Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Tidak percaya diri


__ADS_3

"Mommy kenapa?" tanya Alden ketika keluar dari kamar mandi dengan handuk di pundaknya, karena semenjak kepulangan Juna dan Vidia Rosella tampak termenung memikirkan sesuatu.


"Dad, bagaimana jika aku bekerja mengenakan pakaian seperti Vidia" ucap Rosella yang membuat Alden mendekat padanya yang sedang duduk di ranjang.


"tidak boleh!".


"tapi kenapa?, kenapa kamu boleh melihat body Vidia tapi aku tidak boleh menunjukkan keindahan tubuhku" ucap Rosella yang sebenarnya ingin mengetes Alden saja.


"karena kamu milikku, aku perduli apa yang menjadi milikku, tapi masa bodoh dengan yang bukan milikku".


"CK, sungguh tidak adil, kamu setiap hari selalu melihat yang seperti itu kan, sampai-sampai semangat sekali lemburnya" ucap Rosella menyindir.


"Ros!"


"apa!"


"saya tidak pernah memandang Vidia, atau meneliti yang ada padanya" ucap Alden menjelaskan.


"dengan penampilannya yang seperti itu, aku tahu kamu laki-laki normal Dad"


"tapi dia bangun hanya saat bersamamu saja" ucap Alden menunjuk sesuatu yang berada di bawah sana.


"Daddy!" ucap Rosella malu.


"serius, bahkan kamu lihat sendiri melihat Vidia yang seperti itupun tidak bereaksi".


Rosella membelalakkan matanya tak percaya , Alden memang suka berbicara fulgar dengan santai, namun tidak dengan dirinya.


Alden merengkuh tubuh Rosella, aroma yang menenangkan , obat dari segala rasa lelahnya.


"kamu milikku , hanya aku yang boleh melihat keindahan tubuh mu" ucap Alden .


"aku tidak pernah menunjukkan nya pada siapapun kecuali dirimu Dad" ucap Rosella yang memang selalu mengenakan pakaian kebesaran menurut nya.


"terimakasih dan urungkan rencana mu, untuk memakai pakaian setan itu" ucap Alden yang membuat Rosella tertawa lalu melepaskan pelukannya.


"jangan melihatnya maka dari itu, agar kamu juga tidak tergoda dengan setannya".


"aku sudah lima tahun bekerja dengan Vidia dan tidak berpengaruh apa-apa" ucap Alden begitu polos.


"bagaimana dengan ini" ucap Rosella sedikit menyibakkan ujung dasternya, pahanya yang mulus terpampang begitu nyata.


"Ros!, jangan salahkan aku jika malam ini kamu tidak tidur sama sekali".


Namun Rosella malah menutup nya kembali ketika tangan Alden hendak menghampirinya.

__ADS_1


"keringkan rambut mu dulu" ucap Rosella mengambil handuk kecil yang berada di pundak Alden.


Rosella membantu Alden mengeringkan rambutnya, namun tetap saja Alden menggerutu kesal karena merasa Rosella begitu menyebalkan.


"Dad, apa aku boleh main keluar rumah?" tanya Rosella hati-hati, karena ia sungguh sangat bosan bila terus menerus dirumah, apalagi besok Axel sudah mulai bersekolah.


"mau kemana?" tanya Alden.


"mau berkumpul dengan Mimi. . . dan Renal" ucap Rosella ragu.


"Tapi harus diantar supir" ucap Alden tegas.


"tidak masalah" ucap Rosella mencium kedua pipi Alden bergantian "terimakasih Daddy".


"jaga jarak dengan Renal!"


"iya Dad"


"selalu aktifkan ponselmu!"


"Hem"


"tidak boleh sampai malam!"


"Mommy, bukan begitu maksud Daddy" ucap Alden dengan manja, sejak kapan manusia batu itu berubah menjadi seperti itu menggelikan.


Alden ikut berbaring melingkarkan tangannya pada perut Rosella lalu mendekapnya dengan erat.


"itu tanggung jawab ku sebagai suami mu" ucap Alden dengan lembut sembari mengecup rambut Rosella yang harum.


"dan posesif memang harus menjadi tugasku" lanjutnya yang membuat Rosella menoleh.


"bisa ya seperti itu, tidak adil sekali" ucapnya mengerucutkan bibirnya.


"kamu juga boleh posesif" ucap Alden santai.


Mau posesif dengan bentuk seperti apa Rosella, Alden kan tidak pernah keluar rumah, apalagi yang seharusnya diposesif i adalah rekan kerja Alden.


Tapi Rosella tidak segila itu hingga menyuruh Alden hal yang tidak penting yang justru akan berpengaruh pada perusahaan.


Lagipula Alden bukan type laki-laki yang bisa akrab dengan perempuan, kecuali Neta.


"kenapa diam?" tanya Alden lagi.


Rosella membalikkan tubuhnya lalu mendekap Alden dengan erat, ia sungguh percaya sangat percaya Alden bukan laki-laki yang gampang tergoda.

__ADS_1


"jangan pernah mengkhianati ku, aku benci pengkhianatan" ucap Rosella lirih.


"tidak akan mom" jawab Alden mengecup kening Rosella begitu lama.


"mau liburan?" tawar Alden yang membuat Rosella mendongak.


"mauuuuu" ucapnya bersemangat.


"kita dapat hadiah honeymoon dari mamah papah" ucap Alden.


"bertiga?" tanya Rosella bersemangat.


"berdua saja, Axel harus bersekolah. . . dia mau ditinggal asalkan mendapatkan adik bayi yang lucu katanya" ucap Alden membuat Rosella lemas.


"Dad, kita liburan kan, bukan hanya melakukan itu sepanjang hari" tanya Rosella.


"ya, harus seimbang" ucap Alden yang mendapat kan cubitan kecil pada perut nya.


"aw!"


"memang nya gizi apa harus seimbang" ucap Rosella kesal.


"itu kebutuhan utama laki-laki Ros".


"iya iya aku paham" ucap Rosella kembali memeluk Alden "aku berharap selalu menjadi kebutuhan mu dad, aku senang bisa melakukan nya untuk mu" ucap Rosella dengan sangat malu, bahkan ia tidak pernah berbicara seperti ini pada Alden.


"istri pintar" ucap Alden mengusap-usap rambut Rosella.


"aku masih harus banyak belajar untuk menjadi istri dan ibu yang baik" ucap Rosella lagi.


"iya, kita sama-sama belajar ya".


Rosella mengangguk "maafkan aku jika belum pantas menjadi istri mu" ucap Rosella mengingat perbedaan antara mereka.


"kamu sangat sangat pantas Mom".


"aku selalu minder jika dekat dengan wanita lain, aku tidak percaya diri untuk menjadi istri seorang Alden Mahendra Siregar".


.


.


.


LIKE , KOMEN , AND VOTE GAESSS SEBANYAK-BANYAKNYA 💋💋💋

__ADS_1


__ADS_2