Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Scorsing


__ADS_3

"Vit, aku kesana dulu ya kamu ambilin tas aku dulu. . tunggu di parkiran" ucap Rosella.


Vita hanya mengangguk dan terus berpikir, sebenarnya apa hubungan Rosella dengan Juna yang tak lain saudara kembar dari pacarnya.


Rosella terus mengikuti langkah kaki Juna. .


"aw" Rosella menabrak tubuh tegap itu, saat Juna tiba-tiba berhenti begitu saja.


"maaf Bu" ucap Juna merasa bersalah "ibu masuk saja dulu, biar saya ambil kan kotak P3K".


Rosella membuka pintu itu dengan santai, tetapi muka nya tetap saja masam, percuma kan ia punya suami yang memiliki perusahaan jika ia tetap kena scorsing dan SP.


Senyuman Alden mengembang saat melihat siapa yang datang, ia berdiri lalu menghampiri Rosella.


Namun Rosella menepis tangan Alden yang ingin melihat luka pada pipinya, Rosella terus cemberut mengingat hal itu.


"Mom"


Rosella menghembuskan nafas kasarnya, ia melewati Alden dan langsung duduk di sofa begitu saja.


Alden terus mengikuti istrinya yang tampak sedang merajuk, tangannya menggenggam jemari yang lentik itu.


"Ada apa?, kenapa bisa sampai bertengkar?" tanya Alden selembut mungkin.


"lagi pengen baku hantam aja" jawab Rosella ketus.


Alden tersenyum dengan tingkah Rosella, ia mencubit gemas pipi Rosella "ngambek ya" ucapnya tersenyum kecil.


ceklek. . .


"permisi pak, ini kotak obatnya" ucap Juna membawa kotak obat itu pada Alden.


"iya, Jun periksa laporan itu sebentar" ucap Alden menunjuk tumpukan kertas di depannya yang terletak di atas meja. Karena sebenarnya itulah alasan ia ke ruangan Juna tadinya.


"sini aku obati luka mu" ucap Alden meraih dagu Rosella, namun ditepis lagi oleh Rosella.


"Ros"


"kenapa nggak pecat aku aja sekalian" ucap Rosella tanpa menatap Alden.


"istri ku lagi merajuk ini" ucap Alden tetap tersenyum.


"seharusnya kamu itu selidikin siapa yang salah siapa yang benar"


"iya iya maaf"


Juna hampir saja tersedak ludahnya sendiri, pasalnya ia tidak pernah mendengar Alden berbicara lembut seperti itu selama ini.


"kan aku cuma scorsing mom" lanjutnya, karena Rosella terus memberengut kesal.


"gimana kalo aku juga scorsing kamu jadi suami aku" ucap Rosella menoleh pada Alden, sontak Alden terbatuk mendengarnya.


Berbeda dengan Juna yang tidak bisa menahan bibirnya untuk melengkung meskipun tidak bersuara.


"jangan tersenyum!" sentak Alden.


"maaf pak" ucap Juna menundukkan pandangannya.


Rosella berdiri begitu saja , Alden langsung mencekal tangannya "mau kemana?"


"aku lagi kesel sama kamu, kalo lihat kamu bawaannya pengen marah terus" ucap Rosella memanyunkan bibirnya.


Alden ikut berdiri dan memeluk Rosella begitu erat "kamu mau aku apain mereka? . . pecat?" tanya Alden namun Rosella menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"terus?" tanya Alden melepaskan pelukannya.


"tau ah Dad, aku mau pulang".


"biar aku anter aja ya"


"nggak mau".


"kalo gitu aku obatin luka kamu dulu baru kamu boleh pulang"


Rosella menggeleng. . .


"mau aku cium disini kalo kamu tetap membantah" ancam Alden dengan suara berbisik.


Rosella mendelik kesal dengan sangat berat akhirnya ia duduk kembali. .


"pintar" ucap Alden menepuk-nepuk kepala Rosella.


Alden mengoleskan krim pada pipi Rosella serta tangannya yang terkena goresan "nanti kita bicarakan dirumah saja ya" ucapnya lalu mengecup lembut lengan Rosella yang tergores.


"Dad" tentu saja Rosella malu bukan kepalang, bagaimana bisa Alden bertingkah seperti ini sedangkan ada Juna di depan mereka.


"sudah-sudah, ayo aku anter kamu"


"nggak usah dad, aku mau mau jalan-jalan sama Vita" ucap Rosella membenarkan rambutnya yang berantakan dan dibantu oleh Alden.


"kemana?"


"ngemall"


"iya hati-hati yang penting, jangan lupa pakek kartu dari aku"


"ya iyalah ini aku udah kere banget dad, nol rupiah"


"habisin aja" ucap Alden tersenyum.


"kalo buat belanja, black card itu limited kok" jawab Alden.


Rosella hanya mendengus kesal mendengarnya.


"biar dianterin supir aja ya"


"nggak usah, udah lah dad Vita kelamaan nunggu akunya nanti" ucap Rosella meraih tangan Alden lalu mengecupnya.


"biar dianterin Juna sampai bawah" tegas Alden.


"buat apa , nggak usah".


"Rosella nggak ada bantahan!" Alden sebenarnya mengetahui jika Rosella sering digoda oleh kepala-kepala divisi disini, jadi karena itu ia khawatir pada istrinya yang ngeyel itu.


"iya" ucap Rosella pasrah.


Alden mengecup kening Rosella sekilas "hati-hati dijalan".


"yes Daddy"


Tanpa berucap Juna langsung berdiri dan membukakan pintu untuk Rosella, ia berjalan dibelakang Rosella.


"pak Juna jangan dibelakang saya seperti itu" ucap Rosella begitu sungkan.


"tidak apa-apa Bu".


Memang percuma saja berbicara dengan dia.

__ADS_1


Juna mengantarkan Rosella sampai diparkiran, semua mata karyawan seolah melongo melihat Juna dan Rosella berjalan bersama, karena gosip kedekatan mereka.


Jadi benar cewe itu deket sama pak Juna?


iri banget gue lihat dia bisa jalan gitu sama pak juna.


"Ros ka kamu" ucap Vita menatap bingung kearah Juna dan Rosella.


Rosella menggelengkan kepalanya karena tau apa yang ada di kepala Vita.


"saya permisi dulu" ucap juna.


"i iya pak" jawab Rosella.


"wahhh, kalian cocok banget kalo jalan berduaan gitu" goda Vita.


"apaan sih Vit".


"kapan-kapan kita double date yuk Ros"


"ngawur kamu"


Rosella mengajak Vita untuk berbelanja segala kebutuhan nya, meskipun dirumahnya tersedia namun rasanya tetap saja kurang jika bukan ia sendiri yang membelinya.


"aku yang teraktir Vit, kamu milih aja mau yang mana" ucap Rosella menarik tangan Vita menuju ke sebuah toko baju.


"beneran?" tanya Vita begitu sungkan.


"iya pilih aja".


Waktu nya menghabiskan uang Alden.


Rosella baru kali ini dia berani memakai uang Alden untuk jumlah yang lebih , karena ia sudah menjalankan tugas nya dengan baik sebagai istri.


Jadi tak apa kan?


"Ros, kamu bayarin aku satu aja. . .yang lain aku bayar sendiri" ucap Vita menyerahkan beberapa barang belanjaannya pada kasir.


"udah-udah nggak papa, aku aja" ucap Rosella yang terlebih dahulu memberikan black card itu pada kasir.


Vita seakan melongo melihatnya "ka kamu kok punya kartu itu, dari Juna ya?" tanya Vita "eh tapi kayaknya enggak mungkin sih kalo Juna juga punya black card".


"udah ayo" tanpa menjawab pertanyaan Vita Rosella menarik tangan Vita untuk kembali menyusuri mall.


"nanti kalo udah waktunya aku kasih tau" ucap Rosella pada Vita yang terlihat bingung "yang penting jangan berpikir negatif dulu" lanjut Rosella.


"iya deh" ucap Vita yang pasrah "ayo kita cari makan aja udah laper banget Ros, daritadi muter-muter terus".


"ayo"


"Mommy!" teriak anak kecil diseberang sana.


Rosella menoleh pada sumber suara itu , putra nya yang masih mengenakan seragam sekolah bersama mertuanya yang tampak mengejar Axel dari belakang.


"Axel"


"siapa Ros?" tanya Vita yang benar-benar bingung.


"eh itu--"


.


.

__ADS_1


.


LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋💋💋


__ADS_2