
"Dad kamu tidur saja dulu" ucap Rosella menatap Alden yang memandang keluar jendela.
"aku akan tidur jika kamu sudah tidur" ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya.
"tapi aku belum bisa tidur".
"aku akan menunggui mu" ucap Alden bersedekap dada.
"kayaknya ranjangnya muat deh dad, sofa nya pasti keras ya. . . kamu ikut tidur disini saja" ucap Rosella menepuk-nepuk bagian kosong disebelahnya.
sial. .
Alden sangat geram pada Rosella yang tidak paham jika ia sedang berusaha mati-matian untuk mengendalikan hasrat nya, tapi malah ia menyuruh Alden untuk tidur disamping nya.
bagaimana jika terjadi hal yang iya-iya, kan sangat tidak mungkin karena Rosella sedang terluka dan tentu saja Alden tidak segila itu.
"aku tidur disofa saja" ucap Alden beranjak lalu duduk di sofa.
"tapi itu tidak nyaman dad" lagi-lagi Rosella menguji kesabaran nya.
"yang penting kamu cepat tidur Ros, jangan memikirkan ku" ucap Alden yang tak kunjung menatap Rosella.
"kenapa sejak tadi kamu tidak menatap ku dad, aku berbicara padamu" ucap Rosella jengkel.
Alden hanya diam. . .
hening. .
hening. .
"dad aku tidak bisa tidur, kamu kesini saja" ucap Rosella dengan manja, bahkan Alden baru mendengar cara berbicara Rosella yang seperti itu.
Alden membuang nafasnya kasar, "baiklah" ucapnya lalu menghampiri Rosella.
"tidur sini dad, aku sedikit takut. . . terbayang bayang film yang kita tonton tadi" ucap Rosella jujur dengan isi hatinya.
"iya" ucap Alden ikut berbaring begitu saja, ia tidak akan menyentuh ataupun memandang Rosella. .hal itu hanya akan membuatnya kembali turn on.
"kamu tidak ingin memeluk ku dad?" tanya Rosella karena itu setelah ia mengijinkan Alden untuk menyentuhnya Alden tidak melepaskan Rosella sejengkal pun.
"nanti mengenai luka mu" dalih Alden.
"tidak akan"
"sudahlah cepat tidur" ucap Alden memejamkan matanya. entah mengapa ia merasa Rosella menjadi sangat cerewet sekali. . . ia benar-benar menguji kejantanan Alden.
Rosella memejamkan matanya , hatinya begitu sakit saat melihat tingkah Alden yang tiba-tiba menghangat dan tiba-tiba dingin seperti ini.
.
.
.
__ADS_1
Pagi ini ada yang berbeda dari Rosella, ia terus bersikap dingin pada Alden . . . memang benar kata orang wanita itu makhluk yang sulit melupakan . . . kesalahan laki-laki entah sekecil apapun itu.
"biar aku suapi" ucap Alden yang sudah memegang semangkuk bubur hangat itu.
"aku ingin makan sendiri" ucap Rosella merebut sendok ditangan Alden.
"kamu kenapa sih Ros?" tanya Alden melihat sikap istrinya yang aneh.
"nggak papa".
"terus kenapa kayak gini"
"nggak papa"
"Ros jangan seperti anak kecil!" ucap Alden geram.
"pergi saja dari sini jika kamu muak dengan ku" ucap Rosella membuang mukanya.
"aku tidak akan meninggalkan mu sendiri".
"teman-teman ku pasti akan kesini sebentar lagi" ucap Rosella karena memang benar Mimi pagi tadi meneleponnya karena bermimpi buruk tentang Rosella dan tentu saja Rosella tidak bisa menyembunyikannya dari Mimi.
"siapa?" tanya Alden , namun belum sempat Rosella menjawab pandangan mereka teralihkan pada suara ketukan pintu lalu seseorang muncul dari balik pintu.
"Mimi" ucap Rosella melihat sosok itu menghampirinya.
"jangan memeluknya!" tegas Alden saat Mimi merentangkan kedua tangannya.
"kenapa!" tanya Mimi ketus.
"jangan melihat ku seperti itu" sentak Mimi.
"Mimi" ucap Rosella begitu manja.
"ya ampun Ros, yang mana yang sakit" ucap Mimi meneliti setiap lekuk tubuh Rosella.
"cuma punggung ku mi" ucap Rosella menunjuk punggungnya.
"duh katanya juara pencak silat, kok bisa kalah kayak gini sih".
"lagi nggak fokus mi" jawab Rosella, mengingat kembali saat itu ia memang tengah memandangi Alden yang membuat reflek nya jadi terlambat.
"makannya minum yang banyak, air putih ya Ros janganngan alkohol hehe" canda Mimi yang mendapatkan lirikan sinis dari Alden.
"ya emang abis minum alkohol mi"
"tunggu dulu, kamu nggak buka baju di depan umum kan" ucap Mimi tertawa mengingat kebiasaan buruk Rosella saat mabuk.
Rosella melirik Alden dengan takut-takut "eehmm. . e enggak lah"
"memangnya kamu pernah melakukan nya dimana saja Ros!" ucap Alden mengingat tempo hari Rosella juga melakukannya.
"di bar " jawab Mimi enteng.
__ADS_1
"Mimi!" sentak Rosella.
"di bar?" ucap Alden seolah tak percaya, berarti tubuh Rosella pernah dilihat oleh banyak orang.
"tenang pak Alden, cuma sedikit kok waktu itu orangnya haha. . . masih pakek bra juga" ucap Mimi terkekeh.
"eh tapi abis itu pak Andre langsung ngejar-ngejar kamu . . ya kan Ros" ucap Mimi sebenarnya ia ingin mengompor-ngompori Alden.
"Andre Zolando?" tanya Alden memastikan Andre yang dimaksud adalah Andre sahabat nya.
"Mimi!, sudah lah dad Mimi hanya bercanda" ucap Rosella begitu malu.
"iya Andre Zo pak Alden" ucap Mimi karena Andre memang terkenal dengan nama itu di bar.
siapa yang tidak tergoda akan kemolekan tubuh Rosella yang mulus itu. .
Alden sendiri yang pernah melihatnya sekilas pun langsung meremang mengingat hal itu.
ceklek. . .
Mata Alden penuh dengan kilatan ketika mendengar nya, apalagi saat melihat sosok laki-laki gagah berambut gondrong itu masuk kesana.
"Ros Lo kenapa?!, siapa yang berani nyakitin Lo. . . bilang!" ucap Renal yang baru datang , ia sangat khawatir dengan Rosella.
"udahlah nggak usah lebay" ucap Rosella cuek.
"siapa? bilang sama gue , biar gue hajar" ucap Renal emosi dan menggulung lengan kemeja nya.
"udahlah, udah diurus sama pihak yang berwajib" ucap Rosella yang paham memang sebelumnya Renal sahabat nya itu selalu melindunginya.
"kenapa nggak telpon sih kalo dalam kondisi yang berbahaya" ucap Renal memegang lengan Rosella tanpa memperhatikan Alden yang menatap tajam pada dirinya.
"aku baik-baik aja nal, cuma luka dikit".
"tapi--"
"ehmmm. . ." Alden berdehem begitu keras sehingga membuat nya mereka semua menoleh kearah nya. "singkirkan tanganmu!" ucap Alden yang geram karena laki-laki itu seenak jidatnya menyentuh Rosella di depan matanya.
"eh, Lo siapa?" tanya Renal yang juga menatap tajam pada Alden.
"saya suaminya!"
Renal menelan ludahnya kasar saat melihat Alden suami Rosella tidak seperti apa yang ia bayangkan, om-om perut buncit yang kaya raya itulah isi kepala Renal saat memikirkan suami Rosella. Sehingga niat untuk merebut Rosella semakin kental.
Namun jika melihat suami Rosella adalah sosok yang sesempurna ini , bisa apa dia?. . . kalah rupa kalah materi.
"gue sahabat nya!" ucap Renal mengulurkan tangannya pada Alden yang lalu menjabat tangan itu.
Mereka saling menatap tajam dan mengeratkan jabatan tangan itu, seolah mereka memang adalah musuh.
.
.
__ADS_1
.
Bantu like komenand vote ya 💋💋💋💋💋