
"Dad" ucap Rosella sambil mengusap bibirnya yang basah akibat ulah Alden, ia sungguh malu bukan kepalang.
"kenapa pipimu merah" tanya Alden mengangkat dagu Rosella.
karena ulahmu lah, siapa lagi memang nya. .
Rosella mendengus kesal lalu memalingkan wajahnya kesal.
"manis" satu kata dari Alden yang menggambarkan apa yang tadi ia perbuat pada Rosella.
"ya iyalah kan abis makan es krim" ucap Rosella memandang kesal Alden.
"saya suka bibir kamu Ros" ucapnya terang-terangan.
Rosella seketika melipat bibirnya "kebiasaan deh main cium-cium aja" ucapnya mengalihkan pandangannya ke sembarang arah. Karena memang Alden telah mencuri ciumannya beberapa kali.
"tadi kamu nggak nolak" ucap Alden santai.
"gimana mau nolak--"
"orang enak" ucap Alden tanpa memandang Rosella.
sejak kapan manusia batu ini berubah menjadi mesum begini. .
"Daddy!, aku akan marah padamu jika kamu terus membicarakan hal ini. . . aku nggak mau denger" ucap Rosella menutup kedua telinganya.
Alden tersenyum melihat tingkah laku Rosella yang menggemaskan itu, Rosella sendiri mematung melihat pesona Alden yang sedang tersenyum. . .lesung pipi diwajahnya sungguh membuat nya lebih tampan berkali-kali lipat.
"jangan tersenyum seperti itu" ucap Rosella ketus.
"kenapa?"
"ya jangan saja".
"aneh".
"Mommy Daddy ayo pulang" ucap Axel yang baru saja datang.
"sudah selesai?" tanya Rosella kemudian berjongkok mengusap rambut Axel.
"sudah Mommy" jawab Axel memeluk leher Rosella.
"capek ya" tanya Rosella membalas rengkuhannya.
Axel mengerucutkan bibirnya dengan lucu sembari mengangguk.
"yaudah ayo pulang, Mommy gendong biar nggak capek" ucap Rosella sambil mengangkat tubuh mungil itu.
"horreeeee" seru Axel bersemangat.
"Mommy mu akan capek jika kamu minta gendong terus" ucap Alden mengusap rambut putranya.
"tidak Dad" jawab Rosella.
__ADS_1
"Ayo kita cari makan dulu, baru pulang"
"Yeay asik" seru Axel.
.
.
.
Tujuan mereka adalah rumah makan lesehan , rumah makan yang berbahan dasar kayu itu sangat sejuk karena memang dikelilingi oleh sawah.
"tempat nya bagus" ucap Alden yang sedang duduk dan menatap sekitar. Sebenarnya Rosella yang merekomendasikan tempat ini.
"dulu aku sering kesini" ucap Rosella yang sedang memangku Axel.
"cocok untuk keluarga tempatnya" lagi-lagi Alden menatap sekeliling yang dipenuhi dengan keluarga yang bersendau gurau bersama.
"Mommy-mommy Axel ngantuk" ucap Axel bersandar manja pada Rosella, setelah menghabiskan waktu es buahnya anak itu merasa mengantuk.
"yaudah bobok aja di pangkuan mommy" ucap Rosella membenarkan posisi Axel.
"pangku Daddy saja sini" ucap Alden.
"nggak usah Dad , dia udah ngantuk banget kayanya" Rosella menatap mata sayu Axel.
Beberapa saat kemudian pelayan datang membawa makanan yang mereka pesan.
Rosella terlihat kesusahan makan dengan satu tangan, karena tangan satunya ia buat untuk merengkuh Axel yang sudah terlelap.
"nggak usah Dad , masih bisa kok".
Alden mengambil piring Rosella begitu saja, lalu menyuapi nya perlahan.
"makasih" ucap Rosella karena Alden mau repot-repot menyuapinya.
"iya"
"kamu nggak makan?" tanya Rose.
"ini makan" ucapnya sambil menyuapi dirinya sendiri. mereka makan satu piring berdua.
"Dad" ucap Rosella menatap Alden dengan serius.
"apa Mom?" ucap Alden lalu meneguk minumannya, ia telah menandaskan semua makanan nya.
"jangan berbicara formal kepada ku, kamu selalu menggunakan kata saya. . . itu yang akan menjadi jarak untuk kita" ucap Rose, yang sudah memikirkan hal ini di jauh hari.
Alden mengangguk sembari mengusap rambut Rosella "saya ehm. . . aku akan mencobanya, aku tidak ingin ada penghalang lagi untuk kita. . . aku benarkah ingin menjalani rumah tangga ini secara normal Ros".
"aku juga Dad, ehmmm. . . mulai sekarang aku berjanji akan menerima setiap sentuhan mu" ucap Rosella menundukkan wajahnya.
"sungguh?" tanya Alden yang masih tercengang.
__ADS_1
"iya aku akan berusaha Dad, tapi belum untuk melakukan hal itu" ucapnya menahan malu.
Alden mengangguk "iya sa. . aku paham Ros, yang penting kamu mau menerima sentuh dariku".
Rosella sudah mempertimbangkan hal ini sebelumnya, ia selalu menolak jika Alden mendekati nya . . . namun ia sadar jika ia terus begini tidak akan ada kemajuan untuk rumah tangga nya.
.
.
.
*Baby, take my hand
I want you to be my husband
'Cause you're my Iron Man
And I love you 3000
Baby, take a chance
'Cause I want this to be something
Straight out of a Hollywood movie
(By Stephanie Poetri*)
Sepanjang perjalanan pulang Alden terus menggenggam tangan Rosella sembari mengemudikan mobilnya.
Mereka tampak tersenyum malu-malu , apalagi lagu cinta yang memenuhi mobil ini seolah mewakili isi hatinya.
"sampai kapan kamu akan menggenggam tanganku" ucap Rosella menatap Alden, Axel masih terlelap di pangkuan Rosella.
"kamu tidak dapat menarik kata-kata mu, kamu sudah mengijinkan aku untuk menyentuh mu" ucap Alden yang masih mengemudi dengan santai.
"tapi kamu tidak melepaskan nya sedari tadi" ucap Rosella dengan lirih , karena semenjak keluar dari restoran Alden memang tidak melepaskan tautan jari-jarinya.
"aku hanya sedang menikmatinya" ucapnya lalu mengecup punggung tangan Rosella.
"jangan seperti itu" ucap Rosella tersipu.
"itu sudah hak ku, dan aku tidak menerima bantahan apapun" ucap Alden yang terus melengkung kan bibirnya meskipun secara samar tidak terlihat dengan jelas oleh Rosella.
"baiklah, aku adalah hak mu sepenuhnya Dad".
"tunggulah sebentar lagi, aku yakin kita bisa menjalani rumah tangga yang normal".
Rosella mengangguk kecil "semoga saja".
.
.
__ADS_1
.
Like komen and vote gaesss 💋💋💋💋