
Sinar matahari menerpa wajah cantik Rosella yang masih terpejam, entah mengapa tidurnya begitu nyaman, aman, damai.
Matanya mengerjap perlahan ketika merasakan rengkuhan dengan eratnya. Namun saat matanya terbuka sempurna ia begitu terkejut ketika Alden yang tengah memeluknya dengan erat.
Rosella perlahan menyingkirkan tangan Alden, namun rengkuhan itu begitu kuat "mas" ucap Rosella yang tersadar jika Alden sudah bangun, meskipun matanya masih terpejam.
"apa" sahut Alden dengan santainya.
"lepasin, aku mau bangun" gerutu Rosella.
"salahin aja Axel dia yang nyuruh aku buat meluk kamu kok" ucap Alden menatap Axel yang tengah duduk disofa sembari memainkan tabletnya, bibirnya tak berhenti tersenyum ketika melihat Mommy nya menggerutu.
"boy kamu udah bangun" ucap Rosella menyingkirkan tangan Alden dengan seluruh tenaganya.
"sudah Mommy" ucap Axel.
Rosella menatap jam yang terletak diatas nakas.
"jam sembilan pagi" ucapnya kaget, karena pasti Alron sudah menangis meraung-raung ketika bangun tidur ia tidak ada disampingnya.
"kenapa Mom?" tanya Axel.
"gapapa boy" bohong Rosella yang terlihat panik.
ia menatap Alden yang masih bergelung dengan selimut nya "mas" panggilan merdu itu membuat Alden membuka matanya seketika.
"apa?" tanya nya langsung pada intinya.
"aku mau bicara sebentar sama kamu" ucap Rosella yang membuat Alden segera duduk.
"bicara saja" ucapnya.
Rosella sungguh kesal, Alden tidak peka sekali apa maksudnya, ia ingin berbicara empat mata dengan Alden, tanpa harus ada Axel karena takut jika mereka bertengkar.
Rosella tidak bisa membiarkan anaknya tahu jika orang tuanya sedang ada masalah.
Rosella menarik tangan Alden "boy kamu disini bentar ya" ucapnya lalu menyeret Alden ke balkon dan menutup pintu kaca itu rapat-rapat.
"ada apa?" ucap Alden yang tampak menguap, tidurnya terlalu nyaman saat memeluk sang istri yang sangat ia rindukan. Bisa dikatakan baru hari ini ia tidur dengan benar selama lima tahun ini.
Rosella duduk disamping Alden, memandang hamparan sawah yang masih terlihat dari atas balkon. "aku belum menjawab semua pertanyaan mu" ucap Rosella kemudian.
"jawablah kalau begitu" ucap Alden menatap Rosella, wajah Rosella ketika bangun tidur seperti ini selalu menjadi favoritnya, tak pernah bosan menatap wajah cantik alami itu.
__ADS_1
"jika aku jawab dengan sepatah maupun dua patah kata itu tidak akan menemukan jalan keluar untuk kita mas" ucap Rosella menoleh, lalu tersenyum kecut
"aku ingin menyelesaikan semua ini dengan damai lalu hidup dengan tenang" ucap Rosella begitu serius.
"maksud mu?" tanya Alden.
"aku ingin menceritakan semua padamu sejelas-jelasnya, tapi jika sekarang aku tidak punya waktu" Rosella memejamkan matanya sejenak karena begitu sulit mengatakan hal ini.
"ikut aku pulang hari ini, dan kita bicarakan semuanya dengan baik, apapun alasan mu, aku akan memaafkan mu" ucap Alden pada Rosella yang tampaknya sudah berkaca-kaca.
"beri aku waktu satu Minggu untuk menyelesaikan semua masalah ku disini, setelah itu aku akan menemui mu dan menemui papah mamah" ucap Rosella yang bisa dikatakan ia sekarang ini ia super sibuk, dan ia sebenarnya sudah menemukan seseorang yang cocok untuk mengurusi bar nya, tapi orang itu masih meminta waktu seminggu lagi untuk memulai bekerja.
"kenapa harus selama itu" ucap Alden tampak kecewa.
"sebentar saja, akan ada hadiah terindah untuk mu, setelah itu" ucap Rosella meyakinkan.
Alden nampak mengangguk "aku percaya padamu dan juga takdir yang akan selalu membawamu padaku" ucapnya penuh keyakinan meskipun dihatinya sangat takut Rosella akan kabur lagi, tapi jika hanya daerah ini masih ada didalam jangkauan Alden, kenapa ia tidak mencarinya kesini saja dulu.
"baiklah, aku akan memastikan semuanya benar-benar aman, baru akan memberikan hadiah itu padamu" ucap Rosella yang membuat Alden mengernyit.
"hadiah apa?"
"sudahlah, aku memang aku tidak bisa lebih lama lagi menutupi nya darimu".
"Seminggu saja, aku mohon" ucap Rosella memelas.
"baik, jika itu mau mu".
Rosella ingin memastikan dulu bahwa Tante Alden tidak akan macam-macam lagi, ia akan menjelaskan semuanya pada Alden dan melihat dulu kondisi disana.
Karena ia tidak akan membiarkan Alron terluka sedikitpun, ia tidak rela!.
.
.
.
"Mommy kenapa nggak ikut pulang" rengek Axel yang terus memeluk Rosella daritadi, saat ini mereka semua sudah berada di teras untuk pulang, karena Axel harus sudah bersekolah besoknya.
Sedangkan Rosella kekeh tidak mau diantarkan, dan memilih naik ojek online katanya.
"boy, Mommy akan menemuimu sebentar lagi, ijinkan Mommy menyelesaikan urusan Mommy terlebih dahulu" ucap Rosella meyakinkan "Mommy berjanji akan datang padamu".
__ADS_1
"Axel takut Mommy nggak kembali lagi" ucap Axel dengan sendu.
"Mommy janji akan menemui mu seminggu lagi"
"kenapa lama sekali" ucap Axel mengerucutkan bibirnya "tiga hari lagi waktunya penerimaan raport Mom, dan aku ingin Mommy hadir".
"tiga hari lagi" ucap Rosella tercengang, singkat sekali batinnya.
Namun ia segera tersenyum "Mommy usahakan untuk datang boy".
"janji".
"iya janji".
Setelah itu Rosella berpamitan pada semuanya, dan meninggalkan banyak ciuman pada wajah Axel.
Lalu ketika ia berpamitan pada Alden, laki-laki itu nampak biasa-biasa saja "aku pergi dulu Dad" ucapnya lirih.
Alden mengangguk lalu meraih tubuh Rosella untuk didekap nya "aku masih mencintaimu Rosella Raharjeng" bisik Alden yang membuat jantung Rosella berdegup tak karuan, ia segera melepaskan pelukannya.
"aku pergi dulu ya semuanya" ucapnya yang menjadi salah tingkah, lalu menghampiri ojek online yang sudah berada didepan gerbang.
"Lo kenapa biarin dia pergi" tanya Andre yang tidak mengerti akan jalan pikiran Alden, setelah bertahun-tahun lamanya ia menemukan Rosella dan kini dengan mudahnya membiarkan Rosella untuk pergi.
"semakin aku kekang dia, dia akan semakin muak padaku" ucapnya tersenyum kecil "Boy, kamu pulang sama aunty Neta dan uncle Andre ya" ucapnya mengusap lembut rambut Axel.
"maksudnya?" tanya Andre yang belum paham.
"den, jangan bilang Lo mau--" ucap Neta terpotong.
"iya aku mau ngikutin Rosella" ucap Alden tersenyum licik, ia sudah menyiapkan motor matic untuk mengikuti Rosella agar tidak ketahuan.
Kamu pikir setelah bertahun-tahun meninggalkan aku semudah itu untuk pergi dariku lagi, bagaimanapun aku juga penasaran dengan kehidupan mu yang sekarang.
.
.
.
BENTAR LAGI GAESSSS, SABAR NAPA WKWK
LIKE, KOMEN, AND VOTE GAESSS 💋💋💋
__ADS_1