Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Sangat bahagia


__ADS_3

Temaram lampu, serta merdunya suara jangkrik malam ini menemani kehangatan keluarga kecil yang baru saja dipertemukan oleh takdir.


Bibir Rosella tak henti-hentinya tersenyum ketika melihat Alron yang sudah terlelap memeluk Alden dengan eratnya. Rosella paham atas apa yang dirasakan putranya, ia rindu sosok seorang ayah dalam hidupnya, yang baru ini ia rasakan.


"Mas" panggil Rosella dengan lembut, dengan segelas susu hangat ditangannya, ia segera menghampiri Alden yang sudah berbaring.


Alden melepaskan pelukan Alron dengan hati-hati, lalu ia beranjak duduk "apa?" tanya nya.


"ini susu nya" ucap Rosella menyerahkannya.


Alden tersenyum karena Rosella masih mengingat kebiasaannya sebelum tidur. Tapi sayangnya sejak Rosella pergi hanya alkohol yang bisa membuatnya terlelap.


"terimakasih" ucapnya lalu segera meneguk susu itu, bahkan hingga tandas. Lalu meletakkannya di atas nakas.


Alden raih tangan Rosella lalu mengecupnya, memandangnya penuh cinta, seolah tak percaya melihat Rosella sekarang berada dihadapannya.


"aku kangen" lirih Alden tersenyum.


"aku juga" balas Rosella tak mau kalah.


Alden menoleh pada Alron yang terlelap, lalu mengusap rambut nya "dia adalah hadiah terindah, terimakasih" ucap Alden, yang entah sudah keberapa kalinya ia mengucapkan kata itu.


"iya mas" ucap Rosella kemudian menutupi tubuh Alron dengan selimut.


"Sayang"


Deg!


Debaran jantung Rosella tak terkendali ketika Alden memanggilnya seperti itu "iya mas" jawabnya tersipu.


Ah, kenapa harus malu-malu seperti ABG.


"kamar sebelah kosong kan?" tanya Alden yang membuat Rosella menunduk dan mengangguk kecil, senyuman yang malu-malu malah membuat Alden semakin gemas dan ingin segera memakannya malam ini.


"tapi dia nggak papa?" tanya Alden menoleh pada Alron.


Duh, jadi bertambah malu Rosella, ya jelas tidak papa, memangnya kenapa.


"dia kalo udah tidur nggak akan bangun sampai besok pagi" ucap Rosella malu.


"Oh, berarti sampai pagi ya" ucap Alden tersenyum jahil.


"Massss" ucap Rosella yang hendak mencubit Alden, namun Alden segera menahan tangannya.


Ia raih tubuh Rosella untuk dibopong.


Malu, malu, malu!


"mass" gerutu Rosella lagi. Kenapa seperti malam pertama begini.


Alden tidak mempedulikannya, ia membawa Rosella ke kamar sebelah, membuka pintu dengan kakinya.


Lalu ia baring kan tubuh Rosella pada kasur yang terletak dibawah itu.


"emang nggak ada ranjangnya ya?" tanya Alden yang tak biasa.


"inikan untuk Alron waktu kecil, biar dia nggak jatuh".


Alden mengangguk, lalu meraoh kancing daster Rosella "bagus, malah nggak bersuara" ucapnya begitu serius.


"mana bisa" ucap Rosella tanpa sadar.


"yang penting jangan sampai Alron bangun" ucap Alden segera melepaskan pakaiannya sendiri setelah melepaskan pakaian Rosella.


Rosella menelan ludahnya kasar ketika melihat sesuatu yang sudah tegak, sudah lama rasanya tidak merasakannya.

__ADS_1


"dia benar-benar menginginkan mu dan merindukanmu" ucap Alden mengecup bibir Rosella dengan lembut.


"Engh" Rosella menggeliat ketika Alden meninggalkan gigitan kecil pada lehernya.


Tapi ia mengingat sesuatu "mas" ucapnya menahan dada Alden.


"Hem" jawab Alden dengan mata sayu nya.


"se-selama lima tahun ini kamu nggak mencari kepuasan diluar sana kan?" tanya Rosella yang baru menyadari bahwa hasrat suaminya juga perlu disalurkan.


"nggak lah" ucap Alden cepat "mana mungkin, a-aku melakukannya sendiri" ucap Alden begitu malu.


Rosella tersenyum dan segera membungkam mulut Alden dengan ciuman.


"huh" akhirnya kepuasan itu Alden dapatkan, akhirnya. . . ia benar-benar legah.


"terimakasih Mommy" ucap Alden segera memeluk tubuh Rosella dan menyelimutinya.


"puas?" tanya Rosella yang sudah benar-benar lemas.


Alden mengangguk "kamu belum?" tanyanya menoleh.


"Eh, tidak.. bukan begitu, aku sudah" ia sudah tidak kuat lagi, badannya benar-benar remuk.


Alden tersenyum "bagaimana mungkin aku tidak bisa memuaskan mu".


"Daddy!".


"aku ingin segera memiliki anak lagi Ros" ucap Alden sembari mengecup kening Rosella.


Rosella mengangguk "sedikasihnya saja, lagian kasian Axel sama Alron masih kecil".


"Mereka sudah besar Ros, aku ingin sekali mengurus anak-anak denganmu, karena aku telah melewatkan kesempatan untuk melihat Alron tumbuh".


"iya-iya mas aku paham, aku juga sudah siap mengandung lagi".


"terimakasih sayang".


Anak kecil itu begitu riang pagi ini, dengan rambut yang tertata rapi serta seragam sekolahnya.


"antal Daddy, antal Daddy" ia begitu riang bernyanyi.


"iya-iya biar Daddy yang anter" ucap Rosella menghampiri Alron dengan tas kecil milik Alron.


"Daddy mana Mom?" tanya Alron melihat sekitar.


"Daddy sudah didepan sayang, ayo" ucap Rosella menuntun tangan mungil itu.


Terlihat Alden yang sedang memanaskan mesin motornya di halaman, ia tersenyum pada dua manusia yang baru saja keluar dari rumah.


"Mommy ikut kan?" tanya Alden.


"kamu aja mas, aku mau ke pasar".


"aku kan belum tahu sekolah Alron" ucap Alden berbohong "sekalian abis itu aku anterin ke pasar".


"yaudah deh".


Bahagia...


Satu kata yang tergambar jelas diraut wajah mereka bertiga. Alron duduk didepan sedangkan Rosella memeluk erat perut Alden dari belakang.


Bibir ketiganya tidak berhenti melengkung, sesekali anak itu berceloteh dengan gemas.


"Mom" ucap Alden melirik Rosella dari kaca spion.

__ADS_1


"apa Dad?".


"kamu nggak lupa kan kalo besok pengambilan raport Axel".


"iya, besok kita kesana tapi aku belum ingin membawa Alron, aku ingin melihat kondisi disana dulu" ucap Rosella berubah menjadi serius.


Baiklah Alden mengerti betapa takutnya istrinya ini, "iya besok aku akan memberi tahu mu bagaimana kehidupan keluarga ku sekarang".


"kok Allon nggak diajak?" ucap Alron mengerucutkan bibirnya.


"nanti sayang, abis itu Mommy janji akan ajak adek ketemu sama Abang" ucap Rosella.


"celius?".


"iya".


"kamu juga kasih tahu dia kalau punya Abang?" tanya Alden yang terenyuh akan hal itu.


"iya mas, aku selalu menceritakan semuanya tentang Axel padanya".


Alden menggenggam tangan Rosella yang melingkar diperutnya "terimakasih" ucapnya karena telah mendidik Alron begitu baik.


"sudah kewajiban ku".


"holleeee, Allon mau ketemu sama Abang" ucap Alron bersorak gembira.


Alden dan Rosella tersenyum karena itu.


Hanya butuh waktu beberapa menit mereka sampai disekolah Alron, terlihat beberapa orang tua juga mengantarkan anaknya berlalu lalang.


Alron mencium tangan kedua orangtuanya.


"Daddy nanti jemput ya" ucap Alron tersenyum.


"iya sayang, pasti" ucap Alden membungkuk dan mencium kening Alron.


"Mommy uang jajan" ucapnya mengadahkan tangannya dan memamerkan gigi nya.


Alden memegang tangan Rosella ketika Rosella hendak membuka tas nya.


"biar aku saja" ucap Alden segera meraih dompetnya dan membukanya.


"mas" gerutu Rosella saat Alden menyerahkan selembar uang seratus ribuan pada Alron.


"buat jajan, nggak papa" ucap Alden.


"Alon nggak mau, mau yang walna cokelat aja" ucap Alron menolak uang itu.


"cokelat?" tanya Alden tak paham.


"lima ribuan" ucap Rosella segera memberikan uang itu pada Alron.


"nggak kurang?" tanya Alden.


"segitu cukup mas, anak kecil nggak boleh dibawain uang yang terlalu banyak"


"yaudah simpen aja" ucap Alden memberikan uang nya tadi.


Setelah Alron masuk ke sekolah Rosella dan Alden hendak pergi.


"loh Mommy nya Alron" ucap sekumpulan bapak-bapak yang juga sedang mengantarkan anaknya.


"i-iya pak".


"tambah cantik ya" ucap seorang bapak-bapak lagi.

__ADS_1


Alden meraih tangan Rosella dan menatap tajam pada tiga bapak-bapak yang menggoda istrinya itu.


LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋💋💋


__ADS_2