
Setelah perjalanan beberapa jam, mereka akhirnya sampai pada tempat yang hijau nan asri, udara sejuk tanpa polusi.
"Kita liburan disini Dad?" tanya Axel memandangi hijaunya pepohonan dan juga daun teh hijau yang begitu indah.
"Iya boy" sahut Alden lalu melirik sekilas pada Rosella yang tengah tertidur. Ia memang sedikit egois tidak membiarkan Rosella beristirahat setiap malam, karena ada hal yang harus ia tuntaskan.
"Boy, Daddy rasa kamu sudah dewasa" ucap Alden melirik Axel dari kaca spion.
"Yes Dad, kenapa?"
"Nanti Daddy akan memperkenalkan mu dengan seseorang, dan Daddy harap kamu bisa menerimanya dan senang akan kehadirannya. Seperti apa yang Daddy rasakan saat ini, Daddy bahagia memiliki kalian".
"siapa maksud Daddy?" tanya Axel tak paham.
"Nanti Daddy beritahu".
Mobil mewah berwarna hitam itu terparkir di halaman rumah Rosella, terlihat ibu sedang menyapu lantai di teras.
"Nenek" teriak Axel ketika pandangannya bertemu dengan wanita paruh baya itu.
"Axel" lirih Ibu dengan bibir yang bergetar.
Axel berlarian kepelukan Bu Rini, dan disambut dengan hangat dan erat "maafkan nenek" Isak Rini tak kuasa menahan tangisnya melihat Axel sudah sebesar ini sekarang.
"Kapan kamu tumbuh sebesar ini, mengapa cepat sekali" ucap Rini memperhatikan wajah Axel yang semakin rupawan.
Rosella dan Alden yang baru saja datang segera mencium tangan ibu, "Apakah kamu tumbuh dengan baik" Rini tak kuasa melihat anak yang dulu sangat bergantung pada Rosella ini.
"iya nek, Axel sangat baik" jawab Axel dengan senyuman nya.
"Alron mana Bu?" tanya Alden yang tak mendapati buah hatinya disana.
"masih tidur" ucap ibu sembari mengusap air matanya.
"Mommy!" teriak anak kecil dari dalam rumah.
"tuh dia bangun" ucap Ibu "kalo nggak ada Mommy nya manja banget dia itu".
"Mommy!"
"iya dek, bentar!" sahut Rosella yang hendak beranjak, namun sosok kecil yang keluar dari pintu dengan rambut acak-acakan sehabis bangun tidur, bibirnya sudah mengerucut kesal karena Mommy nya tak kunjung datang.
Axel masih terdiam, mencerna apa yang dimaksud dengan orang-orang.
Mommy?
"Mommy jahat. . huaaaaaa. . . Mommy lama" Alron menangis.
"biar aku aja Mom" ucap Alden melangkah mendahului Rosella untuk merengkuh tubuh mungil itu.
"Alron buka matanya, adek kenal nggak ini siapa?" ucap Alden ketika mereka sudah sampai di hadapan Axel.
__ADS_1
Mata kecil itu mengerjap-ngerjap mencoba mengingat sosok yang tak asing itu "Abang" ucap Alron seolah tak percaya. Sosok yang dulu ia lihat hanya difoto sekarang begitu nyata dihadapannya.
Ia segera meminta turun dari gendongan Daddynya.
"Axel, ini seseorang yang ingin Daddy kenalkan padamu" ucap Alden menahan sesak di dadanya.
Bahkan air mata Rosella sudah tumpah karena pertemuan pertama dua saudara kandung ini, mereka terus menatap satu sama lain.
"Abang" ucap Alron riang, ia segera berhambur memeluk Axel yang masih terdiam.
"dia adik kamu nak" ucap ibu yang mengerti akan perasaan Axel.
"Mommy" ucap Axel menatap Rosella.
Rosella mengangguk "dia adik kandung kamu, Mommy dulu sudah hamil saat memutuskan untuk pergi" jawab Rosella terisak.
Axel membalas pelukan itu tak kalah erat, "Adek" lirihnya dengan suara beratnya.
Alden segera memeluk Rosella yang sudah menangis sesenggukan, begitu juga dengan ibu air matanya tumpah melihat keharuan ini.
"Abang kenapa nggak kenal sama Alron" ucap bibir mungil itu tampak kesal.
Axel menangkup wajah kecil itu dengan kedua tangannya, meneliti setiap lekuk wajahnya "maafkan Abang ya dek" ucapnya lalu mengecup pipi bulat Alron.
Matanya memang berair namun bibirnya terus tersenyum "Daddy, Axel juga senang memiliki nya" ucap Axel mencubit gemas hidung Alron.
"Abang" ucap Alron memberengut kesal.
"Mereka lumayan mirip loh" ucap ibu tiba-tiba "cuma yang Axel versi kamu bule nya Al , kalo Alron lebih lokal gantengnya".
"Abang nanti kalo kamu nggak kuat loh" ucap Rosella khawatir ketika melihat Axel menggendong tubuh adiknya.
"Allon kan pengen digendong Abang mom" sahut Alron tak suka ketika Rosella melarangnya.
"udah, biarin aja nggak papa kok" sahut Alden lalu mencium kening Rosella "aku bahagia sayang" bisiknya benar-benar dari lubuk hati yang terdalam.
"Mommy nggak capek?" tanya Axel mendekati Rosella, karena Rosella langsung memasak ketika baru memasuki rumah.
"nggak sayang, Mommy mau masak buat kalian bertiga" ucap Rosella senang, keinginan nya sejak lama akhirnya terkabul juga, memasak untuk ketiga laki-laki itu.
"Adek sukanya makan apa?" tanya Axel begitu penasaran.
"Dia apa-apa suka kok, tapi kadang banyak maunya, tergantung mood nya dia aja, ini sekarang dia mau sosis goreng" ucap Rosella yang sudah mulai sibuk memilah bahan di kulkas.
"Axel mau goreng sosis buat adek" ucap Axel yang membuat Rosella menoleh.
"kamu bisa?" tanya nya.
Axel mengangguk "kalo cuma goreng bisa, tapi Mommy bantuin ya".
"iya sayang" jawab Rosella tersenyum sembari mengusap rambut Axel.
__ADS_1
"Mommy makasih ya" ucap Axel tiba-tiba.
"untuk?" tanya Rosella.
"untuk apa ya, untuk adek nya, Axel senang punya adek".
Rosella mengangguk "iya sayang" ucapnya dengan senyuman keharuan.
Beberapa lauk dan juga camilan tersaji di meja makan mereka, Alden menolak untuk makan di jalan karena ingin segera bertemu dengan Alron.
"cocis nya kok gini mom warnanya" ucap Alron ketika melihat sosis dihadapan nya sedikit gosong.
Rosella terkekeh melihat nya "udah makan, pasti enak orang bikinan Abang kamu".
"Maaf ya dek, nanti Abang buatin lagi yang nggak gosong" sahut Axel menggaruk tengkuknya.
Alron memamerkan gigi putih nya "gapapa bang, Allon cuka yang gosong kok" celoteh nya yang membuat mereka semua tertawa.
Alden berbaring disofa berbantal paha Rosella, menonton televisi bersama namun tetap saja wajah cantik istrinya lebih menarik baginya.
"Mereka mainnya jauh nggak ya mom" ucap Alden memperhatikan luar jendela.
"nggak dad, deket lagian ada ayah sama ibu yang jagain mereka" ucap Rosella mengusap rambut Alden.
Alden membawa tangan Rosella untuk dikecup, tak henti-hentinya bersyukur atas apa yang ia rasakan saat ini.
"Mas, sejujurnya aku takut jika tadi Axel tidak mau menerima Alron, tapi ternyata sebaliknya Axel sangat menyayangi adiknya".
"Axel sudah dewasa Mom, dia bisa mengerti, yang penting kita memberikan penjelasan dulu padanya, aku bahagia melihat mereka berdua benar-benar lengket".
Rosella mengangguk "aku juga sangat bahagia mas" sahutnya lalu memberikan kecupan di kening Alden.
Alden memeluk perut Rosella lalu menciumnya "semoga adiknya Axel dan Alron cepat tumbuh".
Rosella terkekeh geli mendengarnya "yes Daddy".
"aku ingin menemani masa kehamilan mu dan menemani kamu melewati masa-masa sulit dalam kehamilan" ucap Alden penuh harap.
Rosella tahu betul apa yang dirasakan oleh Alden "iya mas, kita tunggu sebentar lagi, kalo tidak kita program kehamilan aku juga tidak masalah".
"serius?" tanya Alden bahagia ketika Rosella menurut seperti ini.
"iya Daddy".
"aku ingin yang perempuan" ucap Alden bersemangat "kita program sekarang saja didalam kamar" ucap Alden tersenyum jahil.
Rosella mencubit gemas pipi Alden "nggak gitu ya dad prinsip progam nya".
Alden hanya tertawa renyah melihat tingkah Rosella.
SABAR YA AUTHOR LAGI LIBURAN
__ADS_1
LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋