Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Perlakuan kasar


__ADS_3

"tentu saja Axel" jawab Rosella tanpa menatap Mimi.


Mimi tersenyum mendengarnya "yayaya Axel" ucapnya mencubit gemas pipi Rosella. hubungan mereka selama ini cukup dekat bagaikan adik dan kakak meskipun tidak sedarah.


"Ros!, Mimi punya ide".


Rosella menoleh "apa Mi?" tanya nya dengan kening yang berkerut.


"kamu harus cepet-cepet ngajak Alden berhubungan badan".


Rosella menelan ludah nya kasar mendengar ucapan Mimi. . . "Mi , aku tidak segila itu".


"Ros, kalian itu sudah sah. . . itu kewajiban mu, selain untuk mempererat hubungan kalian. itu juga perlu supaya kalian cepat memiliki anak".


Rosella menggeleng "inginku menyerahkan semuanya sampai perasaan kita benar-benar jelas Mi".


"yasudah, Mimi nggak bisa maksa pokoknya itu nasehat Mimi, kamu udah dewasa bisa mikir sendiri".


"iya Mi".


"kamu jemput anak kamu gih, udah waktunya dia pulang sekolah kan".


Rosella menatap jam tangan yang melingkar pada pergelangan tangannya "iya mi, aku kangen sama dia".


.


.


.


Rosella mengendarai motornya menuju sekolah elit, dimana anak nya bersekolah. . .


dilihatnya sudah banyak anak-anak yang keluar dari gerbang sekolah. Rosella hendak turun dari motornya. . . namun mendapati Alden turun dari mobil dari jarak yang cukup jauh darinya, ia urungkan niatnya untuk beranjak.


Axel berlarian memeluk Alden , lalu mata Rosella tertuju pada sosok wanita yang berada di dalam mobil. wanita itu berada disana lagi.


sebenarnya apa hubungan Alden dengan wanita itu, apakah mungkin seorang sahabat sampai seperti itunya. . .


lebih baik ia pergi, mengurungkan niatnya untuk menjemput putranya. Rosella mengendarai motor sport milik suaminya dalam kecepatan tinggi, itulah hal yang bisa menjadikan hatinya lega jika ada masalah.

__ADS_1


ia tak perduli dengan kendaraan lain yang berada di jalanan, membelah keramaian kota sekedar untuk menenangkan diri dari otak dan hati yang sedang lelah ini.


.


.


.


Langit tampak mendung, matahari sudah mulai bersembunyi dibalik awan. waktu sudah menunjukkan pukul setengah lima sore.


Rosella baru saja memarkirkan motornya di garasi. seharian ini ia hanya keliling kota untuk mencari ketenangan. . .


rasanya ia tidak mau kembali kerumah ini. .


namun mengingat dirinya sudah satu hari tidak pulang, ia sungkan jika mertuanya sudah pulang dari luar negeri.


langkah kakinya terasa ragu saat memasuki rumah itu , dari suaranya saja terlihat wanita itu masih di rumah ini.


ia berjalan dan begitu cuek saat melihat Alden sedang duduk bersama Neta, Rosella sengaja tak menyapa mereka berdua.


masa bodoh!


ia memberhentikan langkahnya ketika merasa tangannya dicekal oleh seseorang.


Alden menarik tangan Rosella dan membawanya menuju ke kamar.


Rosella menghempaskan tangan Alden darinya lalu berjalan menuju kamar mandi. Alden yang sangat jengkel Manarik kembali tangan Rosella lagi. . .


"darimana saja kamu!" ucap Alden dengan suara tinggi.


Rosella sedikit mengangkat bibirnya.


"pergi bersama laki-laki lain" ucapnya penuh arti.


"Ros!" sentak Alden


"iya aku pergi bersama nya, dia teman ku dan aku menghabiskan malam ku bersama nya" ucap Rosella yang memancing kemarahan Alden.


Alden mencengkeram erat kedua bahu Rosella "siapa?!, mantan kamu itu!".

__ADS_1


"temanku!" ucap Rosella menantang, ia sebenarnya ingin menyindir Alden, jika ia merasa.


"kamu sudah menjadi istri saya seharusnya kamu tahu diri!".


"aku sangat tahu diri, bapak Alden Mahendra Siregar, aku tidak pantas pergi bersama mu. . . aku bahkan tidak pantas sekamar dengan mu. . .aku tidak pantas menjadi menantu dari keluarga ini" ucap Rosella dengan mata yang mulai memanas.


"itu sebabnya Anda tidak pernah memperlakukan saya sebagai istri dengan benar".


"jadi kamu ingin saya memperlakukan kamu dengan benar!".


Alden meraih dagu Rosella lalu ********** habis-habisan tidak membiarkan Rosella lolos begitu saja. ia mencium mengulum ******* bibir itu seperti orang kesetanan.


Rosella diam tidak membalasnya, setetes air mata nya tumpah.. namun Alden tidak berhenti menggila sama sekali. Alden beralih pada leher mulus yang selama ini ia dambakan.


tidak peduli Rosella yang memukul dadanya Alden memegang erat kedua tangan Rosella. meninggalkan beberapa bekas merah yang menggoda pada leher itu. . .


"lepasin!" sentak Rosella dengan berlinang air mata.


"maaf" ucap Alden hendak menghapus air mata Rosella namun segera ditepis olehnya.


plak. . .


satu tamparan keras mendarat pada pipi Alden.


"ini untuk sakit hatiku, sedari kemaren!". sentak Rosella kemudian meninggalkan Alden dan masuk ke kamar mandi.


Rosella mengguyur seluruh tubuhnya dengan air dingin pada shower, terus menatap kosong dengan memikirkan apa yang barusan terjadi.


air matanya jatuh bersamaan dengan air yang mengalir.


sudah hampir satu jam ia tidak keluar dari kamar mandi, Rosella menatap dirinya di dalam pantulan cermin. tanda merah dileher nya begitu terlihat karena kulitnya yang putih dan sensitif.


dengan segala kekuatan hatinya, ia memberanikan diri untuk keluar dari kamar mandi. . . dan untungnya tidak ada siapapun disana.


Rosella memilih tidur meringkuk di sofa, untuk tidur di ranjang pun ia harus berpikir dua kali karena takut Alden akan kembali menggila.


.


.

__ADS_1


.


Like komen and voteπŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


__ADS_2