
"tenang dulu Ros" ucap Alden menarik tangan Rosella, lalu menuntun nya ke sebuah ruangan dibalik lemari besar.
Rosella ternganga melihat nya "ruangan apa dad?" tanya nya terheran-heran.
Ruangan yang tidak terlalu besar, namun jendela kaca yang menampakkan seluruh pemandangan di kota ini sungguh begitu indah, juga ranjang yang berukuran sedang disana . . . semuanya terlihat elegant.
*Se*pertinya selera Alden.
"kamu disini dulu ya" ucap Alden mengusap pipi Rosella.
"kamu mau menemui mereka" tanya Rosella penuh selidik mengingat ada kata Neta yang disebut Juna.
Alden mengecup bibir Rose sekilas "Aku tidak akan macam-macam, ada cctv yang terhubung dengan ruangan utama, jadi kamu bisa memantau ku dari situ" ucap Alden menunjuk monitor besar disana.
"aku benar-benar tidak lupa dengan perjanjian kita" gumam Rosella pelan menatap jendela transparan itu.
Alden yang baru sampai diujung pintu pun menoleh, lalu kembali memeluk Rosella dari belakang.
Rosella seakan tersentak saat merasakan pelukan Alden yang terlalu tiba-tiba "kenapa?" tanya nya bingung.
"aku tidak akan menemui Neta" ucap Alden mengeratkan pelukannya.
"tidak apa-apa keluar saja, sahabat mu sudah menunggu" ucap Rosella memandang padatnya lalu lintas di kota ini.
"aku tidak mau kamu menemui Renal" ucap Alden begitu jujur.
"kamu takut aku membalas mu" tanya Rosella kemudian tersenyum.
"iya jadi aku tidak akan menemui Neta untuk menepati janji ku".
Rosella melepaskan pelukannya dan berbalik menatap Aden "Untuk kali ini saja, cepat temui mereka".
"kamu tidak akan membalasnya" ucap Alden begitu serius.
Rosella mengangguk sembari tersenyum manis, bahkan ia tidak pernah tersenyum semanis ini pada Alden.
Tapi tujuannya hanya satu sebenarnya, ia hanya ingin Alden mengingat wajahnya sewaktu menemui Neta.
kenapa jadi berlebihan begini.
Senyuman itu seolah menular, Alden ikut tersenyum sembari menyingkirkan anak rambut Rosella.
"cepat sembuh" bisik Alden dengan sensual, lalu kembali tersenyum manis.
"ke kenapa ?" tanya Rosella gugup.
"kamu manis dan aku ingin segera memakan mu"
"Dad!"
"Aku akan menemui mereka dulu, beristirahat lah" ucap Alden kemudian benar-benar pergi dari sana.
__ADS_1
Rosella menyembunyikan wajahnya yang merona pada kedua telapak tangannya, aneh. . padahal tidak ada siapapun disana.
ia seperti anak ABG yang sedang kasmaran.
jadi apakah benar rasa itu sudah mulai tumbuh?
.
.
.
Baru saja Alden membuka pintu itu, Andre sudah muncul di hadapannya dan hendak memasuki ruangan tersembunyi nya. .
"lama banget sih!" gerutu Andre, karena ia sudah menunggu lama bersama Neta.
Alden merangkul pundak Andre dan mengajaknya untuk duduk di sofa "parfum mu ganti den?" tanya Andre.
"ti tidak , memangnya kenapa?" tanya Alden yang sebenarnya begitu khawatir, ia sempat memeluk Rosella tadi.
"seperti parfum cewe saja" ucap Andre mengendus aroma Alden. "apa jangan-jangan kamu menyembunyikan cewe ya diruangan rahasia mu" tanya Andre penuh selidik.
Neta yang sudah sedari tadi duduk manis disana, tertawa kecil mendengar perkataan Andre "ndre, kamu membicarakan hal yang mustahil. . . cewe?, mana mungkin Alden . . hahah" ucapnya tertawa sambil bermain ponselnya.
"memangnya kenapa kalau aku punya cewe" ucap Alden yang ingin melihat ekspresi sahabat-sahabatnya.
Tawa Andre dan Neta menggema disana, pria yang berwajah dingin itu tidak pernah jatuh cinta ataupun mengenal hal yang berbau asmara.
"den , wanita mana yang mau sama bongkahan es batu" Andre tidak berhenti terkekeh.
"percuma saja berbicara dengan kalian, awas saja jika nanti akan bertanya-tanya" ucap Alden jengkel, kedua sahabatnya sangat merendahkan dirinya.
"bertanya tentang apa ha?, parfum Tante Melinda pasti ya hahahah" ucap Andre lalu terdiam seketika saat melihat cincin melingkar pada jari manis Alden. "tunggu, sejak kapan kamu memakai cincin?" tanya Andre sambil mengamati cincin itu.
Sepertinya aku pernah melihatnya. .
"ini--" ucap Alden terputus.
"itu jimat ndre, kata Tante Melinda supaya Alden cepat jatuh cinta pada seseorang" sela Neta.
"hahahaha. . . sudah kuduga, aku benci berfikir positif pada mu den". ucap Andre menepuk-nepuk bahu Alden yang kelihatan emosi.
"Bagaimana jika aku sudah menikah" ucap Alden kemudian menyandarkan tubuhnya pada sofa yang nyaman itu.
"jangan melawak den nggak pantes" ucap Andre.
"menikah dengan siapa? , kamu tidak pernah berbicara dengan gadis manapun kecuali aku" imbuh Neta.
Andre dan Neta memang sangat mengenali Alden dari kecil, mereka tumbuh dan main bersama. .
Alden adalah sosok yang dingin dan tidak mudah didekati wanita manapun, jadi bagaimana mereka bisa percaya begitu saja saat Alden mengatakan sudah menikah.
__ADS_1
"Ada seseorang" ucap Alden yang sebenarnya ingin mengenalkan Rosella kepada mereka, namun ia takut Rosella akan marah padanya karena ia belum membicarakan ini pada Rosella, apalagi Rosella meminta bersembunyi saat ini.
*yah, daripada Rosella tidak jadi menyerahkan kehormatannya padanya. . .
otak mesum*!
Alden mengutuk otaknya sendiri yang berubah menjadi mesum ini, atau ini memang normal. . . tapi memang tubuh Rosella seolah adalah magnet baginya tubuhnya akan selalu tertarik pada tubuh Rosella.
"siapa, seseorang itu broh" ucap Andre yang memang tidak percaya.
"aku akan mengenalkan pada kalian, tunggu waktu yang tepat" ucap Alden begitu serius.
"iya-iya kita akan menunggu, tunggu ingat itu ta" ucap Andre tersenyum kearah Neta.
"hem, eh . . .tapi tunggu dulu, sejak kapan kamu suka nasi padang den" ucap Neta yang melihat bekas nasi Padang di meja itu.
"sejak kalian berdua meninggalkan ku keluar negeri"
"jangan lebay den" ucap Neta tertawa.
Namun berbeda dengan Andre yang tiba-tiba terdiam dan termenung , Neta mengangkat dagunya memberi isyarat pada Alden , namun Alden menggelengkan kepalanya karena juga tidak tahu.
"What happend ndre?" ucap Neta membuyarkan lamunan Andre.
"just little problem" jawab Andre tersenyum kecut.
"ceritakan" ucap Neta yang sungguh paham dengan sikap Andre.
"wanita yang aku sukai dan aku incar selama ini mengatakan bahwa ia sudah menikah" ucap Andre tersenyum kecut.
"hei ini bukan Andre yang aku kenal" ucap Neta mendekati Andre lalu menepuk-nepuk pundak nya.
"peluk aku ta" ucap Andre dengan manja, neta lalu merengkuh tubuh sahabatnya itu.
"tidak biasanya seorang Andre Zolando seperti ini pada seorang wanita" ucap Alden.
"dia berbeda den".
"siapa sih?" ucap Neta begitu penasaran.
Andre tersenyum kecil mengingat itu "den kamu ingat Bartender cantik itu" ucap Andre melempar pandangan pada Alden.
Alden hampir saja tersedak ludahnya sendiri saat mendengar perkataan Andre.
.
.
.
Jangan lupa like komen dan voteeeeeeeee 💋💋💋💋
__ADS_1