Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Nyonya Siregar


__ADS_3

Setelah peniupan lilin, pemotongan kue, serta menidurkan anak-anak tampannya.


Rosella dan Alden kembali ke kamarnya ketika waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua pagi dini hari.


Rosella yang berjalan di depan Alden tiba-tiba saja berbalik dan memeluk Alden begitu erat, tanpa mengucap sepatah katapun.


Merasakan kenyamanan tubuh kokoh dan berotot suaminya, yang tidak akan pernah ia temukan pada siapapun.


Alden tersenyum lalu menangkup pipi Rosella dan mengecup bibirnya sekilas "Selamat ulang tahun Mommy terhebat di dunia ini" bisik Alden kembali mengecup tengkuk Rosella.


"Terimakasih untuk surprise yang sangat menyebalkan ini" ucap Rosella kembali kesal, bisa-bisanya Alden memiliki ide seperti itu.


Tapi sebenarnya Rosella sendiri tidak mengingat bahwa ini adalah ulang tahunnya, ia tidak pernah merayakan seperti itu. Cukup ulang tahun ibu dan anaknya saja yang terpenting.


Jari Alden mengusap-usap bibir sensual milik Rosella, menatapnya penuh arti. Membayangkan rasanya saja sudah membuat hasrat nya membara, bibir yang lembut dan memabukkan.


"Aku mencintaimu" ucap Alden berubah menjadi sangat serius, mata tajam itu mengunci pandangannya dengan mata lentik Rosella.


"Aku juga-" belum sempat Rosella menjawab Alden sudah melabuhkan ciuman hangat nya pada bibir Rosella, memberikan kehangatan yang luar biasa membuat sekujur tubuh Rosella mendidih dibuatnya.


Decitan ciuman terdengar nyaring disana, bahkan ciuman itu menuntut mereka untuk melakukan hal yang lebih dan lebih.


Nafas berat Alden terdengar merdu ditelinga Rosella, ia paham betul jika suaminya sedang menginginkannya.


"Aku sedang menginginkanmu" ucap Alden dengan suara berat. Namun ia takut Rosella lelah karena semenjak tadi ia kurang beristirahat, ditambah waktu sudah hampir pagi.


Rosella mengangguk "aku milikmu mas".


Alden tidak bisa menahan senyumnya, memang Rosella tidak pernah menolak jika ia meminta hak nya sebagai suami.


Jawabnya karena Rosella tahu, memendam hasrat selama lima tahun tidaklah mudah.


Desahan dan lenguhan panjang terdengar melegakan hati keduanya. . .


Seusai melakukan hubungan, bukannya tidur Alden dan Rosella terus menatap satu sama lain. Menyelami dalamnya cinta yang tumbuh didalam sana.


"Aku kira tadi kamu marah beneran sama aku mas" Jari lentik Rosella mengusap-usap bibir sensual milik suaminya.


"mana mungkin, aku sudah berjanji akan lebih mengatur emosiku sayang. Tentang mendidik anak-anak kita aku ikut kata kamu saja, aku tahu setiap ibu memiliki cara tersendiri menyayangi anak-anaknya. Tapi jangan lupa kompromi" ucap Alden mengusap dahi Rosella yang masih berkeringat.


"Kita sama-sama belajar mas, sama-sama mengingatkan jika salah. Mari melakukan yang terbaik untuk masa depan anak-anak".


Alden tidak bisa menahan diri untuk memeluk Rosella "Terimakasih sudah hadir dan menyinari hidupku yang begitu kelam, datangnya kamu dan Alron membuat hidupku dan Axel benar-benar menyala".


Rosella mengangguk "iya, sudah ayo tidur besok kamu sudah bekerja kan".


"kamu ingin tinggal disini atau pulang" kecupan mesra mendarat pada dahi Rosella.


"Aku ingin pulang" ucap Rosella dengan ragu. Masih menempel pada dada bidang suaminya.


"Aku juga, mamah dan papah juga setuju mereka tidak masalah lagipula kita akan sering berkunjung kesini".

__ADS_1


"iya mas".


"Tidurlah, aku tidak akan membangunkan mu, tidur sepuas mu tapi besok kamu anterin makan siang ke kantor ya, sepulang kerja aku ingin menunjukkan sesuatu padamu" ucap Alden yang sudah memejamkan matanya.


"apa?" tanya Rosella.


Tidak ada jawaban.


Rosella mendongak, dan benar saja Alden sudah terlelap "menyebalkan" gerutu Rosella dengan bibir yang melengkung. Ia segera memeluk dan menyusul Alden ke alam mimpi.


.


.


.


Wanita cantik berbalutkan dress panjang dengan lengan yang sedikit terbuka melangkahkan kakinya dengan anggun. Ibu dua anak ini memang sedikit lebih anggun setelah melahirkan.


Menakjubkan, rambut panjang yang tergerai lalu disatukan sejumpit bagian pinggirnya membuat leher putih nya terlihat jelas begitu menggoda.


Bahkan tak sedikit para karyawan yang menatapnya penuh tanya, mengapa wanita ini datang kembali ke kantor ini.


"Selamat siang Bu, mari" ucap Juna mempersilahkan, assisten pribadi Alden itu sudah menanti kedatangan nyonya Siregar.


"Apa kabar pak Juna" ucap Rosella menatap laki-laki yang sedikit tampak berbeda dari lima tahun lalu, bulu-bulu di rahangnya semakin tebal.


Ck, kenapa sama dengan Alden.


"baik Bu" jawabnya singkat.


Rosella tampak acuh pada semua orang yang terus menatapnya, menenteng rantang susun dan melangkah dengan percaya diri.


Dipastikan setelah ini akan ada gosip simpang siur tentang dirinya dan Alden atau mungkin Juna.


Entahlah, masa bodoh


"Terimakasih" ucap Rosella ketika Juna membukakan pintu ruangan Alden untuk nya.


"Daddy" ucap Rosella tersenyum menatap wajah serius suaminya yang tengah sibuk dengan setumpuk dokumen di mejanya.


"Sayang" ucap Alden bersemangat, rasa lelahnya seolah hilang hanya dengan menatap wajah cantik istrinya.


Alden segera berdiri dan memeluk Rosella, ciuman hangat tak lupa ia berikan pada bibir Rosella "Cantik banget sih" ucapnya membawa dagu Rosella agar menatapnya.


"yaiyalah, nanti kamu malu" menyingkirkan tangan Alden lalu duduk disofa, Rosella menyiapkan makan siang untuk suami tercinta.


"nggak akan malu" ucap Alden segera mendekat lagi, tak bisa jauh-jauh jika sudah seperti ini, apalagi dua pengganggu tida ada.


"Sambal terong sama pepes ikan" Rosella menyodorkan menu yang telah dipesan suaminya.


"wah" mata Alden berbinar melihatnya.

__ADS_1


"Mas" panggil Rosella pada Alden yang sibuk mengunyah.


"apa?" setiap suapan ia nikmati, masakan Rosella benar-benar berkali-kali lipat lebih enak.


"Katamu Vita masih bekerja disini, aku ingin bertemu dengan nya dan Junot juga" pinta Rosella yang membuat Alden tersedak dan meraih minumannya.


"pelan-pelan" omel Rosella mengusap punggung Alden.


"Sepertinya aku lupa bercerita sesuatu".


"Apa?" tanya Rosella penasaran.


"Aku habiskan dulu" ucap Alden kembali mengunyah dengan lahap, padahal rasa penasaran Rosella sudah di ubun-ubun.


"cepat Daddy" gerutu Rosella tak sabar, bibirnya mengerucut.


Alden tak kuasa menahan senyumnya "bentar Mommy".


"sudah ceritakan" ucap Rosella meraih gelas kosong yang baru saja Alden tandas kan.


"Sebenarnya Junot sudah tidak ada, dia sudah meninggal dunia empat tahun lalu" ucap Alden yang membuat Rosella membelalakkan matanya seketika.


"mas" ucapnya dengan bibir yang bergetar, lalu bagaimana dengan sahabatnya Vita.


Alden merangkul Rosella "Vita baik-baik saja, sekarang ada Juna yang menjaganya" ucap Alden tahu betul apa yang dipikirkan Rosella.


"Ju-juna" ulang Rosella seolah tak percaya.


"iya, Juna sudah menikahi Vita dua tahun lalu" ucap Alden yang membuat Rosella benar-benar tak paham.


"Mas, jangan ngarang kamu".


"Aku serius Ros".


"A-apakah mereka saling mencintai" tanya Rosella begitu sesak.


"Mereka sedang belajar" sahut Alden mengecup kening Rosella begitu lama.


"Kenapa Junot pergi secepat itu" ucap Rosella menatap kosong.


"Umur tidak ada yang tahu Ros".


Rosella sontak memeluk Alden dengan erat "Kamu nggak boleh ninggalin aku mas, kita harus bisa hidup lebih lama untuk merawat anak-anak" ucap Rosella yang sudah berkaca-kaca.


"Aku hanya bisa berdoa untuk itu, semoga aku dan kamu juga disatukan di surga nya nanti".


Rosella mengangguk dan masih memeluk Alden dengan erat.


.


.

__ADS_1


.


LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS BAGI TIP SEIKHLASNYA 💋


__ADS_2