
"Bar. . bartender?" tanya Alden seperti orang bodoh, padahal ia sendiri sebenarnya sangat tahu.
"iya den, aku menyukainya" ucap Andre berterus terang.
"jangan gila ndre, mungkin itu hanya cinta sesaat" ucap Alden yang memang tidak suka Andre memiliki perasaan lebih pada istrinya.
"aku serius den".
"dia berbeda dengan wanita yang selama ini kamu kencani ndre" ucap Alden lagi-lagi membantah.
"justru karena dia berbeda den, aku semakin penasaran" balas Andre tapi Alden hanya memilih diam.
"aku juga penasaran dengan nya" ucap Neta yang tidak pernah melihat Andre seperti ini pada makhluk yang bernama wanita.
"yasudah nanti malam kita ke bar ya" ucap Andre bersemangat.
"aku tidak ikut" ucap Alden dingin.
"dia memang seperti itu ta, nggak asik. . kita pergi berdua ya ta" ucap Andre memohon.
"aku tidak bisa, ada jadwal manggung besok pagi".
"CK. . kalian berdua memang sama-sama teman yang tidak berguna".
"lain kali saja" sahut Neta.
.
.
.
Setelah mengusir kedua sahabatnya, dengan alasan ia harus segera bekerja Alden membuka pintu dimana ia menyembunyikan Rosella.
Jujur saja ia takut karena tadi sudah hampir satu jam setengah ia dan dua sahabatnya mengobrol. pasti Rosella marah.
Pandangannya menyapu seluruh ruangan, senyumnya merekah melihat Rosella yang tertidur meringkuk di atas ranjang.
Kakinya ia hentakkan dengan pelan, takut membangunkan Rosella. . .ia duduk diranjang menatap wajah Rosella yang sedang terlelap. entah mengapa sudah beberapa hari ini memandang wajah Rosella yang sedang tidur adalah hobi baginya.
Alden menyingkirkan anak rambut Rosella yang menganggu pandangannya. Keinginan merengkuh tubuh Rosella membuatnya ikut berbaring disamping Rosella. ia memeluk erat tubuh wanita yang berstatus sebagai istrinya itu. Rasa damai dan menentramkan ketika ia menghirup aroma Rosella yang memabukkan.
Ciuman di kening pun tidak lupa ia berikan , sebelum benar-benar terlelap menyusul Rosella. . .
__ADS_1
.
.
.
Rosella menggeliat ketika merasakan beban di pinggang nya, Matanya terbuka pelan pemandangan yang indah membuat bibirnya melengkung sempurna.
Alden ikut terpejam dengannya, ia semakin menelusup kan kepalanya pada dada yang nyaman ini , rasanya ia senang sekali mendapatkan sandaran seperti ini. . .
Namun satu hal yang membuatnya terlonjak, sinar matahari sudah mulai tenggelam. . . lebih tepatnya hari sudah mulai gelap.
jadi sudah berapa lama ia tertidur disini?.
ia menatap jam tangan pada pergelangan tangannya waktu sudah menunjukkan pukul 17.05 , itu artinya jam bekerja sudah berakhir, ia sendiri sudah meninggal pekerjaannya tadi.
Jari lentiknya terulur untuk mengusap rahang Alden, menyentuh halus pada pipinya.
"Dad bangun" ucapnya dengan suara parau.
"Cium aku dulu" ucap Alden dengan mata yang terpejam, Rosella yang kaget dan hendak menjauhkan diri namun Alden secepat mungkin menahannya.
"Dad!"
"aku lelah sangat lelah" ucap Alden.
Aku lelah karena harus terus menerus menahan hasrat ku, ketika disamping mu. . .
"Dad" Rosella mengguncang pelan tubuh Alden yang tidak mengindahkan ajakannya.
Mata Alden terbuka lalu segera bangkit dari tidurnya, ia menatap Rosella yang juga ikut bangkit, kemudian mengecup bibir Rosella dengan lembut namun kecupan itu seolah menuntut lebih dan lebih sehingga berubah menjadi ******* dan gigitan kecil disana.
Nafas keduanya saling terengah ketika menyudahi ciuman yang begitu lama , "kita harus cepat pergi dari sini" ucap Alden yang tidak akan membiarkan tubuhnya tersiksa lebih dari ini.
Rosella mengangguk lalu mengikuti langkah kaki Alden keluar dari ruangan itu, terlihat Juna sedang duduk tegap di sofa . . entah berapa lama ia menunggu .
Rosella berjalan cepat menyusul Alden membenarkan kemejanya yang sempat kusut dan keluar sebagian.
"terimakasih" ucap Alden tersenyum menerima perhatian dari Rosella.
Mata Alden kembali beralih pada sosok yang kemudian berdiri menunggu dirinya "maaf Jun, semua sudah beres kan" ucap Alden yang sudah hafal , Juna pasti akan membereskan segala macam urusannya ketika Alden tidak bisa diganggu.
"sudah pak, supir anda sudah menunggu dibawah" ucap Juna .
__ADS_1
"baik terimakasih, ayo pulang" ucap Alden yang mengambil tas kerjanya lalu meraih jemari Rosella untuk di genggam nya.
Juna berjalan di belakang Alden dan Rosella seolah memastikan bahwa di kantor benar-benar tidak ada orang.
"Dad, lepaskan. . . nanti ada yang melihat" ucap Rosella khawatir, saat ini mereka sudah ada didalam lift untuk menuju lobby.
"tidak akan".
"tas ku bagaimana dad?" ucap Rosella.
"sudah diurus Juna" ucap Alden yang membuat Rosella menelan ludahnya, kenapa Juna begitu memperhatikan hal-hal kecil seperti itu.
.
.
.
Sesampainya di rumah mereka langsung disambut dengan Omelan Melinda, terutama Alden . . bisa-bisanya pimpinan tertidur di perusahaan, jika sampai papah nya tahu Alden pasti akan habis di tangan papahnya.
"maaf mah" hanya itu kata yang mampu Alden ucapkan ketika terkena Omelan sang mamah.
"semua salah Ros mah, Ros yang ketiduran tadi" ucap Rosella yang juga kasihan melihat Alden di marahi.
"kamu nggak salah Ros , kamu juga belum pulih sebenarnya dan memaksakan untuk bekerja. mamah malah seneng kalo kamu istirahat disana, tapi Alden memiliki tanggung jawab disana dan tidak boleh seenak jidatnya seperti itu" ucap Melinda.
"Oma jangan marah-marah terus" ucap Axel yang sedang bermain disana terganggu suara Oma nya yang begitu menggelegar.
"maaf ya sayang" ucap Melinda mengusap pipi Axel. "kalian mandi sana" ucap Melinda, namun belum sempat mereka melangkah suara bell pintu membuat mereka menoleh.
Melinda mengintip di balik jendela "papah kamu kok bisa sama Andre" ucap Melinda yang melangkah hendak membuka pintu. Sedangkan Rosella malah lari dari sana tanpa memperdulikan Alden.
sial!
Rosella menutup pintu kamarnya lalu bersandar disana, ia menghela nafasnya. .
ia benar-benar tidak mau Andre tahu hubungan nya dengan Alden, karena ia tidak mau merusak persahabatan yang sudah lama terjalin, selain itu ia akan menyakiti hati Andre juga bukan?.
Tapi disisi lain ia juga tidak mau harus seperti ini terus, Rosella mengacak-acak rambutnya sendiri kesal.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa untuk like komen and vote ya gaess, lopeyuall 💋💋💋💋💋