
Rosella menggeleng "cukup kamu mengakui aku sebagai istri mu, tidak perlu embel-embel seperti itu yang hanya akan membuat orang segan padaku" ucap Rosella tersenyum.
Oh, begitu bangganya Alden memiliki istri yang tidak memikirkan harta ataupun kekuasaan.
Alden mengangguk paham, lalu membawa Rosella agar bersandar pada pundaknya yang nyaman.
Rosella menikmatinya, sungguh tiada yang lebih indah kecuali cinta dalam pernikahan, tapi akankah selamanya indah seperti ini, bagaimana jika ada kerikil kecil yang menganggu nya nanti,
yang pasti ia hanya bisa berdoa untuk kelanggengan rumah tangga nya.
...........
"capek?" tanya Alden pada Rosella yang terus menempel pada kasur setelah mereka sampai di rumah.
Rosella mengangguk dengan lemah "Axel sudah tidur Dad" ucapnya memberi tahu.
"iya Mom , dia menunggu kita sedari tadi kata mbak" ucap Alden ikut berbaring pada ranjangnya.
Rosella menatap langit-langit kamarnya, benar-benar lelah sekali setelah beberapa hari berkeliling dengan Alden .
"Dad besok aku mau tidur saja" ucapnya pada Alden mengingat besok masih hari Minggu.
"kamu lupa , kamu sudah berjanji pada Axel untuk mengajaknya jalan-jalan" ucap Alden tersenyum kecil.
"oh iya" ucap Rosella lemah "yaudah deh gapapa sore aja ya" ucapnya lalu beralih menatap Alden.
"iya mommy" ucap Alden lalu duduk "sini aku pijet" ucapnya menawarkan diri, karena juga karena melayani dirinya pagi dan malam membuat Rosella kelelahan.
Rosella mengganti posisi nya dengan tengkurap, ia tersenyum saat merasakan tangan Alden menari-nari diatas punggung nya "enak dad" ucapnya dengan mata terpejam.
"ya iyalah, masa yang enak aku terus hahaha".
"Daddy!".
"tidurlah Mom, tidurlah" ucap Alden terkekeh.
...........
"ganteng nya anak Mommy" ucap Rosella setelah merapikan rambut Axel, mereka sedang bersiap-siap untuk pergi ke taman hiburan.
"Mommy juga cantik" ucap Axel tersenyum kecil, anak kecil ini terus menempel pada Rosella semenjak bangun tidur, karena alasan kangen tentunya.
Alden memasuki kamarnya lalu tersenyum saat melihat Rosella sedang mendandani Axel, "sudah siap?" tanya Alden.
"sudah Daddy" jawab Axel bersemangat.
"masih lemes?" tanya Alden karena Rosella tampak tak bersemangat.
"sedikit" jawabnya lalu mengusap sudut bibir Alden yang terkena kopi sepertinya.
"dia pasti akan mengerti jika kamu bilang capek" ucap Alden lirih.
__ADS_1
"jangan Dad, aku tidak ingin dia kecewa" ucap Rosella menatap Axel yang sedang asik mengaca.
"baiklah ayo turun, ayo turun boy" ucap Alden yang membuat Axel segera menghampiri mereka.
Mereka menuruni tangga dengan tangan yang terus bertautan satu sama lain, Rosella dan Alden tidak berhenti-henti nya tertawa karena tingkah lucu Axel.
"den" panggil mamahnya menghampiri mereka.
"ada apa mah?" tanya Alden.
"ada Andre sama Neta diruang tamu" ucap mamah "kalian pergi berempat aja" lanjutnya, Axel melompat kegirangan karena senang.
Berbeda dengan Rosella yang tampak mematung.
Mereka bertiga lalu menuju ruang tamu "Aunty, uncle!" teriak Axel berlari menghampirinya mereka.
"anak ganteng" ucap Andre mencubit gemas pipi Axel.
"ganteng banget sih" ucap Neta melihat dandanan Axel yang tidak seperti biasanya.
"kan mau jalan-jalan sama uncle dan aunty juga ya" ucapnya memohon.
"mau kemana den?" tanya Andre setelah Rosella dan Alden duduk dihadapan mereka.
"taman bermain, kita kesana saja" jawab Alden menatap Rosella lalu dibalas dengan anggukan.
"gimana ta?" tanya Andre ragu, namun ia juga tidak bisa selamanya bersikap canggung pada Rosella dan Alden, lebih baik ia segera memperbaiki hubungan persahabatan nya.
"iya boleh" jawab Neta yang sebenarnya masih kesal dengan Alden.
Mereka semua berada dalam satu mobil, Rosella bersama Alden berada didepan sedangkan dibelakang ada Andre, Neta dan juga Axel.
Sungguh Rosella merasa canggung jika seperti ini, namun ia tetap bersikap santai dan biasa-biasa saja.
Alden yang sedang mengemudi menatap sekilas Rosella yang nampak pucat, dahinya dipenuhi dengan buliran keringat kecil.
"are you okay?" tanya nya.
Rosella mengangguk lalu memaksakan senyumnya "ya Dad".
"abis begadang ya" goda Neta tersenyum samar.
"ta ada anak kecil" ucap Andre mengingatkan bahwa ada Axel di pangkuannya.
"iya-iya".
Alden memberhentikan mobilnya pada taman hiburan yang cukup ramai di sore ini, mereka berjalan beriringan dengan Axel yang berada dalam gendongan Andre.
"mau naik apa?" tanya Andre melihat sekitar.
"kuda" ucap Axel menunjuk patung-patung kuda yang berputar itu.
__ADS_1
"ayoooo" ucap Andre bersemangat.
Andre, Alden dan Axel menaiki wahana itu, sedangkan Rosella dan Neta duduk sembari menatap mereka.
"sori Ros, aku kemarin sempat emosi" ucap Neta memulai pembicaraan.
"iya gak papa" jawab Rosella tersenyum.
"aku merasa terpukul ketika melihat Andre terluka seperti itu" ucap Neta memandangi laki-laki itu "tapi disisi lain aku bahagia karena kamu memilih Alden" ucap Neta yang membuat Rosella mengernyit.
"aku suka sama Andre sejak dulu" ucap Neta tersenyum kecut.
Rosella mengerjapkan matanya tak percaya, percuma saja selama ini ia cemburu berlebih pada Neta yang sebenarnya menyimpan rasa pada Andre.
"aku rasa kalian cocok" jujur Rosella "kalian sangat serasi ketika bersama".
lagi-lagi Neta tersenyum kecut "sayangnya dia hanya memandang ku sebagai sahabat, dan aku juga sudah terjebak dalam friendzone ini. . . aku sudah sering bersentuhan dengannya, tapi menurutku responnya sangat biasa" lanjutnya.
"Eh , maaf jadi curhat".
"tidak apa-apa, aku harap kita bisa dekat" ucap Rosella tersenyum menatap Neta.
"Mommy!" panggil Axel berlarian kearahnya, Rosella tentu saja menyambut nya dengan pelukan.
"Daddy mana?" tanya Rosella ketika hanya mendapati Andre dibelakang Axel.
"ke toilet sebentar" jawab Axel lalu bersandar pada dada Rosella, matanya menatap berbinar kesana-kemari.
"mau minum itu" ucap Axel menunjuk pedagang minuman disana.
"turun dulu biar Mommy belikan" ucap Rosella mengusap rambut Axel.
"biar uncle saja yang belikan" ucap Andre tiba-tiba lalu segera berjalan menuju pedagang itu, ia tidak tega melihat Rosella lemas dan seperti nya kelelahan itu, sebenarnya apa yang dilakukan Alden sampai-sampai Rosella terlihat lelah sekali seperti itu, sial!.
"seperti nya aku memang tidak bisa masuk ke hatinya" ucap Neta memandangi punggung Andre.
"ta, jangan seperti itu".
"aku sudah mengenalnya lama Ros, aku tahu betul dia sedang khawatir padamu" ucap tersenyum kecut.
"jujur saja padanya, siapa tahu dengan begitu dia bisa membuka hatinya untuk mu" ucap Rosella yang masih memangku Axel.
Neta menggelengkan kepalanya "perasaan ku sudah terlalu lama, dan mungkin sudah membusuk didalam sana, apakah aku harus benar-benar melupakan perasaan ini Ros".
"ta-"
"perasaan apa?" tanya Alden yang baru saja datang.
.
.
__ADS_1
.
MOHON DUKUNGANNYA TETAP LIKE KOMEN DAN VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GAESSSSS 💋💋💋