Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Rumit


__ADS_3

Alden masih mematung pada tempatnya, ia sangat tahu rasa sakit istrinya , ia tahu Rosella pasti bersedih dan bingung atas semua yang terjadi secara tiba-tiba ini.


Alden mengecup kening Axel "doakan Mommy mu baik-baik saja boy" ucapnya lalu kembali memeluk tubuh mungil itu dengan erat.


Sedangkan. . .


Rosella meringkuk sembari memeluk kedua lututnya, isakan kecil sesekali terdengar didalam tidurnya.


.


.


.


Pagi ini dengan wajah pucat nya Rosella mencoba untuk berdiri dan keluar dari kamar nya, ia menuju dapur dan mendapati Bu Dhe yang sedang memasak disana.


"Bu Dhe" lirih Rosella yang membuat wanita paruh baya itu menoleh.


"sudah bangun?" tanya Bu Dhe "mau sarapan dulu?".


Rosella menggeleng "Bu dhe ada air hangat nggak, perut Rosella rasanya kram nggak enak banget" ucap Rosella memegangi perutnya.


"ada" ucap Bu Dhe langsung mengambil kan nya , dan Rosella langsung meneguknya perlahan.


"kamu makannya dikit sih, jadi sakit perut kan" ucap Bu Dhe memijat pundak Rosella.


"tapi Ros, nggak pernah gini kok" jujurnya.


"yaudah makan dulu, nanti Bu Dhe bikinin teh anget".


"ibu udah sarapan belum Dhe?" tanya Rosella menatap kamar ibunya yang masih tertutup.


"tadi pagi udah makan kue, kamu aja ini yang bandel nggak mau makan" ucap Bu Dhe mengambilkan nasi dan lauk untuk Rosella.


Entah mengapa saat melihat nasi perutnya seperti diaduk aduk, Rosella memijit pelipisnya karena mencium aroma nasi.


Padahal nasi tak ada aromanya, entahlah ia tidak suka.


Rosella mengambil piring kosong "aku mau makan sayur asem ini aja Bu Dhe".


Melihat itu membuat dahi Bu Dhe mengernyit "kenapa?" tanya Bu Dhe heran.


"lagi nggak mau aja , nggak selera" ucap Rosella segera mengambil sayur asem itu.


"kamu mau Bu Dhe masakin apa gitu, daripada cuma makan sayur" ucap Bu Dhe.

__ADS_1


Rosella menggeleng "nggak usah Bu Dhe , nanti Ros masak sendiri saja" ucap Rosella lemah.


.


.


.


Suasana ruangan pak Rahmono Siregar begitu tegang siang ini, ia didampingi dua pengacara nya dan assisten pribadi nya.


mereka duduk berhadapan dengan Melinda dan juga Alden.


"Jadi begini pak Alden, seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya" ucap Johan yang tak lain adalah assisten pribadi pak Rahmono.


"Jika pak Rahmono menyerahkan diri ke polisi, maka akibatnya akan berimbas pada perusahaan, karena selama ini beliau selalu tampil di layar , sedangkan anda hanya di belakang, dan kemungkinan terburuk nya adalah kebangkrutan pada perusahaan, karena kita pasti akan kehilangan kepercayaan sehingga membuat perusahaan lain enggan bekerja sama, juga dengan konsumen juga pastinya akan terpengaruh dengan kasus ini, jadi karena hal tersebut saya telah mewanti-wanti pak Rahmono agar tidak menyerahkan diri pada pihak kepolisian'.


Mendengar hal itu membuat Alden mengepalkan tangannya kuat-kuat, bagaimana bisa ia menghancurkan perusahaan keluarga seperti ini, tapi disisi lain keluarga Rosella akan kecewa jika papah tidak menyerahkan diri.


"Jadi apakah yang harus kita lakukan pah, kita harus bagaimana, melihat Rosella membenci keluarga kita lebih jauh lagi" tegas Melinda yang sudah berkaca-kaca.


"ibu tenang dulu" ucap salah satu pengacara tersebut "kita bisa ambil jalur damai saja, mengingat korban adalah keluarga" usulnya.


Melinda menoleh pada Alden "gimana Rosella Al, apa dia sudah mau berbicara dengan mu?" tanya Melinda.


"kita tunggu seminggu lagi sampai mereka tenang, setelah itu kita akan meminta maaf sekaligus menjemput istri mu Al" ucap papah.


"Alden tidak bisa menunggu lebih lama pah, lebih baik Alden kehilangan perusahaan daripada Alden kehilangan Rosella, karena perusahaan bisa saja kita bangun lagi tapi tidak dengan sosok Rosella pah, Alden tidak akan pernah menemukan Rosella pada wanita manapun" tegas Alden lalu berdiri.


"pak Alden, bukan saya ingin ikut campur mengenai urusan keluarga bapak, namun kondisi perusahaan kedepannya juga akan berimbas pada masa depan putra bapak, ingat itu pak Alden" ucap Johan , yang memang mengenal keluarga mereka sejak lama , jadi ia tidak terlalu sungkan untuk mengutarakan pendapatnya.


Perkataan Johan bagaikan tombak bagi Alden, jika sudah seperti ini ia harus bagaimana.


Namun Alden tidak menjawabnya sama sekali dan langsung pergi dari ruangan yang suram itu.


.


.


.


"ibu mau makan apa?" tanya Rosella pada sang ibu yang terus termenung dan berbaring di ranjang nya .


Ibu menggelengkan kepalanya "ibu nggak sanggup Ros" lirih nya.


"maksud ibu apa sih Buk?" tanya Rosella yang hatinya bagai terkoyak saat ini.

__ADS_1


"ibu nggak sanggup kalau harus ketemu dengan keluarga itu lagi" ucapnya yang mulai tercekat.


"Rose tahu perasaan ibu" lirih Rosella "Rosella juga nggak nyangka papah ngelakuin hal itu".


"jangan memanggilnya papah!" teriak ibunya sembari menangis "jangan pernah menyebutnya seperti itu Rosella!"


"maaf buk" ucap Rosella menundukkan kepalanya.


Ibu bangun begitu saja , yang membuat Rosella bingung.


"Ros, kamu belum hamil kan?" tanya ibu yang membuat Rosella semakin bingung.


"belum, memangnya kenapa?" tanya Rosella.


ibu menggenggam erat kedua tangan Rosella "belum ada pengikat diantara kalian" ucap ibu memejamkan matanya bersama air mata yang jatuh "ceraikan Alden".


Deg!


Bagai tikaman tak kasat mata yang mengkoyak-koyak kan hati Rosella.


Rosella menggeleng lemah "Ros nggak mau pisah sama mas Alden, jangan pisahkan Ros sama mas Alden dan Axel Bu" ucap Rosella berlutut di kaki ibunya.


"jika kamu memilih bertahan dengan Alden, selamanya kamu akan hidup dengan luka di hatimu Ros" ucap ibu mengguncang bahu Rosella.


"Rosella nggak bisa buk" ucap sesenggukan.


"yasudah pergi sama dengan keluarga mu!" sentak ibu menunjuk pintu "lagipula ibu sebentar lagi juga akan menyusul ayahmu" ucap ibu dengan air mata yang sudah tidak terbendung.


"buk jangan ngomong gitu" Isak Rosella memeluk kaki ibunya "ibu nggak boleh ngomong kayak gitu".


"Ibu bener-bener nggak bisa berurusan dengan keluarga itu Ros, terlalu sakit hati ibu" ucap ibu menepuk-nepuk dadanya yang begitu sesak.


"Rosella bisa jauhin mas Alden untuk sementara, tapi Rosella nggak mau pisah sama mas Alden buk".


"bunuh saja ibu Ros!".


"ibuk. . . hu. . hu. . .hiks" Rosella semakin memeluk kaki ibunya dengan erat.


Ketukan di pintu membuat mereka terdiam sejenak , Rosella segera menghapus air matanya "ibu hanya butuh waktu untuk menenangkan diri, ibu tenang dulu ya nanti kita bicara lagi kalo ibu sudah tenang" ucap Rosella memeluk ibunya sejenak lalu pergi dari sana.


"siapa Bu Dhe?" tanya Rosella Ketika melihat Bu dhe mengintip di sela-sela jendela.


"Ro-ros , i-itu".


"siapa?".

__ADS_1


__ADS_2