Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Anak pertama


__ADS_3

Setelah makan malam bersama, mereka kembali berbincang diruang tamu. Mendengarkan celoteh Renal panjang lebar.


"Jadi gimana, jadi nikahnya sama tante-tante anak satu" goda Rosella yang mendengarkan cerita Renal.


"Ogah gue kalo yang udah ada buntutnya, mau cari janda kaya yang belum punya anak" ucap Renal yang membuat Mimi melemparinya dengan bantal.


"Mana ada yang mau sama Lo" sahut Mimi.


"Ya, jodoh mana ada yang tahu sih Mi. Kalau pak Alden punya kenalan boleh loh pak, saya juga mau" ucap Renal pada manusia yang hanya terdiam sembari merangkul pundak Rosella sedari tadi.


"Tidak" Jawaban singkat, jelas dan begitu padat.


Renal mencebikkan bibirnya, bagaimana bisa Rosella betah dengan laki-laki yang seperti itu. Mendingan dirinya kemana-mana, ganteng, humoris, meskipun sedikit kere hahaha.


Mimi tampak memperhatikan jam tangannya "Udah nal, ayo pulang udah jam sepuluh. Rosella lagi hamil nggak baik tidur malam-malam" ucap Mimi segera beranjak.


"Yaudah deh" sahut Renal pasrah.


Alden dan Rosella mengantarkan mereka sampai ambang pintu. Mimi memeluk Rosella "Jangan lupa main ke tempat ku, alamatnya masih sama seperti yang dulu kok" ucapnya mengelus-elus perut Rosella.


"Iya mi, Mimi hati-hati ya" ucap Rosella.


"Mau juga dong elus perut" sahut Renal tersenyum kecil.


"Jangan harap!" ucap Alden dingin.


"Dih, emang nih bapak-bapak nggak ada asik-asiknya ya" ucap Renal kesal.


"Udah-udah" ucap Rosella jengah dengan pertengkaran mereka berdua.


"Ayo nal" Mimi segera menyeret manusia berisik itu.


"duluan ya Ros" ucap Mimi melambaikan tangannya.


"iya Mi!".


.


.


.


"Mas, aku mau lihat anak-anak dulu" ucap Rosella ketika Alden baru saja memasuki kamar dengan segelas susu putih ditangannya.


"Minum dulu" ucap Alden menyerahkan nya.


"ini susu aku" tanya Rosella.


"iya".


"Aku kan bisa buat sendiri mas" ucap Rosella meraih susu itu dan meneguknya.

__ADS_1


"Sudah ku bilang, andalkan aku dalam melakukan apapun" jawab Alden mengusap bekas susu pada bibir istrinya.


"Jangan lama-lama, udah malem" peringat nya sebelum Rosella meninggalkan kamar.


"Iya sayang".


Rosella memasuki kamar tidur yang sudah sunyi. Terlihat Alron sudah terlelap dengan posisi tak karuan, Sedangkan Axel masih duduk di meja belajarnya.


"Sayang" Rosella memasuki ruangan itu dengan suara pelan.


"Mommy" sahut Axel menoleh.


Rosella membenarkan posisi tidur Alron, menyelimutinya lalu mengecupnya dengan sayang. Setelah itu ia mendekati Axel dan duduk disampingnya.


"Lagi apa, kok belum tidur?" tanya Rosella mengusap rambut Axel sembari memperhatikan buku didepan Axel.


"Ngerjain PR Mom" jawab Axel tersenyum.


"Kok nggak suruh Mommy bantuin, kan bisa minta tolong Mommy sore tadi" ucap Rosella mengecup kening anaknya yang sudah begitu besar ini. Rasanya masih tidak rela anaknya tumbuh secepat ini.


Axel yang tengah menulis segera menutup bukunya "Sudah selesai kok Mom".


"Boy, kenapa nggak minta tolong Mommy?" tanya nya sekali lagi "Nggak boleh ngerjain PR sampai larut malam begini, Mommy nggak ijinin".


Dengan senyuman Axel menggeleng "Mommy kan lagi mengandung adik bayi" ucapnya mengusap perut Rosella "Axel nggak mau Mommy kecapekan".


Batin Rosella terenyuh mendengarnya, segera memeluk Axel "Mommy nggak akan capek" Isak Rosella yang tidak bisa membendung rasa sedihnya.


Axel memeluk tubuh Rosella yang begitu hangat, kasih sayangnya sungguh luar biasa meskipun ia bukan ibu kandungnya "Axel benar-benar tidak ingin Mommy lelah, Axel takut Mommy pergi lagi. dan Axel juga tahu Mommy capek sama adek yang rewel terus, belum lagi adik bayi didalam sini" ucapnya mengusap perut Rosella.


Rosella menggeleng "Apapun yang terjadi Mommy tidak akan pergi lagi nak. Maka dari itu selalu repotkan Mommy supaya Mommy tidak pergi".


Axel mengangguk "Makasih sudah sayang sama Axel meskipun Axel bukan anak kandung Mommy".


Ya, anak kecil ini sudah tahu semuanya. Sejak ia Mulai tumbuh, Jessica sang ibu kandung sering kali menghubungi nya untuk menghibur atas kepergian Rosella waktu itu. Tapi Axel belum bisa menerima semua, menerima Jessica yang tidak mengurus nya sejak kecil.


"Nak lihat Mommy" Rosella menangkup wajah Axel agar menatapnya "Bagi Mommy Axel itu anak Mommy, nggak ada bedanya sama Alron sama adik bayi. Axel tetep Abang dari adik-adik".


Tangan mungil itu mengusap air mata yang berjatuhan pada pipi Rosella "Axel tahu Mom, maaf ya . . . mulai sekarang Axel akan cerita pada Mommy tentang apapun itu".


Rosella segera mengangguk "Kamu boleh merengek, rewel, atau minta apapun pada Mommy seperti kamu masih kecil. Jangan pikirkan apapun, selagi Mommy bisa Mommy akan memenuhi semua keinginan Abang".


"Iya Mom" ucap Axel yang semakin mempererat pelukannya "love you" ucapnya lagi.


"Love you too boy" Rosella menghujani wajah tampan Axel dengan ciuman.


"Mommy?".


"iya sayang".


"Hari ini Axel mau di puk-puk Mommy sebentar boleh?" ucapnya penuh harap.

__ADS_1


Rosella mengangguk "pasti, Mommy bikinin susu dulu ya" ucap Rosella tersenyum.


"Nggak usah-".


"Harus mau" sela Rosella yang tahu Axel tidak mau merepotkan nya.


"iya Mom" ucap Axel mengalah.


Setelah meminum susu dan menyuruh Axel untuk sikat gigi. Rosella berbaring menunggu Axel yang masih dikamar mandi.


"Sini" ucap Rosella menepuk-nepuk sisi kosong ranjang itu.


"Aku di tengah?" tanya Axel lagi.


"Iya nggak papa, adek kamu juga udah tidur kok".


Axel segera bergabung dalam selimut nya nyaman itu, memeluk Mommy dengan erat. Jarang-jarang sekali adiknya mau mengalah jika soal tidur dengan Mommy.


"Cepat tidur sayang" ucap Rosella setelah memberikan kecupan manis pada kening Axel.


"Iya Mommy, nanti kalau aku sudah tidur Mommy boleh kembali ke kamar, kasian Daddy" seru Axel dalam rengkuhan Rosella.


"Iya, tidurlah. Tidak usah memikirkan Daddy mu" Rosella mengusap punggung Axel.


"Mom, Axel boleh belajar kelompok di rumah teman besok?" tanya Axel yang memang tidak pernah keluar rumah. Tentu saja karena Alden tidak mengijinkannya.


"Boleh, mau Mommy temani?"


Axel terkekeh karena itu "Aku pasti diejek anak mami sama teman-teman".


"Yasudah kalau begitu besok Mommy jemput. Mommy mau kenalan sama teman-teman Axel. Kapan-kapan ajak mereka kerumah juga".


"Iya Mommy".


"Axel, dengarkan Mommy ya. Sebagai anak pertama dan Abang dari adik-adik memang kamu perlu bersikap dewasa, memberi contoh yang baik serta menjaga adik-adik mu nantinya"


"Tapi jika bersama Mommy ataupun Daddy, kamu tetap bayi kecil kita. Boleh manja, merengek, atau komplain tentang apa saja. Tapi ingat, tetap dalam hal yang baik ya".


"Apapun yang kamu mau yang kamu lakukan Mommy akan mendukung itu selama dalam hal yang baik dan positif" jelas Rosella panjang lebar. Karena Alden adalah orang yang selalu melarang dalam ini itu, Tapi Rosella ingin memberikan sedikit kebebasan untuk anak-anaknya itupun masih dalam pengawasan nya.


Alden memang sibuk sehingga melarang ini itu, Tapi dirinya tidak sibuk dan akan terus mengawasi anak-anaknya. Tapi tetap saja ia harus membicarakan semua dengan Alden terlebih dahulu.


Bukankah begitu?, mereka juga sedang belajar dalam mengurus dan mendidik anak-anak. Jadi ia pikir kompromi adalah salah satu tiang penyangga dari semua itu.


.


.


.


LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋

__ADS_1


__ADS_2