Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Sentuhan hangat


__ADS_3

Alden mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi, bahkan tidak memperdulikan nyawanya sendiri. hatinya begitu panas ketika melihat foto Rosella bersama Andre.


Hari sudah mulai gelap, Alden baru saja memasuki gerbang villa megah yang sebenarnya adalah miliknya ini.


Tanpa berbasa-basi ia langsung menemui Bu Listi, dan meminta Rosella untuk menemui nya di villa sebelah, villa ini terbagi menjadi tiga bagian, dan kebetulan villa tengah yang dijadikan tempat pembuatan iklan.


ia menunggu Rosella di villa sebelah, perasaan nya sungguh berkecamuk sedari tadi, rasanya ingin sekali langsung menghampiri Rosella. tapi karena Rosella tampak sibuk bersama teman-temannya Alden tidak mungkin menemui nya begitu saja. bisa bahaya jika orang kantor tahu hubungannya dengan Rosella.


Alden berdiri di balkon kamar yang biasa ia tempati jika tengah berlibur kesini. meskipun pemandangan begitu indah , hanya kabut yang berada dimatanya.


"Dad" ucap seseorang yang sangat ia kenali, bahkan sebenarnya Rosella sendiri bingung kenapa Alden bisa disini, sedangkan semuanya sudah bersiap untuk pulang.


Tanpa ba-bi-bu lagi Alden menghampiri Rosella lalu memeluknya dengan erat, bukan rasa marah namun terlebih karena takut kehilangan. bagaimana jika Rosella tergoda oleh pesona Andre.


"ada apa?" tanya Rosella mengerutkan keningnya, saat tingkah Alden begitu aneh.


Alden melepaskan pelukannya sembari menatap Rosella dari ujung rambut hingga ujung kaki.


"lepas ini!" ucap Alden menunjuk kaos yang dikenakan oleh Rosella.


"ke kenapa?" Rosella sungguh tak paham dengan Alden.


"lepas Ros!" ucap Alden meninggikan suaranya.


"ta tapi aku tidak membawa baju ganti" ucap Rosella takut.


"kita akan menginap disini" ucap Alden menarik tangan Rosella agar memasuki kamarnya. ia membantu Rosella melepaskan kaos itu dengan hati-hati, Sebenarnya kaos itu adalah kaos favorit Andre. Rasanya semakin geram ketika Rosella yang memakai nya.


Alden melemparkan kaos itu pada tempat sampah, Sedangkan Rosella menutupi dadanya dengan kedua tangannya.


ia hanya memakai bra saat ini, dan tidak ada pilihan lain kecuali membuka kaos itu daripada Alden marah-marah lagi.


Alden menelan ludahnya kasar saat melihat kulit mulus nan sintal milik Rosella, kedua tangan Alden menarik tangan Rosella agar mendekat padanya.


"jangan malu" bisiknya dengan sensual.


Rosella hanya menundukkan pandangannya, ini pertama kalinya ia bertelanjang seperti ini didepan Alden.


Alden menuntun Rosella agar berbaring diranjang king size itu. Rosella benar-benar takut memikirkan hal yang iya-iya, melihat mata Alden yang sudah mulai sayu , bahkan saat ini Alden sudah menindihnya dan hembusan nafasnya begitu dekat lalu. . .


Cup. . . cup. .


Alden meninggalkan beberapa kecupan pada seluruh wajah Rosella, "Ros, aku ingin memiliki mu seutuhnya" ucap Alden menatap Rosella begitu serius.

__ADS_1


Rosella yang sudah mulai panas karena ciuman singkat Alden hanya bisa mengangguk dengan malu.


ia sangat menginginkan hal yang lebih dari ini, sentuhan Alden bagaikan candu untuknya, selalu membuat nya ingin lagi dan lagi. .


Alden membantu Rosella untuk benar-benar menanggalkan seluruh pakaiannya, Rosella benar-benar sangat seksi sekarang. Alden sendiri dengan tidak sabar membuka bajunya sendiri kemudian meraup bibir Rosella dengan lembut.


"setelah ini aku tidak akan membiarkan mu untuk pergi dariku, sejengkal pun" ucap Alden yang terdengar merdu ditelinga Rosella.


Mata Rosella begitu terkesiap ketika melihat sesuatu yang sudah tegak dibawah sana.


"Dad, aku takut" ucap Rosella dengan jantung yang berdebar.


"aku akan pelan"


"apakah muat?" tanya Rosella dengan polosnya, Alden menahan senyumnya saat mendengar itu.


"muat" ucap Alden tersenyum jahil, ia menyingkirkan tangan Rosella yang terus menutupi miliknya.


"Apakah kamu sudah siap untuk memiliki anak dariku" ucap Rosella yang membuat Alden menoleh padanya.


"sejak aku meminta mu pada ibumu, aku sudah sangat siap untuk memiliki anak denganmu".


Rosella mengangguk "aku siap untuk merawat anak-anak mu" ucap Rosella yang membuat Alden semakin bersemangat.


Rasanya lega , sangat lega bebannya sudah hilang begitu saja, nikmat nya kesucian Rosella yang ia jaga utuh untuk dirinya. Sentuhan yang sangat hangat dan memabukkan ini membuat ingin terus melakukannya, tapi ia menahannya karena Rosella terlihat kesakitan.


Alden sangat tahu, dengan pekerjaan Rosella sebagai Bartender pasti sangat sulit untuk mempertahankan kehormatannya.


"terimakasih istriku" ucap Alden mengecup kening Rosella yang masih basah, pipi Rosella dipenuhi dengan buliran air mata.


Rosella mengangguk lalu mengeratkan pelukannya pada Alden , senang sekali rasanya bisa memberikan apa yang telah ia jaga pada laki-laki yang berstatus sebagai suaminya.


"maaf ya, pasti sakit ya" ucap Alden kembali merasa bersalah, bahkan ia melihat sendiri Rosella sampai berdarah.


"tidak apa-apa Dad, peluk saja aku" ucap Rosella.


Alden memeluk Rosella sampai akhirnya mereka berdua benar-benar terlelap.


.


.


.

__ADS_1


Udara yang begitu dingin membuat dua orang ini semakin mengeratkan pelukannya, Alden membuka matanya perlahan. . . ia melihat jendela yang terbuka menampakkan langit malam yang begitu dingin.


Setelah membersihkan diri, Alden duduk bersila menghadap ke Rosella. Memandangi wajah cantik Rosella yang masih terlelap.


Mata Rosella sayup-sayup terbuka saat merasakan sebuah tangan membelai pipinya.


"mandi sama makan dulu nanti tidur lagi" ucap Alden dengan lembut lalu mengecup kening Rosella.


Rosella tersenyum kecil dengan pipi yang merona, ia sangat malu saat ini. Alden sudah segar sehabis mandi sedangkan dirinya masih dengan rambut yang berantakan dan juga wajah yang kucel.


"aku nggak bawa baju Dad" ucap Rosella yang teringat akan hal itu.


"pakek bajuku di lemari, aku mau memasak dulu untuk mu" ucap Alden mengusap rambut Rosella kemudian meninggalkan nya.


.


.


.


Rosella menuruni tangga dengan kaos Alden yang kebesaran serta celana training milik Alden . sebenarnya bagian bawahnya begitu nyeri dan perih tapi ia malu jika Alden mengetahui hal itu.


"masih sakit ya?" ucap Alden yang sedang memasak, ia sedikit merasa bersalah ketika melihat cara berjalan Rosella yang tak seperti biasanya.


"sedikit kok" ucap Rosella nyengir kuda.


Rosella menghampiri Alden yang begitu lihai dengan alat-alat dapur "aku baru tahu kalo kamu juga bisa masak Dad" ucap Rosella seraya melingkarkan tangannya pada perut Alden.


Alden tersenyum hangat saat merasakan rengkuhan Rosella "maka dari itu aku ingin memasak untuk mu" ucap Alden menoleh untuk mengecup sekilas pipi Rosella.


tok. .tok. .


"Dad siapa malam-malam begini yang mengetuk pintu" ucap Rosella panik.


.


.


.


Udah gol ya HAHAHAHAHAHA. . . .


LIKE KOMEN AND VOTE 💋💋💋💋💋

__ADS_1


__ADS_2