
di jam makan siang ini Alden terus menghubungi Rosella dan memintanya untuk makan siang diruangan nya saja, Rosella sempat menolak, namun si manusia batu itu mengancam akan menghampiri Rosella jika ia tidak mau keruangan nya.
Alhasil Rosella kalah, sekarang bahkan ia sudah berada dilantai ruangan Alden, dan terlihat Juna sudah menunggunya di depan pintu ruangan Alden.
"silahkan Bu" ucap Juna membuka pintu.
"terimakasih pak Juna" ucap Rosella segera masuk kesana.
Bahkan Alden sendiri masih sibuk dengan berkas-berkas nya, ia tidak menoleh pada Rosella sedikitpun.
Rosella memilih langsung duduk saja disofa, di meja ini sudah dipenuhi oleh beberapa makanan.
dan anehnya adalah makanan kesukaannya semua, juga ada jus alpukat favoritnya.
"itu semua untuk mu" ucap Alden yang kini tengah berjalan kearah Rosella.
"apa tidak tidak kurang banyak lagi" ucap Rosella menatap tidak percaya pada Alden.
"tidak" ucap Alden duduk disamping Rosella.
Rosella meraih jus itu untuk diminumnya,
"gimana enak ketemu mantan nya" ucap Alden yang membuat Rosella hampir tersedak.
"kamu sudah tahu kalo mas Sandy juga bekerja disini" tanya Rosella.
"iya aku tahu setelah kamu masuk ke dalam mobilnya" ucap Alden tanpa menatap Rosella.
"Daddy, tadi itu aku--".
"sudah makanlah" ucap Alden beralih mengambil piring untuk dirinya,
apakah Alden sedang marah?.
"mau aku suapi" tawar Rosella.
"tidak usah"
"tapi aku mau satu piring berdua" ucap Rosella dengan manja.
dengan sangat terpaksa Alden menyerahkan piring itu pada Rosella.
"kamu marah?" tanya Rosella sembari menyuapi Alden.
"bukan marah, lebih tepatnya kecewa kenapa kamu mau satu mobil dengan mantanmu, sedangkan jika dengan ku minta diturunkan jauh dari kantor".
"Daddy" ucap Rosella menaruh piring nya, lalu bergelayut manja pada lengan kokoh Alden.
"Daddy aku hanya takut orang-orang tahu akan hubungan kita" jujur Rosella.
"aku tidak perduli!"
Rosella mengangguk "kamu kan yang membuat peraturan baru itu".
__ADS_1
"iya!" ucap Alden cuek.
"Daddy aku tidak suka kamu berbicara seperti itu" ucap Rosella memanyunkan bibirnya.
"aku juga tidak suka kamu memanggil nya mas!" tegas Alden begitu emosi, entah mengapa tapi dulu saat Rosella memanggil Sandy dengan sebutan seperti itu rasanya masih biasa-biasa saja.
Rosella tercengang sejenak, kemudian tersenyum "kamu cemburu" ucap Rosella mencolek dagu Alden.
"ti-tidak"
Rosella justru mengecup pipi Alden berkali-kali
cup. .cup. . cup. .cup.
"Ros, jangan memancing ku" ucap Alden yang membuat Rosella menjauhkan tubuhnya, ia tahu apa yang dimaksud Alden.
"kamu mau aku memanggilmu mas?" tanya Rosella.
"untuk apa" balas Alden masih sama dinginnya.
"baiklah aku akan memanggilmu mas jika kita sedang berdua, tapi jika dengan Axel lebih baik aku juga memanggilmu Daddy, karena anak-anak seusianya suka menirukan orang lain apalagi ibunya".
"terserah" ucap Alden tetap cuek.
"Mas jangan cuek terus dong" ucap Rosella bersandar di pundak Alden.
Seolah kata-kata itu menjadi nyanyian yang begitu merdu di telinga Alden, tanpa sadar ia melengkungkan bibirnya.
"Mas" panggil Rosella sekali lagi "hahaha kamu tersenyum kamu suka ya dipanggil mas" goda Rosella menusuk-nusuk pipi Alden.
"kalau gitu aku panggil bapak saja" ucap Rosella menjauhkan tubuhnya, namun Alden segera menariknya lagi untuk berada dalam dekapannya "tidak salah lagi" lanjutnya mencubit gemas hidung Rosella.
Rosella tersenyum karena itu "dasar , mas mas".
.
.
.
Saat ini adalah jam pulang kerja , Rosella, Vita dan juga Junot berjalan beriringan.
"kakak ipar pulang naik apa?" goda Junot yang membuat Rosella mendelikkan matanya, semenjak dikantor ia digosipkan dekat dengan Juna , Junot kerap kali menggodanya seperti itu.
"udah jangan digodain terus" ucap Vita yang berada ditengah-tengah mereka.
"Hay" sapa seorang dari belakang yang membuat mereka menoleh.
"pak Sandy mau pulang juga" ucap Vita.
Sandy tersenyum sembari mengangguk "kalian juga?" tanya nya balik.
"kita mau ke coffee shop depan pak, mau ikut?" tawar Junot.
__ADS_1
"boleh" jawab Sandy yang membuat Rosella khawatir, bagaimana jika suaminya tahu.
"nggak papa kan Ros?" ucap Sandy menatap Rosella yang nampak terdiam.
"iya pak gapapa, santai saja" ucap Rosella.
"nggak usah pak, ini diluar jam kerja".
....
Mereka berempat mengobrol santai di sana dan tanpa mereka sadari seseorang memperhatikan mereka dari kejauhan.
Rahang Alden mengeras ketika melihat Rosella begitu dekat dengan Sandy,
dan bukankah wajar jika suami tidak suka jika istri nya berdekatan dengan laki-laki lain apalagi laki-laki itu adalah mantan pacar nya.
"jadi kalian kalo pacaran ngapain aja?" ucap Junot terkekeh setelah mengetahui ternyata Rosella adalah mantan Sandy.
"belajar kelompok doang" jawab Rosella kemudian tertawa.
"ih kok bisa sih, mantan pacar tetapi nggak ada canggung-canggung nya" ucap Vita sembari menyuapkan sepotong roti pada Junot.
"ya mungkin karena kita emang udah kenal dari kecil ya mas" ucap Rosella menatap Sandy.
"I-iya, soalnya kan juga putusnya baik-baik" jawab Sandy.
yah meskipun setelah itu Rosella tidak mau diajak balikan, batin Sandy yang sebenarnya menyesali keputusannya dulu.
"hebat-hebat" ucap Vita mengacungkan kedua jempol nya "kalian sama-sama dewasa , dan sebenarnya cocok sih tapi sayangnya" ucap Vita lalu membungkam mulutnya yang keceplosan, hampir saja ia mengatakan bahwa Rosella sudah menikah.
"sayangnya apa?" tanya Sandy mengerutkan keningnya.
"Eh, eng-enggak sayangnya udah putus maksud nya hahahhahh".
Rosella bernafas lega karena Vita masih bisa mengontrol mulutnya.
"oh" ucap Sandy hanya mengangguk, lagipula Rosella juga sudah punya suami kata cocok pun tidak berguna lagi.
"Eh gerimis" ucap Vita menatap jendela kaca.
"untung tadi bawa mobil" ucap Junot.
"yeay, nggak kehujanan dong" ucap Vita bersemangat.
"kamu bareng aku aja nanti Ros" tawar Sandy.
.
.
.
BANTU LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS, BIAR CEPETAN UP NYA WKWKW.
__ADS_1
LOPEYUALL 💋💋💋