
Tiba-tiba rintikan hujan turun, membasahi dua manusia yang masih saling berpelukan menyalurkan rasa rindunya..
"Ayo berteduh boy" ucap Rosella menarik tangan Axel menuju bawah pohon yang lumayan besar.
"kita akan tetap basah Mom" ucap Axel melihat sekitar "lebih baik kita pulang".
Deg!
Pulang?
Rosella menatap Axel dengan ragu, ia tahu pulang yang dimaksud Axel adalah pulang ke villa keluarga Siregar, ke villa yang menjadi saksi ia kehilangan keperawanannya, dan menyerahkan semua secara utuh pada Alden .
"Mommy masih berhutang penjelasan padaku" ucap Axel mendongak, ia tahu betul Rosella sedang bimbang.
"Mommy--" ucap Rosella yang bingung harus berkata apa.
"ayo Mom, tidak apa" ucap Axel menarik tangan Rosella menuju derasnya hujan "Daddy tidak akan marah kok" ucapnya menenangkan.
"Daddy mu juga ada disana?" tanya Rosella yang semakin takut.
Axel mengangguk "jika Daddy marah aku yang akan melindungi Mommy".
Lagi-lagi Rosella ingin menangis karena putranya yang begitu manis padanya.
"paling-paling Daddy akan memarahi kita karena hujan-hujanan" ucap Axel tersenyum kecut, mengingat kenangan beberapa tahun lalu memang Daddynya adalah manusia yang paling posesif dan tentunya Mommy akan menjadi sasaran untuk Daddy marah ketika ia minta hujan-hujanan.
Tapi sudah lima tahun ini, Axel bahkan takut menyentuh hujan tanpa Mommy disampingnya.
.......
Langkah Rosella terhenti ketika sudah sampai pada gerbang yang menjulang tinggi itu.
"Mommy ayo" ucap Axel menarik-narik tangan Rosella, bibirnya sudah memucat karena kedinginan.
Rosella mematung, kemudian menggeleng "boy, sepertinya Mommy tidak bisa" lirihnya lemah.
"apakah Mommy benar-benar tidak menyayangi ku" ucap Axel yang membuat Rosella segera menatapnya.
"Mommy mencintaimu" tegasnya "ayo" ucapnya mencoba meyakinkan dirinya untuk melangkah memasuki gerbang itu.
Axel mengetuk pintu, sedangkan Rosella masih menatap kosong pada rintikan hujan, tubuhnya menggigil.
Pintu itu terbuka . .
"Axel" ucap Andre segera memeluknya "tadi kita semua cariin kamu kemana-mana" lanjutnya lalu menatap wanita yang sedang menunduk dibelakang Axel.
"Ro-ros" Andre seolah tak percaya melihat Rosella berada disini.
"apa kabar tuan Andre?" ucap Rosella tersenyum kecut.
__ADS_1
"Siapa ndre?" teriak seseorang dari dalam.
Rosella kenal betul dengan suara itu, bahkan sudah bertahun-tahun lamanya suara itu masih saja menggetarkan hatinya.
Mata Alden membulat seketika saat melihat sosok yang berdiri dibelakang putranya.
Bajunya basah kuyup, bibirnya memucat, pandangan mereka bertemu beberapa saat, sampai akhirnya Alden memutuskan tatapan matanya.
"Axel masuk!" seru Alden yang rahangnya sudah mengeras.
"tidak!" bantah Axel lalu memeluk erat Rosella yang terlihat tidak baik-baik saja "jangan marahi Mommy ku".
Mata Alden terlihat memerah, rahangnya mengeras, dadanya naik turun karena emosi perasaan yang membuncah selama lima tahun ini yang tidak bisa ungkapan lewat kata-kata setelah bertemu dengan seorang wanita yang sampai sekarang masih berstatus sebagai istrinya itu.
Ia menarik tangan Axel dengan kasar "Daddy!, nggak mau!" ucap Axel menolak.
"mas lepaskan dia" ucap Rosella memeluk erat tubuh Axel.
"siapa kamu berani mengatur-ngatur saya! , jangan sentuh anak saya!".
Benarkan. . . Alden tidak berubah. . . pemarah, pembentak, emosian.
Tapi kali ini Rosella tidak bisa menahan air matanya untuk tidak jatuh, raut wajah pria itu menunjukkan keterlukaan yang mendalam.
"ada apa ini?" ucap wanita cantik yang baru saja keluar dari rumah itu, dengan anak perempuan digendongnya.
Tubuh Rosella lemas seketika saat melihatnya.
Apakah Alden sudah menikah lagi?
Hanya itu hal yang ada dipikiran Rosella sekarang, Alden sudah menikah dan mempunyai anak lagi.
Dengan sekuat hati dan keberaniannya Rosella menatap Alden dalam-dalam "ka-kamu sudah menikah lagi?" tanyanya dengan bibir yang bergetar, Rasa dingin dan tubuhnya yang lunglai campur aduk menjadi satu.
Alden menyeringai mendengarnya "iya, agar kamu puas ninggalin aku".
Tubuh Rosella benar-benar lemas, seolah tidak ada lagi kekuatan didalam dirinya, namun ia tetap menyempatkan untuk melengkungkan bibirnya dengan terpaksa.
"kamu baik-baik saja tanpaku" ucapnya dengan senyuman yang sangat terpaksa.
Bruk!
"Mommy!"
"Ros"
Rosella jatuh pingsan begitu saja..
"den apa maksud Lo, kenapa Lo bohong" teriak Andre segera menghampiri Rosella.
__ADS_1
Bahkan wanita yang sedang menggendong Aruna itu terlihat bingung, ia adalah Lisa model ternama yang baru saja ia kenalkan pada Alden dan mirisnya ditolak mentah-mentah oleh laki-laki tak berperasaan itu.
"biar aku yang mengangkatnya" ucap Alden begitu dingin "ambilkan baju Neta, cepat!" ucapnya lalu melangkah ke dalam rumah.
.
.
.
Alden mengganti baju Rosella dengan air mata yang terus mengalir, dadanya begitu sesak ketika melihat wanita yang sangat ia rindukan.
Namun ia sedikit terkejut ketika mendapati bekas luka jahitan pada perutnya, ia mengusapnya perlahan.
Hatinya semakin perih melihat itu.
Sakit apa kamu?, apakah sakitnya parah
kenapa dengan meninggalkan aku justru dirimu tidak baik-baik saja. . . kenapa badanmu semakin kurus seperti ini.
Alden mengusap air matanya yang lirih begitu saja.
"Daddy buka!" teriak Axel dari luar kamar, ia tergesa-gesa mandi dan berganti baju hanya karena takut Daddynya akan menyakiti Mommy nya.
Alden membuka pintu itu, Axel lalu tergesa-gesa menghampiri Rosella yang tengah terpejam di ranjang.
"Mommy" lirihnya lalu menyentuh kening Rosella, takut-takut Mommy nya demam.
Namun ia bernafas lega ketika suhu tubuh Rosella normal, ia segera membaringkan tubuhnya disamping Mommy nya, memeluknya penuh sayang dan memberikan ia kehangatan.
Mata Alden tak luput memandangi mereka berdua, ia masih terdiam sepi menatap dua manusia yang sangat berarti didalam hidupnya itu.
"den" ucap Neta yang baru saja datang, ia sungguh panik ketika Andre menceritakan semuanya.
"kamu nggak gegabah kan?" tanya Neta takut-takut Alden akan berbuat kasar pada Rosella.
Dan segila apapun Alden ia tidak mungkin menyakiti Rosella kecuali dengan mulut pedasnya.
Alden tidak menjawabnya, ia lalu meraih ponselnya dan menelepon seseorang "dok, tolong ke villa saya sekarang" ucapnya dingin.
.
.
.
DIKIT-DIKIT GAPAPA YA YANG PENTING UP , HEHEHEE
LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS , KENCENGIN YAAAA💋💋💋💋💋
__ADS_1