
Hari ini telah tiba, liburan berdua seperti yang Rosella impikan atau lebih bisa disebut dengan honeymoon.
Semakin hari cinta nya pada manusia batu semakin bertambah saja, huh sangat bahagia. .
Merasa aman jika sedang berada di dekapan Alden, genggaman tangannya begitu nyaman sehingga tubuh yang kokoh ini benar-benar menjadi candu bagi Rosella.
Rosella menyandarkan kepalanya pada pundak kokoh itu, matanya menatap awan putih yang begitu indah.
Mereka saat ini sedang berada di jet pribadi milik keluarga Siregar. Alden nampak sibuk dengan tablet nya.
"Daddy" panggil Rosella begitu manja.
"apa Mom" ucap Alden mengecup sekilas rambut wangi milik istrinya.
"love you" bisik Rosella yang membuat lesung pipi Alden terlihat begitu jelas.
"love you too Mommy" balas Alden lalu meletakkan tabletnya karena istrinya begitu menggoda.
"huh. . rasanya ingin cepat sampai" ucap Alden menghela nafasnya.
"kenapa?" tanya Rosella bingung.
CUP. . .
Alden mengecup sekilas bibir Rosella "aku ingin---"
Rosella segera membungkam mulut Alden ketika tahu apa yang akan Alden bicarakan.
"Daddy ingat tempat!" tegur nya.
Alden terkekeh melihat Rosella yang begitu khawatir, "aku ingin ke kamar mandi ahahhahaha".
Rosella mendengus kesal , padahal ia tahu sekali tadi Alden hendak menginginkan apa.
"bersamamu" bisik Alden kemudian mendapatkan cubitan dari Rosella.
"mesum nya kumat" ucap Rosella memilih memejamkan matanya daripada harus mendengar Alden yang tidak jelas. malu sekali jika di dengar orang lain.
.
.
.
"Ros, bangun" ucap Alden menepuk-nepuk pipi Rosella.
"sudah sampai?" tanya Rosella yang masih memejamkan matanya.
"iya Mom, ayo cepat" ucap Alden merapikan rambut Rosella yang sedikit berantakan.
.......
Alden dan Rosella memasuki suite room pada hotel yang sudah dipesan.
__ADS_1
"wah, amazing" ucap Rosella menganga melihat keindahan menara Eiffel dari balik jendela kaca itu.
"kamu menyukainya" ucap Alden memeluknya Rosella dari belakang.
Rosella mengangguk, tentu saja suka selama ini ia tidak pernah berlibur apalagi keluar negeri, didalam negeri saja tidak pernah.
"hanya ini yang bisa aku lakukan untuk membuat mu bahagia mom" ucap Alden yang membuat Rosella membalikkan tubuhnya.
ia mengalungkan tangannya pada leher Alden "Daddy terimakasih atas semuanya, aku bahagia" ucap Rosella kemudian memeluk Alden begitu erat.
"aku sangat bahagia Dad" lanjutnya dengan bibir yang bergetar "terimakasih sudah menjadi topangan dan sandaran hidupku" ucap Rosella mulai sesenggukan.
"Ros" ucap Alden mengusap lembut punggung Rosella yang bergetar.
Mengingat keadaan hidupnya yang selama ini tidak mudah membuat Rosella benar-benar bersedih ketika mengingat beratnya perjuangan untuk ia dan ibunya bisa makan sesuap nasi.
Namun sekarang semua sudah ditanggung oleh Alden, juga rumahnya yang di kampung sudah direnovasi total oleh Alden.
Jadi bagaimana bisa ia tidak bahagia.
"jangan menangis sayang" ucap Alden mengangkat wajah Rosella yang basah.
"aku sedang menangis bahagia Dad" ucap Rosella segera menghapus buliran air matanya.
"kamu mau meminta sesuatu dariku?" tawar Alden , karena Rosella selama ini tidak pernah meminta apapun padanya, bahkan uang bulanan yang ia belikan selalu di irit-irit oleh Rosella.
"aku mau dipeluk saja" ucap Rosella kembali berhamburan kepelukan Alden .
Alden terkekeh melihat nya "hanya itu?" tanya Alden.
"aku. . . . aku mau anak yang banyak" bisik Alden dengan nada bercanda, namun sebenarnya sangat serius.
"berapa?" ucap Rosella tersenyum.
"sebelas ya cowok semua tambah satu cewe" ucap Alden menarik dagu Rosella.
"kamu saja yang melahirkan" ucap Rosella kesal namun tetap saja tersenyum.
"mana bisa" ucap Alden lalu merengkuh pinggang ramping Rosella.
"itu dia, permintaan mu tidak wajar tau" ucap Rosella kesal.
Tangan Alden dengan nakalnya meremas pinggang Rosella "Daddy!" gerutu Rosella yang merasakan geleyar aneh.
"sebentar saja , habis itu mandi dan jalan-jalan" ucap Alden segera membuka jaket tebal milik Rosella.
"jangan lama-lama" peringat Rosella yang juga membantu Alden untuk menanggalkan pakaiannya.
.
.
.
__ADS_1
"sudah?" tanya Alden ketika melihat Rosella melamun di depan cermin.
Rosella lemas benar-benar lemas , kekuatan Alden diatas rata-rata mungkin durasinya pun juga sangat lama.
"Dad kita cari makan saja ya" pinta nya.
"kenapa?" goda Alden tersenyum.
"capek tau" ucap Rosella mencebikkan bibirnya.
"katanya mau ke sungai Siene?" tanya Alden .
"oh iya" hampir saja Rosella lupa "ayo kalau begitu" ucap Rosella bersemangat.
"Ros".
"Hem"
"kamu cantik" puji Alden ketika melihat Rosella mengenakan dress kuning dengan mantel hitam yang terlihat modis.
Jarang sekali Rosella berdandan maupun berpakaian seperti ini , tapi ia juga tidak boleh membuat Alden malu hanya karena penampilannya yang kampungan.
"gombal" ucap Rosella berjalan mendahului Alden untuk keluar dari kamarnya.
Mereka terus menautkan kedua tangannya satu sama lain, sesekali tersenyum satu sama lain.
"Mau pasang gembok?" tanya Alden , kini mereka berjalan menuju sungai Siene yang tidak jauh dari hotelnya.
"untuk apa?" tanya Rosella tersenyum, sebenarnya ia sudah tahu tentang mitos gembok itu.
"aku sih tidak percaya dengan mitos, tapi jika kamu mau tidak masalah bagiku" ucap Alden.
"beli saja" ucap Rosella bersemangat "nanti kita pasang disana, untuk menggembok hatimu Dad" canda Rosella.
"sudah terkunci dengan rapat hanya untuk mu Ros".
"hilihhhh" ucap Rosella yang sedari tadi menatap kearah Alden , sampai ia tak sadar ada seorang yang tengah berlari terburu-buru dan menabraknya.
Bruk!
"aw!" teriak Rosella yang hendak terjatuh namun Alden menahannya.
Seorang perempuan berambut pirang kecoklatan itu mengambil tas nya yang terjatuh "sorry" ucapnya kemudian menatap pada Rosella , namun ia membelalakkan matanya ketika melihat laki-laki yang tidak asing baginya.
"Alden"
"Je-jesica"
.
.
.
__ADS_1
HAYOLO , SIAPA JESSICA? ADA YANG INGAT?
JANGAN LUPA LIKE LIKE, KOMENTAR SEBANYAK-BANYAKNYA UNTUK MEMBANGUN IDE CERITA DAN JUGA BANTU VOTE YA GAAESSS 💋💋💋