Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Sebuah kesepakatan


__ADS_3

"suami Lo itu normal nggak sih, masak sekamar sama cewe masih bisa nahan" celetuk Renal.


"buktinya dia udah punya anak" sahut Rosella santai.


"itu artinya dia bener-bener menghargai Lo Ros, mungkin nunggu sampe Lo siap" imbuh Mimi.


Rosella menyesap kopinya dan menghirup udara dalam-dalam "iya , soalnya gue kemaren ngomong, sampe kita bener-bener saling cinta baru bisa ngelakuin itu".


Renal tertawa renyah "sejak kapan Tante gue dewasa kayak gini".


"gue udah jadi mamah muda tau" ucap Rosella terkekeh.


.


.


.


Rosella tidak membawa motor jadi terpaksa ia harus diantar pulang oleh Renal, menaiki motor klasik nya.


Langit sore nampak mendung, awan hitam mulai menggumpal diatas sana. . .


"pegangan dong" ucap Renal sedikit menambah kecepatannya.


"nggak sudi!, dasar modus!" sahut Rosella cetus.


"kalo kayak gini gue sama aja kayak ojek online tau nggak sih"


Rosella terkekeh, karena memang benar ia mengenakan helm ojek online yang ia pinjam dari Mimi tadi.


"nanti kasih bintang lima deh".


"emang ngajak baku hantam ini anak" ucap Renal sedikit mengangkat bibirnya, meskipun kesal namun ia justru senang bisa berdebat dengan Rosella seperti ini.


Rosella memukul pelan punggung Renal "jangan teriak, lihat semuanya ngelihatin sini. . . bikin malu aja" ucap Rosella, karena memang saat ini ia berhenti di lampu merah.


"turun gih, ngamen sana" ucap Renal yang membuat Rosella memukul helm nya.


"aw" teriaknya.


"udah dibilangin jangan bawel ih" ucap Rosella bersungut-sungut.


"iya iya ampun, galak banget sih neng" ucap Renal pasrah.


Rosella memainkan rambut gondrong Renal dari belakang, entah mengapa ia sangat gemas dan ingin sekali Renal bercukur. . . tapi percuma saja sejak dulu ia tidak mau bercukur.


"potong gih" ucap Rosella.

__ADS_1


"no no no" jawab Renal sambil mencolek dagu Rosella.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat sendau gurau mereka sedari tadi, Alden mencengkeram erat setirnya. .


Melihat pemandangan didepannya membuat ia ingin menghampiri istrinya lalu menariknya agar masuk di dalam mobilnya.


Namun semua itu ia urungkan karena lampu lalu lintas sudah berganti dengan hijau. . .


Alden terus mengikuti Rosella dan Renal dari belakang, sampai di depan rumah nya ia sengaja memperlambat mobilnya dan mengamati Rosella yang turun dari motor.


"nih helm nya balikin ke Mimi" ucap Rosella sambil membuka helmnya, namun tak kunjung terbuka.


"kok susah sih" ucap Rosella yang berusaha membukanya.


"mulai deh , manjaaaa" ucap Renal membantu Rosella melepaskan helm itu.


"kok bisa" ucap Rosella saat helm itu dapat dibuka dengan mudahnya oleh Renal.


"ngomong aja Lo pengen kaya yang di film-film gitu, sok sokan romantis".


Rosella sangat ingin menampol laki-laki yang berada di hadapannya ini, selain narsis ia memang banyak sekali bicara nya.


Pandangan Renal tertuju pada rumah mewah dengan pagar yang begitu tinggi, ia ternganga melihat nya. . . rumah ini tidak mungkin milik orang biasa saja.


"gila ros!, jadi ini rumah suami Lo" ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya pada rumah megah itu.


"ternyata kaya toh, ya siapa yang bisa nolak kalo rumahnya kaya gini. . . meskipun duda sekalipun bukan jadi masalah".


"ngomong apaan sih udah aku mau masuk".


"eh tunggu!, jangan-jangan suami Lo om-om yang perutnya buncit ya" ucap Renal kemudian tertawa.


Rosella hanya menatap malas pada manusia itu "udahlah , gue masuk nanti dicariin om gue" ucapnya menepuk helm Renal dengan keras.


"aw. . . kasar banget jadi cewe" ucap Renal namun tetap menyunggingkan senyumnya melihat kearah Rosella yang berjalan meninggalkannya.


Alden tahu jika laki-laki itu adalah sahabat Rosella, namun ia tidak tahu jika mereka sedekat itu. . . ia tak suka jika istrinya berkontak fisik dengan laki-laki lain. karena ia sendiri tidak pernah berkontak fisik dengan wanita lain meskipun Rosella belum mau ia sentuh. . .


.


.


.


Rosella keluar dari kamar mandi dengan handuk yang membalut rambutnya, seperti biasa dia mengenakan daster kesayangannya.


"dari mana kamu!" ucap Alden begitu dingin, ia duduk di sofa dengan menyilangkan kedua tangannya.

__ADS_1


"kafe" ucap Rosella yang tidak peduli terhadap tatapan tajam Alden, ia menyisir rambutnya yang masih basah di depan meja riasnya.


"bersama laki-laki?!"


"sahabat ku Dad" ucap Rosella menatap Alden dari pantulan cermin.


Alden mendekati Rosella kemudian melingkarkan tangannya pada leher Rosella, iya. . . ia memeluk Rosella dari belakang.


"a. . ada apa?" tanya Rosella begitu kaku karena tingkah Alden.


"saya tidak suka melihat mu bersama laki-laki lain apalagi berkontak fisik" ucapnya tetap sama dinginnya.


Rosella menghela nafasnya ia , Alden pasti menyuruh orang untuk mengikuti nya. . itu yang ada dipikirannya.


"dia sahabat ku Dad, tidak bisakah kamu memaklumi itu" ucap Rosella tersenyum menang, berhasil membalikkan kata-kata Alden yang beberapa jam lalu ia dengar.


"saya tidak pernah berkontak fisik dengan Neta" ucap Alden begitu lemah, Rosella senang sekali membantah nya.


Rosella berdiri dan menatap mata Alden "oke, aku tidak akan berkontak fisik dengannya. . . tapi bukankah aku masih bisa dekat dengan nya" ucap Rosella lagi-lagi tersenyum kecil.


Dari sini Alden sudah tahu arah pembicaraan Rosella, ia ingin membalasnya karena dekat dengan Neta.


"saya tidak akan menemui Neta" ucap Alden menatap Rosella begitu serius, lalu ia menyingkirkan anak rambut Rosella.


Rosella menangkap tangan Alden yang hendak turun ke lehernya yang sangat sensitif, ia pastikan akan mendesah jika Alden benar-benar menyentuh nya selembut itu.


"lalu?" ucap Rosella yang mencoba mengendalikan diri nya dari sentuhan Alden dan tatapan yang begitu serius ini seolah benar-benar mencekamnya.


"saya tidak mau istri saya dekat dengan laki-laki lain kecuali saya".


"oke, baiklah" Rosella mengangguk lalu meraih tangan Alden untuk dijabat "anggap saja ini sebuah kesepakatan, jika kamu menemui Neta aku tidak akan melarang mu, tapi. . "


"tapi apa?" tanya Alden dengan kerutan di keningnya.


"tapi jika kamu menemui nya maka aku akan menemui Renal" ucap Rosella tersenyum puas, namun ia sedikit tersentak saat Alden menarik tangannya lalu mendekapnya dengan erat.


"saya setuju!"


Alden benar-benar tidak suka jika melihat Rosella berdekatan dengan laki-laki lain , entah apa alasannya ia belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya. . .


.


.


.


**Terimakasih banyak dukungan nya, akhirnya lulus kontrak juga 😍

__ADS_1


lopeyuall 💋💋💋**


__ADS_2