Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Langit dan bumi


__ADS_3

"a aku, ehm. . . aku hanya ingin mengawasi kinerja kalian , tapi terlambat" dalih Alden.


"oh" Rosella menganggukan kepalanya, tampak percaya begitu saja.


"dan. . "


"dan apa?" Rosella menaikan alisnya menunggu lanjutan Alden.


"dan aku melihat fotomu bersama Andre" ucap Alden meraih ponselnya yang terletak di atas meja, kemudian menunjukkan nya pada Rosella.


Rosella menutup mulutnya seolah tak percaya, bagaimana mungkin ia tertipu oleh perkataan Andre.


"tadi Bu Listi menyuruh ku untuk melakukan survei kesana" ucap Rosella mencoba menjelaskan pada Alden.


"aku tidak ingin membahasnya" ucap Alden lalu berbaring di atas paha Rosella begitu saja.


muka Alden sungguh masam mengingat hal itu.


Rosella dengan jahil mencubit hidung Alden "cemburu pak?" ucapnya menahan senyumnya, namun tetap saja senyuman itu lolos di bibirnya.


Alden mendekap erat pinggang Rosella "mana ada" jawabnya ketus.


"beneran?" ucap Rosella tersenyum jahil.


"iya!"


"kalo gitu apa boleh aku makan siang dengan Andre" ucap Rosella menggoda Alden yang terus bersembunyi dibalik itu perutnya.


Mendengar hal itu membuat Alden berkobar kembali, ia duduk lalu meraih tengkuk Rosella mendekatkan wajahnya dengan perlahan.


CUP. . .


Kecupan panas melayang pada bibir Rosella. "sepertinya aku harus cepat menghamili mu supaya kamu tidak macam-macam lagi" ucap Alden tersenyum licik.


"Dad. . " gerutu Rosella manja, terdengar merdu ditelinga Alden.


Dan benar saja malam itu mereka kembali bertempur dengan panas, bayangkan saja Alden sudah bertahun-tahun menahan hasratnya. Sebagai laki-laki normal bukannya wajar, jika ia selalu ingin menyalurkan hasratnya pada tubuh sintal Rosella yang seolah melambai-lambai ingin di jamah olehnya.


.


.


.


Rosella mengerjapkan matanya perlahan, pandangannya menyapu seluruh ruangan itu, ada helaan nafas kasarnya saat melihat Alden tidak ada.


ia membalut tubuh polosnya dengan selimut, entah sudah berapa kali pelepasan ia melakukannya kemarin dengan Alden.


Rosella bergegas membersihkan dirinya menuju kamar mandi. Entah mengapa perasaan kecewa menyelimutinya saat melihat Alden tidak ada saat ia terbangun.


Apalagi ada neta dibawah. .


Jika boleh jujur Rosella sangat tidak suka saat Neta dan Alden berbincang bersama, ia seperti orang asing saat mereka tertawa ria bersama.


Tapi ia juga tidak boleh terlalu berlebihan bukan, ia baru mengenal Alden beberapa bulan tapi sudah ingin menguasai nya, Rosella menggelengkan kepalanya memikirkan hal itu.

__ADS_1


Sedangkan Neta sudah kenal dengan Alden puluhan tahun lamanya, ia tidak boleh egois.


.


.


.


Rosella menuruni tangga dengan hati-hati, masih merasakan sedikit ngilu dibagian bawahnya. disana ia melihat Alden dan Neta tampak sedang memasak bersama.


Benarkan, aku bisa apa coba?


ia memaksakan senyumnya saat matanya bertemu dengan mata Alden , ia berjalan menuju dapur.


Lihatlah, dirinya bukan apa-apa jika disamping Neta. Celana training milik Alden yang kebesaran, serta kaos oblong yang menutupi habis tubuhnya tak berbentuk sama sekali.


Sedangkan Neta, dress mini bercorak bunga-bunga yang menempel pas pada tubuhnya. terlihat sangat cantik dan seksi.


"sudah bangun" Alden mendekati Rosella lalu menuntunnya untuk duduk di meja makan.


"Neta sudah membuat nasi goreng seafood, kamu mau sarapan sekarang" ucap Alden duduk disamping Rosella.


Nasi goreng seafood?


"kita makan bersama ya" ucap Neta membawa piring dan meletakkan nya di meja makan.


"kalian saja yang makan ya" ucap Rosella yang membuat Alden menatap Rosella dengan bingung.


"kenapa" tanya Alden mulai naik satu oktaf.


Alden menarik tangan Rosella agar mengikutinya, mereka sedikit menjauh dari dapur, Alden menghimpit Rosella di dinding. "Rose apa kamu tidak bisa menghargai orang lain?, setidaknya jangan menolak itu. . . sadarkah kamu, itu akan menyakiti hati Neta".


Rosella berkali-kali menghela nafasnya, jangan sampai ia bertengkar dengan Alden di hadapan Neta.


"Dad, sebenarnya aku--".


"please Ros, hargai Neta yang sudah bangun pagi-pagi untuk membuatnya" ucap Alden menatap dingin pada Rosella.


"baiklah"


Baiklah jika kamu lebih mementingkan Neta daripada aku, aku mengalah. . . aku kalah den.


kita lihat saja setelah ini. . .


"jika Ros tidak mau jangan di paksa den" ucap Neta saat mereka kembali ke meja makan.


"Gapapa ta, Rose mau kok. ya kan Rose" ucap Alden menatap Rosella yang langsung mengangguk.


Mereka makan bersama setelah itu, Rosella terus menundukkan kepalanya dan mengunyah makanan itu dengan sangat terpaksa.


menelan hingga habis.


"biar aku saja yang mencuci nya" ucap Rosella mengambil alih piring kotor dari tangan Neta.


"hehe terimakasih Ros, tadinya aku ingin menyuruh Alden untuk mencuci piring" ucap Neta yang memperhatikan kuku lentiknya dengan cat berwarna nude.

__ADS_1


Aku dan Neta memang bagaikan langit dan bumi.


Rosella menatap kuku-kuku polosnya.


"biar aku bantu" ucap Alden menghampiri Rosella yang begitu lihai dalam hal mencuci piring.


"tidak usah" ucap Rosella dingin.


"Ros"


"aku bisa sendiri Dad" ucap Rosella menatap Alden sejenak.


"apakah kamu sedang marah" ucap Alden mengusap rambut Rosella, namun Rosella langsung menepisnya.


"maafkan aku , aku tidak bermaksud memaksa" ucap Alden yang masih saja diabaikan oleh Rosella.


"aku hanya ingin kamu makan Ros, kemarin makan mu cuma sedikit" ucap Alden menatap Rosella dengan takut-takut, karena jujur saja Alden nol besar dalam menghadapi makhluk yang bernama wanita.


Cih , padahal tadi alasannya bukan itu.


Alden memeluk Rosella dari belakang "lepaskan" ucap Rosella masih sama dinginnya.


"sory Mom" ucap Alden semakin mengeratkan pelukannya.


"den sepertinya aku ingin pulang hari ini--" ucap Neta yang baru datang dari ruang tamu, namun ia tercengang melihat Alden memeluk Rosella.


"maaf aku menganggu , lanjut den" ucap Neta tersenyum kecil pada Alden.


Rosella melepaskan rengkuhan Alden dengan kasar, bila ia mau sebenarnya ingin sekali menonjok muka nya saat ini.


*Huh, kenapa jadi seperti ini. . . kadang benci kadang sayang.


tapi kalau cinta, masih tanda tanya* ?


"pulang sama siapa ta?" tanya Alden .


"sama manager ku" ucap Neta mendekat kearah mereka, Neta memeluk Rosella lalu mencium pipi kiri dan kanan bergantian "aku pulang dulu ya Ros"


"eh, iya" ucap Rosella yang masih mematung, risih sekali begituan dengan Neta.


"kenapa nggak bareng saja sih?" tanya Alden.


"nggak mau ganggu kalian" jawab Neta tersenyum "yaudah den aku pergi dulu ya" lanjut Neta yang menepuk pundak Alden.


"Hem".


"pulang saja bersama nya" ucap Rosella yang memperhatikan Alden yang terus menatap bayangan Neta.


"Ros"


.


.


.

__ADS_1


LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋💋💋💋💋


__ADS_2