada di depannya ini alasannya, tapi entah mengapa ia menjadi sangat bergairah ingin melakukan lebih dan lebih dari ini.
Rosella melepaskan ciumannya, lalu mengusap bibirnya yang masih basah. Sedangkan Max masih mematung dihadapan mereka.
"jangan pernah menganggu istri ku lagi" tegas Alden mendahului Rosella yang hendak berbicara.
"aku mencintai nya Max, dan mungkin sebentar lagi akan mengandung anaknya" ucap Rosella sambil mengusap perutnya yang datar, namun tatapan nya begitu sendu melihat laki-laki di depannya yang sedang hancur pasti nya.
itulah yang aku rasakan malam itu, saat melihat mu bersama wanita lain. . .
Max memejamkan matanya bersama hembusan nafas kasarnya "aku selalu menunggu janda mu Ros" ucap Max beranjak meninggalkan tempat itu.
Namun Alden terlebih dahulu mencengkram kaos Max "Bangs*t" umpat nya, seumur hidup Alden tidak pernah mengumpati siapapun, tapi mendengar kata-kata itu membuatnya ingin membakar Max hidup-hidup.
buggghhh. . .
satu pukulan melayang keras pada Max hingga tersungkur, ia memegangi ujung bibirnya yang berdarah . . masih menatap sinis pada Alden".
"Dad sudah sudah" ucap Rosella menahan tangan Alden yang hendak memukuli Max kembali.
Alden masih menatap tajam pada rival nya. . .
"pulang lah!" sentak Rosella pada Max.
"pulanglah, anda mendengar nya bukan. . . saya harus menyelesaikan apa yang tertunda bersama istri saya" ucap Alden kembali menarik tengkuk Rosella.
"tunggu!" Max mencoba berdiri "oke gue pulang, jangan lakuin hal itu lagi di depan gue". ucap Max berjalan cepat meninggalkan rumah Rosella.
Rosella bernafas lega, setelah Max melangkah pergi. . .
"Ros, kamu harus mempertanggungjawabkan perkataan dan perbuatan kamu tadi".
"apa?!"
.
.
.
**LIKE KOMEN AND VOTE YA UNTUK MEMBANGUN IDE CERITA . . .
__ADS_1
LOPEYUALL 💋💋💋**