Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Penjelasan


__ADS_3

"kamu mau melukai perasaanku seberapa dalam lagi Ros" ucap Alden dengan nafas yang memburu karena emosi.


Rosella menggeleng "tidak seperti itu mas hiks" suaranya tercekat ketika hendak mengutarakan isi hatinya.


Berkali-kali Alden menghela nafasnya, mencoba untuk menahan emosinya yang tengah berkobar.


Setelah beberapa menit terdiam diposisi yang sama dan dengan isakan kecil dibibir istrinya, Alden akhirnya berbalik mengusap lembut pipi Rosella yang basah itu.


"Mas" ucap Rosella segera memeluk tubuh Alden lagi, seolah benar-benar tidak bisa jauh darinya.


"ada yang harus aku bicarakan, ayo masuk" lirih Rosella menatap lekat mata Alden.


"jika yang kamu bicarakan adalah hal yang menyakitkan bagiku, aku tidak bisa Ros" ucap Alden yang tubuhnya benar-benar terasa lemas.


Rosella menggeleng "ini adalah hal yang membahagiakan menurut ku" jawab Rosella seraya menarik tangan kekar itu menuju rumahnya.


"Mommy ada apa?" tanya anak kecil yang sangat penasaran, kenapa bisa Mommy nya memeluk om brewok.


"sayang kamu main dulu ya, Mommy ada urusan sebentar" ucap Rosella mengusap lembut pipi bulat Alron. Rosella benar-benar ingin membicarakan hal ini empat mata dengan Alden, tidak ingin malaikat kecilnya bingung dengan perkataan orang tuanya.


"ayo Ron, kita main dulu" ucap Ihsan mengusap rambut Alron, ia juga ingin memberikan waktu pada dua manusia yang sudah lama tidak bertemu itu.


.


.


.


Rosella mengajak Alden untuk berbicara di kamarnya. Duduk berdua disisi ranjang, sebenarnya Rosella masih bingung hendak memulai dari mana.


Rosella takut-takut menatap mata Alden yang menyiratkan penuh kekecewaan itu, padahal Rosella saja belum bercerita apa-apa.


Rosella beranjak kemudian membuka jendela kamarnya, lalu menghirup udara segar untuk sekedar menenangkan rasa gugupnya.


"Mas" panggil Rosella kemudian menoleh.


"Hem" jawab Alden yang terus menatap wajah cantik istrinya.


Rosella mendekati Alden, berdiri dihadapan Alden, ia raih tangan berotot milik laki-laki yang saat ini masih berstatus sebagai suaminya itu.


Rosella mencium tangan Alden dengan lembut "maaf" lirihnya karena selama ini telah merasa menjadi istri yang durhaka.


Kemudian ia duduk dipangkuan Alden, mengalungkan tangannya pada leher Alden, menatap dengan dekat mata favoritnya itu.

__ADS_1


Alden mengerutkan keningnya bingung atas perlakuan Rosella yang tak biasa.


kemudian Rosella memperlihatkan jarinya "tadi tanganku terkena pisau" ucap Rosella lalu kembali menatap Alden.


Tangan Alden meraih tangan istrinya, melihat balutan plester yang masih memperlihatkan sedikit darah itu "jangan memasak kalau masih ceroboh seperti ini" ucapnya dengan nada tinggi, namun begitu memperlihatkan kepeduliannya.


Rosella tersenyum karena itu, senang sekali Alden memperhatikan dirinya.


"dan sebenarnya, mas Ihsan hanya membantu ku memasangkan plester ini" ucap Rosella, namun Alden malah melepaskan tangannya.


Dan secepat kilat Rosella kembali meraih tangan Alden dan menggenggamnya "dia kakak ku" ucap Rosella yang tak dapat Alden pahami.


"jangan berbohong Ros" ucap Alden yang sudah mengetahui bahwa Rosella anak tunggal selama ini.


Rosella tersenyum "kamu tadi bertanya dimana ibu kan?" ucap Rosella.


"Hem" jawab Alden kesal karena merasa Rosella mengalihkan pembicaraan mereka.


"ibu disitu" ucap Rosella menunjuk sebuah rumah yang berada disamping rumahnya, dan masih terlihat jelas dari jendela kamarnya.


"itu rumah ibu" ucap Rosella menjelaskan "ibu sudah menikah lagi dengan ayahnya mas Ihsan" ucap Rosella yang membuat Alden tertegun.


"iya, laki-laki tadi namanya mas Ihsan saudara tiri ku sekarang" lanjut Rosella pada Alden yang masih terdiam.


Alden meraih tubuh Rosella dan mendekapnya begitu erat, seolah benar-benar takut tidak ada kesempatan lagi baginya, takut Rosella benar-benar sudah memiliki laki-laki lain.


"ceritakan semua tak terkecuali"


"tante-tante mu mengancam ku, akan mencelakai aku dan ibu jika aku tidak pergi darimu" ucap Rosella bergetar.


"sebenarnya aku memutuskan untuk pergi sementara saja, sampai kedua keluarga kita dingin terlebih dahulu".


"tapi--"


Flashback on.


Bibir wanita itu tersenyum simpul, ketika memikirkan sebentar lagi akan bertemu dengan laki-laki yang ia cintai.


Rosella mengemas pakaian nya di dalam koper, Setelah sebulan pergi, kini ia merasa sangat rindu pada belahan jiwanya.


"Ros" ucap ibu yang tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya.


"iya Bu" jawab Rosella tersenyum, senang sekali hari ini pulang.

__ADS_1


Ibu menyerahkan dua testpack yang masih dalam kemasan, yang membuat Rosella bingung "untuk apa Bu?" tanya nya.


"Periksa dulu, sepertinya dugaan ibu benar" ucap ibu tersenyum penuh arti.


"Bu tapi--".


"kamu nggak doyan makan nasi, dan suka makan yang asem-asem, juga sebulan udah telat kan mungkin lebih"


Jantung Rosella berdegup mendengar hal itu, ia tentu saja tidak paham tentang hal itu, karena ini baru pertama kalinya.


Rosella mengangguk kemudian dengan ragu meraih testpack dari tangan ibunya.


"ada caranya di kemasannya, pakai dua-duanya ya biar hasilnya akurat" ucap ibu yang membuat Rosella menundukkan kepalanya.


Rosella benar-benar ingin melawan tante-tante Alden, setelah dua keluarganya dingin, tapi bagaimana jika malah tante-tante menyakiti ia dan calon buah hati nya.


Dengan ragu Rosella mencelupkan dua testpack pada urine nya, bahkan tangannya sampai bergetar hebat.


Rosella terus menghela nafasnya, lima detik telah terlewati namun ia belum juga berani mengambil hasilnya.


Dengan ragu Rosella meraih testpack itu dengan mata yang masih tertutup, ketika Rosella membuka matanya perlahan.


Dua garis merah.


Dua garis merah terlihat dengan jelas disana, Rosella membungkam mulutnya sendiri masih tidak percaya. Rasa haru bercampur rasa bahagia bercampur menjadi satu.


Telah tumbuh satu nyawa di dalam perutnya, ini benar-benar sebuah keajaiban Tuhan yang begitu nyata.


Flashback off.


"dan sekarang dua garis merah itu sudah tumbuh menjadi anak laki-laki yang begitu tampan seperti mu" ucap Rosella tercekat menahan sesak pada lurung hatinya "Alrondo Mahendra namanya" ucapnya tersenyum bersamaan dengan air mata yang jatuh.


"katanya kamu ingin memberikan nama Mahendra dulu" lanjut Rosella.


Alden masih mematung, mencerna setiap kata-kata yang keluar dari mulut Rosella, namun tanpa ia sadari pelupuk matanya sudah begitu basah sejak tadi.


Dadanya begitu sesak dan ngilu.


.


.


.

__ADS_1


Bisanya segini dulu gaesss


Like komen and vote ya 💋💋💋💋💋


__ADS_2