Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
lesung pipi


__ADS_3

sebenarnya hari ini aku mendapat serangan jantung bertubi tubi mulai dari Axel yang mengatakan aku cowok Mommy nya itu. . .


lalu papah mengatakan dia akan menjadi istriku dan apalagi papah menggodanya untuk tidur bersama ku, kenapa mereka semua pada yakin aku mau menikahinya . . .tapi aku yakin wajahnya malu setiap ada yang menggoda nya. pipinya seperti tomat.


aku mengantarnya ke kamar Axel , dia masuk dan aku masih menatapnya dibalik pintu. dia ikut berbaring bersama Axel dan memeluk Axel dengan nyaman.


apa yang dilakukan gadis itu, mengapa dia sangat menyayangi anakku, rasa penasaranku meronta . . apa jangan-jangan karena aku kaya, haha bahkan aku memikirkan perkataannya dia bilang ini bukan sinetron.


meskipun nyaman melihat Axel dicintai seperti itu, entah itu nyata atau sandiwara aku tidak boleh terbawa suasana. . .


matahari mulai menampakkan dirinya , menghangatkan bumi dengan sinarnya . . .


pagi yang cerah untuk memulai beraktivitas.


Rosella POV


aku mulai membantu menyiapkan makanan dirumah yang besar ini, ya tentu karena aku sungkan bila harus memangku tangan saja..


"Rosella"


"iya Tante"


"Tante kan udah bilang kamu nggak usah repot-repot sayang"


"hehe nggak papa kok Tan"

__ADS_1


"kamu ke kamar Axel ya bantuin dia ganti baju"


"oh iya Tante, Axel mau sekolah ya"


aku berjalan menuju kamar Axel dan mendapati Alden juga berada disana , ia sudah memakai pakaian kerjanya tapi jas dan dasinya belum sepertinya...


Axel baru habis mandi dia digendong oleh babby sisternya seperti dari seragamnya sih begitu seharusnya..


"morning mom" kata Axel


huh anak ini , Bagaimana bisa dia sangat menggemaskan seperti ini. .


"morning dad" dia juga menyapa daddynya


"no dad , mommy saja" dia menatapku


aku mendekatinya dan langsung memakaikan seragam sekolahnya, menyisir rambutnya memakaikan dasinya. . lalu kucium pipinya


"good boy" kataku


dia tersenyum ia bukan Axel , Alden maksudku baru kali ini aku melihatnya tersenyum. . dan ternyata dia punya lesung pipi, wow aku sedikit terkejut bagaimana dia bisa setampan itu saat tersenyum. kenapa lesung pipinya begitu menggoda. . .


dia sadar aku menatapnya jadi buru-buru aku memalingkan pandangan ku hehe , malu sekali.


kami berjalan menuju lift , iya kami bertiga aku Alden dan juga Axel. . . lalu bergegas menuju meja makan.

__ADS_1


aku tidak selera makan sebenarnya jadi aku memilih menyuapi Axel saja. . .


"Ros kamu makan aja biar Axel mbaknya yang nyuapin"


"enggak usah Tante biar rose aja, aku nggak biasa sarapan soalnya" iyalah emang nggak pernah sarapan , waktu sarapan sudah menjadi waktu tidur ku selama ini.


dia menatapku, huh mengapa apa ada yang salah . . Alden maksudku.


diteras...


"rose kamu biar dianter Alden aja ya pulangnya"


"enggak usah Tante, ros masih ada urusan" itu hanya alasanku saja sebenarnya ..


"nggak papa Ros, Alden akan antar kamu kemana pun" dia jelas tidak setuju dengan mamahnya aku bisa melihat dari raut wajahnya..


dengan sangat terpaksa aku menuruti Tante Melinda , aku menciumi Axel "Axel Mommy pulang dulu ya" kataku dia mengangguk tapi seolah tak rela melepasku.


"nanti Axel main kerumah Mommy ya, Axel sekolah dulu yang pinter"


"yes mom"


aku naik mobil bersama Alden, sedangkan Axel diantar Tante Melinda dan om Rahmono


disepanjang jalan ini sangat hening tentunya.

__ADS_1


__ADS_2