
kini hanya aku berdua dengan Alden duduk di mobil yang hening ini , isakan ku masih sedikit bergema karena aku tidak bisa menahan sesaknya dadaku saat ini.
dia melepaskan jaketnya dan memberikan nya padaku , bahkan tanpa berbicara apapun.
"terimakasih, maaf sudah merepotkan.. bapak turunkan saya disini saja"
"dimana tempat tinggalmu"
"di jalan xxxx"
"jauh, kita kerumahku saja"ucapnya santai
kenapa dia selalu berkata seenaknya ,
"tapi pak"
tanpa aku sadari , mobil sudah berhenti didepan rumahnya. karena aku pernah mengantarkan Axel waktu itu.
tentu saja rumahnya sepi ini masih jam 4 pagi.
dia mengajakku ke sebuah kamar, tapi sepertinya bukan kamarnya karena tidak ada barang-barang disini.
dia meninggalkan ku. ..
aku duduk di tepi ranjang dengan tubuh yang menggigil,
"ini". . . dia datang kembali dan membawakanku handuk beserta satu kaos putih polos. tapi kenapa tidak ada celananya inginku protes.
"itu kamar mandinya" katanya lalu pergi
aku bergegas untuk membersihkan diri , selesai mandi aku sebenarnya malu hanya mengenakan kaos putih ini, dadaku menerawang, tapi untung kaosnya besar jadi lumayan seperti dress kalo ku pakai.
oh iya aku mengingat sesuatu tadi mimi menitipkan celana di tasku dan aku mencarinya.
__ADS_1
celana hitam yang sangat pendek aku memakainya , tapi sama saja tidak kelihatan kalo aku sedang memakai celana, karena kaos ini menutupinya. masa bodolah yang penting aku memakai celana...
aku merebahkan diri di kasur yang nyaman ini , meskipun masih terbayang tentang max.
.
.
.
Alden POV
setelah mandi aku memutuskan duduk disofa depan kamar gadis itu, jujur aku sedikit khawatir mukanya pucat sekali. . .
aku sebenarnya terus memikirkan apa yang kukatakan tadi ,hah ...calon suami. . .hah pasti aku sudah gila...
..
"Al, kamu ngapain tidur disini"
"kamu baru pulang?" tanya mamahku
"iya beberapa jam yang lalu. . .ehmmm. . mah?"
"apa?" kata mamahku yang sedari tadi memainkan ponselnya tanpa menatapku.
"Alden mau tidur, mamah lihat gadis itu" kataku sambil melihat ke arah kamar tamu.
"haaa , gadis? siapa?"
bahkan aku tidak tau harus menyebutnya siapa, sebenarnya aku sudah tau namanya . .tapi rasanya malu sekali bila harus mengucapkan namanya..
"anak temen mamah" kataku sambil berlalu
__ADS_1
mamahku langsung menuju ke kamar tamu.
Aku berniat untuk mengistirahatkan tubuhku yang kaku karena tidur disofa, aku berbaring di ranjang ku yang nyaman.
"Alden...!"
aku sudah tau ini, mamahku pasti akan mengajukan seribu pertanyaan untukku.
dia membuka pintu kamar ku, lalu duduk disamping ku.
"kok kamu bisa sama Rosella" terlihat senyuman itu menghiasi bibirnya.
"tadi ketemu di jalan mah"
"tapi tunggu dulu, kamu apain dia?"
aku mengernyitkan dahiku "maksud mamah"
"dia demam"
"dia kehujanan di jalan , dini hari tadi . . .dan Alden tidak sengaja melihatnya"
"akhirnya anak mamah berbakti pada orang tua" mamah tertawa
"maksud mamah" padahal selama ini aku selalu menuruti mamah , kecuali tentang perjodohan
"pokoknya mamah nggak mau lama-lama, kamu harus segera melamar dia"
"tapi mah.."
tanpa mendengarkanku , mamahku pergi begitu saja dari kamar ku...
andai saja aku tidak menuruti, kata-kata Andre untuk menjemputnya pagi-pagi buta. . . pasti aku tidak bertemu dengan gadis itu, tapi apa yang akan dilakukan gadis itu jika aku tidak menolongnya. dan siapa laki-laki tadi sebenarnya.
__ADS_1
-
Matahari sudah tidak terasa kehangatannya , gelappun mulai menyelimuti langit-langit yang terasa dingin ini.