Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Berdandan


__ADS_3

Keheningan membentang begitu lama, sunyi sepi dikamar ini. . . hanya hembusan nafas dari dua insan yang sedang berpelukan, juga rintikan hujan yang seolah meneduhkan mereka.


Rosella hanya diam saja saat Alden mendekapnya begitu erat, entah mengapa dia mulai terbiasa dengan sentuhan yang begitu memabukkan ini.


aroma parfum maskulin yang melekat pada tubuh Alden seolah berpindah pada tubuhnya.


Rosella berdehem sejenak, karena merasa sudah terlalu lama Alden memeluknya. . .


Alden melepaskan pelukannya lalu beralih menatap mata lentik Rosella, sungguh kecantikan Rosella yang begitu alami ini membuatnya kagum, berbeda dengan wanita-wanita yang selama ini ia temui, cantik yang hanya karena olesan bedak yang begitu tebal. tapi mengapa baru sekarang ia sadar dan menatap Rosella dan meneliti setiap lekuk wajahnya.


lagi-lagi bibir yang seksi itu begitu menggoda untuk dikecup, namun secepat mungkin Alden menepis pikiran itu.


"besok kamu mulai kerja , cepet tidur" ucapnya mengusap lembut rambut Rosella.


Rosella hanya tersenyum lalu mengangguk kecil, mungkin saat ini wajahnya sudah semerah tomat.


"aku akan ke kamar Axel dulu, kasihan dia pasti takut" ucap Rosella menatap keluar jendela kamarnya, hujan sudah turun dengan begitu lebatnya. . . suara petir yang bersahutan begitu nyaring di telinganya.


Baru saja Rosella akan melangkahkan kakinya, namun ketukan pintu yang begitu nyaring membuat nya bingung, Alden berjalan mendahului Rosella , ia membuka pintu itu lalu muncul sosok mungil dengan raut wajah ketakutan ia mendekap guling kecil nya.


"Daddy" Axel berlarian memeluk Alden begitu erat.


Rosella mendekat lalu menepuk punggung Axel dengan lembut "kamu pasti takut ya boy, baru aja Mommy mau kesana" ucapnya menatap khawatir pada Axel.


"sudah , malam ini tidur sama Daddy dan Mommy saja ya" sahut Alden menurunkan Axel diranjangnya.


Axel mengangguk lalu merentangkan kedua tangannya pada Rosella, melihat anaknya begitu menggemaskan seperti itu Rosella segera memeluk tubuh mungil itu.


"Mommy bikinin susu dulu ya, disini sama Daddy mu dulu" Rosella mengusap pelan rambut Axel.


"jangan lama-lama tapi" ucapnya mengerucutkan bibirnya.


"iya iya boy".


.


.


.


Rosella kembali ke kamar dengan nampan yang berisi dua gelas susu putih. lalu meletakkannya pada meja disamping tempat tidur.


"minum dulu boy" ucap Rosella pada Axel yang sibuk memainkan robot-robotannya. sedangkan Alden bersandar pada ranjangnya sembari membaca buku yang cukup tebal.


Axel menghampiri Rosella lalu meminum susu putih hangat itu hingga tandas.


"good boy" ucap Rosella mencium pipi bulat Axel.


"Mommy sini" ucap Axel mengajak Rosella untuk berbaring.


"Mommy duduk saja ya boy, belum ngantuk. . . kamu bobok sini" ucap Rosella menunjuk pahanya.


Axel merebahkan tubuh lalu berbantal paha Rosella, anak kecil itu tetap sibuk dengan robot ditangannya.


"lihat tangan mu" ucap Rosella yang menatap jari-jari mungil itu "waktu nya potong, Mommy potong sebentar ya".

__ADS_1


Axel menggelengkan kepalanya "besok aja Mom, Axel mau main" bantah nya.


"besok kalo ada teman-teman mu yang melihat bagaimana?, kamu nggak malu. . . nanti dikatain jorok" bujuk Rosella.


"katanya kalo kukunya panjang nanti kalo makan bikin sakit perut ya Mom" ucap Axel menatap Rosella.


"nah itu tahu"


"yaudah Axel mau"


Interaksi antara ibu dan anak itu tentu saja terdengar di telinga Alden, tampak merdu ketika mendengar Rosella begitu perhatian terhadap putra nya.


Setelah mengambil gunting kuku di laci, Rosella memotong kuku pada jari mungil itu dengan sangat hati-hati.


"selesai" ucap Rosella membersihkan jari-jari Axel.


"makasih Mommy" ucap Axel tersenyum manis pada Rosella lalu mengecup pipi Mommy nya, sungguh anak kecil ini begitu manis.


"Daddy juga mau" ucap Alden tiba-tiba menyodorkan tangannya pada Rosella.


"belum terlalu panjang Dad" ucap Rosella melihat kuku Alden.


"sudah sedikit panjang, pendek kan sedikit lagi" ucap Alden.


Rosella mengangguk, lalu mendekat ke arah Alden . . . ia memegang tangan besar itu dan mulai memotong kukunya.


ternyata enak juga punya istri , batin Alden sedikit mengangkat bibirnya.


"kata Bu guru , Minggu depan Axel mau liburan" ucap Axel tiba-tiba yang membuat orang tuanya menoleh kearah nya yang masih sibuk bermain.


"ke taman bermain" ucap Axel bersemangat.


"Axel mau ikut Dad" ucapnya penuh memohon pada Alden.


"iya".


"tapi Axel maunya sama Daddy sama Mommy" ucap Axel memegang lengan Alden, Alden lalu mengangguk. . .Axel meloncat loncat di kasur, begitu bahagia ketika Daddy dan Mommy nya akan menemani dirinya.


Rosella tersenyum melihat tingkah laku Axel "seneng banget boy" ucap Rosella beralih kembali pada kuku-kuku suaminya.


"Axel selalu pergi sama Oma, Axel seneng bisa pergi sama Daddy sama Mommy. . . seperti teman-teman Axel yang lain" ucap anak kecil itu, yang membuat hati kedua orang disana terenyuh.


"mulai sekarang Mommy akan selalu menemani Axel" ucap Rosella yang telah selesai memotong kuku-kuku Alden dan membersihkan jari-jari nya.


"terimakasih Mommy" ucap Alden, kemudian CUP. . . satu kecupan manis mendarat pada pipi Rosella.


"Dad!" gerutu Rosella hendak protes.


"Axel juga melakukan itu padamu" ucap Alden kemudian berbaring. "ayo cepat semua tidur!" ucapnya penuh perintah.


.


.


.

__ADS_1


Rosella bangun lebih pagi hari ini, dihari pertamanya bekerja ia begitu bersemangat untuk menyambut dunia baru nya.


semoga cocok. .


ia menatap bayangan nya dalam cermin, ternyata tidak terlalu buruk jika ia berdandan seperti ini. Sebelum nya Mimi mengajari Rosella untuk berdandan beberapa hari terakhir ini.


Rosella mengenakan celana berwarna krim dipadukan dengan kemeja hitam yang melekat sempurna pada tubuhnya.


"kenapa berdandan" ucap Alden yang baru saja terbangun dari tidurnya dan memperhatikan Rosella yang berpenampilan berbeda dari sebelumnya.


"tidak apa-apa, hanya ingin terlihat profesional" ucap Rosella. Alden berfikir sejenak memang disana mengharuskan karyawan berpenampilan menarik dan rapi.


Tapi mengapa wajah Rosella yang begitu cantik ini seolah tak rela jika dilihat oleh orang lain selain dirinya.


perasaan macam apa ini?


Alden segera melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, sepertinya otaknya tidak beres akhir-akhir ini.


.


.


.


"kamu cantik sekali Ros" ucap Melinda menatap Rosella yang begitu cantik dengan riasan simple dan tidak berlebihan.


Rosella hanya tersenyum kecil menanggapinya.


"papah jadi was-was kalo kamu cantik begini Ros, gimana kalo nanti dikantor banyak yang naksir" ucap pak Rahmono melirik Alden yang terlihat santai.


"kamu harus jaga istri kamu Al, biar nggak dilirik orang lain" goda Melinda.


"lagian siapa yang mau lirik Ros sih mah hehe" ucap Rosella yang memang tidak percaya diri.


"kamu langsung berangkat aja sama Alden, mamah aja yang nganter Axel udah lama nggak ngaterin Axel" ucap Melinda mengusap rambut Axel yang memakan roti dengan lahap.


Rosella menatap Alden kemudian sedikit mendekat kan bibirnya pada telinga Alden "Dad, aku mau bawa motor kamu aja". ucap Rosella yang membuat Alden tersedak seketika.


"uhuk. . uhuk. . "


"pelan-pelan Dad" ucap Rosella menepuk nepuk punggung Alden.


bagaimana bisa Ros meminta untuk mengendarai motor sedangkan sudah berpenampilan seanggun itu.


Alden benar-benar tak habis pikir dengan isi kepala istrinya, ia adalah istri pemilik perusahaan itu. . .


.


.


.



Rose kalo lagi dandan 😂 gaesss. . .

__ADS_1


terus vote ya, butuh dukungan kalian semua untuk menaikkan ranking Novel ini. . . 💋💋💋💋💋


__ADS_2