
Dua tahun kemudian, masih ditempat yang sama. Janji mereka untuk ke villa ini setiap tahunnya terpenuhi jua.
"Kamu kenapa?" tanya Alden ketika Rosella terlihat lemas setelah mandi pagi ini.
Rosella menggeleng, segera mengambilkan pakaian untuk suaminya "kelamaan pakai bikini kayaknya" ucap Rosella yang membuat Alden terkekeh.
Alden yang masih bertelanjang dada dengan handuk yang melilit di pinggang nya, mencubit gemas pipi Rosella "makanya pakai bikini nya kalau di kamar aja".
"itu sih mau kamu" ucapnya sibuk lagi membenarkan gaun santainya.
Alden yang baru saja memakai kausnya menoleh "emang kamu nggak mau" cibirnya menggosok rambutnya yang masih basah, sengaja menggoda istrinya.
"Mas kerokin aku bentar dong" ucap Rosella yang malah lemas dan terduduk di ranjang.
Alden segera memakai celananya, sontak mendekati Rosella, memeriksa dahi yang tidak panas.
"Nggak anget kok" ucapnya khawatir.
"Tapi pengen muntah terus dari tadi" Rosella menyingkap lengan gaun nya dan menyerahkan koin serta minyak kayu putih pada suaminya.
Ini dia yang paling di benci Alden, bau minyak kayu putih yang menyengat. Tapi gak apalah jika bukan ia siapa lagi yang bisa membantu istrinya.
Sebelum itu ia sempatkan untuk mengecup tato berbentuk mawar itu, tertera singkatan AMS disana. Ya, Alden sedikit memperindah tato itu. Dengan inisial namanya, rasanya kesal jika mengingat bahwa dulu mantan istrinya yang membuat itu.
Dan itu yang membuat Alden ingin mengubahnya, selain itu yang di dada juga ia rubah dengan namanya. Dan yang lebih menyenangkan adalah Alden juga membuat tato serupa pada punggungnya, sama persis dengan isterinya, dan bertuliskan singkatan nama Rosella disana.
"Nggak merah kok" ucap Alden membersihkan tangan nya dengan tissue basah setelah membantu istrinya.
"Yasudah minum teh anget aja, nanti juga enakan" Rosella kembali membetulkan gaunnya.
Tok. . . tok. .
"Masuk" seru Rosella dari dalam kamar.
"Mommy" panggil Era yang tengah berada di gendongan Axel.
"Apa sayang?" jawab Rosella mencubit gemas pipi bulat itu.
"Alon berantem lagi sama kak Aluna" ucap Era mengadu.
Rosella tersenyum, karena itu adalah hal yang sangat biasa untuk mereka.
"panggil Abang sayang" ucap Rosella kemudian.
"Nggak mau, Allon nakal" mengerucutkan bibirnya dengan lucu yang membuat Axel mencium gemas pipi gembul itu dengan bertubi-tubi.
"Sini gendong Daddy" ucap Alden mengusap rambut kepang dua itu.
Era mengulurkan tangannya lalu memeluk erat leher Daddy nya "tadi lala bangunin Daddy tapi nggak bangun-bangun" celotehnya.
Siapa yang tidak gemas dengan tingkah lucu bocah ini "Daddy ngantuk sayang, capek. Yasudah ayo makan dulu" Alden mengusap rambut Axel sebelum mengajak Era keluar dari sana.
"Bibi masak apa" tanya Rosella menggandeng lengan anak nya yang sudah ABG ini, bahkan tinggi badannya hampir menyamai dirinya.
"Nasi goreng Mom".
Di meja makan sudah terlihat semuanya berkumpul, tapi di tahun ini hanya Andre sekeluarga saja yang ikut.
"Mommy" rengek Alron memeluk pinggang Mommy nya.
"Apa Abang" jawabnya segera memeluk tubuh dua jagoannya yang sudah tidak kecil lagi.
Mengapa semua laki-laki dirumahnya begitu manja, ya meskipun Era tak kalah manja sih, Tapikan wajar dia masih kecil.
"Lukisan ku dirusak Kie" rengek nya menatap tajam pada gadis kecil yang mengenakan bando pita dengan strawberry diatasnya.
__ADS_1
"Sudah aku bilang panggil aku Aruna, Alron!" tegas Aruna memberengut kesal.
"Bukankah Kie juga namamu, terserah aku dong" tantangnya berkecak pinggang dihadapan Aruna.
"Aku nggak suka ya kamu samakan dengan anjing peliharaan mu" gadis kecil itu menatap sengit pada Alron.
Ya, memang Alron si menyebalkan ini menamai anjing kecil nya dengan sebutan Kie, seperti nama Aruna, dan itu berhasil membuat mereka bertengkar setiap kali bertemu.
"Sudah-sudah" ucap Neta menengahi, selalu seperti itu setiap harinya.
"Runa minta maaf sama Bang Alron dulu" Tegas Neta menatap serius pada putrinya, mendengus kesal Aruna segera mengulurkan tangannya.
"maaf" ucapnya lirih.
Uluran tangan mungil itu diterima oleh Alron "Hem".
Namun tangannya dengan usil mencuri bando di kepala Aruna.
"Alron!".
"Kejar aku dulu" Alron berlari kecil.
Mereka semua hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah dua bocah itu.
.
.
.
Tengah malam, mereka berempat berkumpul setelah semua anak-anak tertidur.
Meja panjang tertata dengan rapi di halaman villa itu, dengan botol-botol minuman keras diatasnya
Tentu saja hanya Alden dan Andre yang meminumnya.
Biasanya setiap anniversary pernikahan seperti ini, mereka akan bertukar hadiah.
Alden sudah menyodorkan sebuah kotak kecil berwarna hitam itu pada Rosella.
"buka dulu" ucap Alden tersenyum, sama hal nya dengan kedua sahabatnya yang terus tersenyum memperhatikan mereka berdua, tapi tidak apa malam ini milik mereka berdua.
Rosella segera membuka ikatan pita yang berada disana, kalung berlian berwarna putih
begitu mengkilau disana.
"bandul nya lucu" ucap Rosella tersenyum dan menyentuhnya.
Sebuah kalung dengan bandul botol bir kecil itu, Alden pesan khusus istrinya, dibelakang nya juga tertera nama Rosella disana.
"kamu suka?" tanya Alden.
Rosella mengangguk benar-benar suka, desainnya juga tidak terlalu ke cewek-cewek an.
"Pakekin ya Dad" pintanya menyerahkan kalung itu pada Alden dan segera dipakai kan oleh Alden.
Setelah kalung itu melekat pada leher mulus Rosella, Alden meraih bandul itu kemudian mengecupnya bergantian mengecup kening Rosella yang jaraknya sudah dekat dengan nya.
Andre dan Neta bertepuk tangan dengan keromantisan mereka.
"Sekarang giliran ku" ucap Rosella juga menyerahkan kotak hadiah pada Alden.
Dengan sangat penasaran Alden segera membukanya. Dahinya mengernyit, dan menatap Rosella dengan ketidakpercayaan.
"Hy Daddy" ucap Rosella tersenyum dan mengusap perutnya.
__ADS_1
Alden segera memeluk Rosella, dan tersenyum bahagia.
Lalu ia lihat kembali pada benda yang sudah menunjukkan dua garis merah itu "sudah berapa bulan?" tanya mengusap matanya yang basah.
Ini bukan yang pertamakali nya namun tetap saja begitu terharu dengan kehadiran sosok mungil darah daging mereka.
"baru tiga minggu" ucap Rosella mengusap jambang yang begitu seksi itu.
"Selamat ya Al" ucap Andre tersenyum, ia sudah tahu berita itu sejak siang tadi sebenarnya.
"Yes bro".
"Asik ya kita hamilnya barengan" Neta mengusap perutnya yang sudah membesar.
Rosella mengangguk kembali menatap Alden lalu mengusap air mata laki-laki itu, mengecup matanya yang basah.
"Daddy jangan cengeng".
"Aku menangis karena bahagia" sahut Alden lalu mendekap kembali tubuh Rosella.
"Hem, setelah aku pikir-pikir hadiahku masih kurang ya Dad" ucap Rosella menjauhkan tubuhnya.
"Ini lebih dari apapun Mom".
Rosella menggeleng "Aku mau melakukan pertunjukan untuk kalian" ucapnya segera beranjak.
Andre dan Neta bertepuk tangan karena sangat menyukai hal itu, kapan lagi bisa menyaksikan pertunjukan dari seorang Bartender terkenal di kota ini.
Segera mengikat kuda rambutnya, lalu melipat lengan panjang nya dan membuka botol alkohol itu.
Alden tersenyum menatap betapa seksinya sang istri.
Setelah mencampurkan beberapa jenis alkohol, Rosella mengocoknya dengan seksi dan menggoda, senyuman terus ia lemparkan pada sosok suaminya.
Krucuk-krucuk
Rosella segera menuangkannya pada gelas sloki itu.
"Racikan pertama setelah tiga tahun tidak menyentuh alkohol sama sekali, khusus untuk suami ku tercinta"
Alden tersenyum menerima sodoran gelas itu. Segera meminumnya dengan sekali teguk.
"Aku mencintaimu!" ucap Alden tiba-tiba berteriak, setelah meminumnya.
"Mas malu" gerutu Rosella saat Andre dan Neta terkikik mendengarnya.
"Aku mencintaimu, Bartender cantik ku!!!!!" Alden segera mendekati dan mencium bibir istrinya yang begitu seksi itu.
"Aku juga mencintaimu, manusia batu ku!!!!!".
Cinta adalah kehangatan dalam dinginnya malam.
Cinta adalah payung dalam basahnya hujan.
Cinta adalah sebuah bumbu dalam rumah tangga.
Namun kadang harus ada badai didalamnya, bukan untuk meruntuhkan, melainkan menguatkan.
Untuk menantikan hal yang indah setelahnya.
Itu adalah hadiahnya jika kita dapat bertahan dengan guncang-guncangan itu.
Begitulah akhir kisah cinta aku dan kamu yang ditutup dengan indah. Namun jangan melihat indahnya saja, karena dibalik itu semua. Ada luka yang harus tertoreh didalamnya.
Entah seperti apapun dunia bergejolak, yang pasti aku percaya jika aku dan kamu adalah takdir yang sudah dituliskan oleh Tuhan 🖤.
__ADS_1
TAMAT...