Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Wanita kuat


__ADS_3

Alden lemas seketika saat Axel masuk begitu saja ke dalam kamar nya, menganggu acara pendekatan ia dengan Rosella.


Axel mendekap erat tubuh Rosella "Mommy nggak papa?" tanya anak kecil itu.


"gapapa boy, don't worry" jawab Rosella mencium kening Axel.


Axel menatap tajam pada Daddy nya. . . sedangkan Alden mengerutkan keningnya menerima tatapan tidak suka dari putranya.


"Daddy jangan menyakiti Mommy ku" ucap bibir mungil itu yang membuat Rosella terus tertawa.


"Mommy baik-baik saja boy" ucap Rosella mencubit gemas pipi bulat itu.


"pokoknya kalo sampai Mommy pergi lagi itu semua salah Daddy"" ancam nya.


"Axel, justru tadi itu Daddy memeluk Mommy mu biar Mommy mu tidak bisa jauh-jauh dari Daddy. . . katanya kamu pengen adek bayi-"


"stop dad!" sentak Rosella saat Alden ingin mengutarakan hal yang lebih dari itu.


"aaaaaa. . . .Axel mau adek bayi huaaaa" Axel menangis mengingat kembali bahwa ia ingin adik bayi mungil yang lucu seperti temannya tempo hari.


"cup. . cup. . boy kalo kamu masih nangis gini gimana kamu bisa jagain adik bayi" ucap Rosella menenangkan.


"pokoknya mau adik bayi!" ucap Axel merajuk.


"iya-iya , nanti Daddy kasih" ucap Alden enteng


"dad!" sentak Rosella lagi


"dia tidak akan diam jika kamu tidak berkata iya" ucap Alden begitu saja serius karena memang. selama ini apapun permintaan putranya pasti ia kabulkan.


"ini semua karena kamu terlalu memanjakan nya" omel Rosella

__ADS_1


"jelas!, dia anakku" ucap Alden tanpa sadar, yang membuat hati Rosella terkoyak oleh perkataan yang begitu menyakitkan. karena meskipun Axel bukan darah dagingnya ia sudah berjanji pada dirinya sendiri akan menganggap Axel sebagai putra nya sendiri.


Rosella terdiam dan menundukkan pandangannya .


"rose, bukan begitu maksud ku-" ucap Alden merasa bersalah.


Rosella berdiri menatap Axel yang masih terdiam "boy Mommy mau mandi dulu ya" ucapnya lalu pergi tanpa memperdulikan Alden yang berada disana.


Rosella menutup pintu kamar mandi lalu bersandar disana, dadanya terasa sesak saat mengingat kembali perkataan Alden.


demi apapun aku sangat menyayangi Axel seperti anakku sendiri. . .


ia menghapus air matanya yang jatuh tanpa permisi, ia wanita kuat yang tidak akan menumpahkan tangisnya di depan Alden.


Rosella selalu menyembunyikan kesedihannya, mengubur dalam-dalam semua luka yang pernah ia terima tanpa harus menunjukkan nya pada siapapun, termasuk ibunya. . .


mungkin ibunya tidak pernah melihat ia menangis selama ini. . . karena ia selalu menangis sendiri di dalam sunyi. ia tidak mau siapapun tahu tentang luka dalam perjuangannya yang begitu pilu. .


Harus membanting tulang seorang diri tanpa sosok ayah disampingnya, ia menjadi wanita kuat yang berdiri diatas topangan kakinya sendiri. .


ia selalu memastikan ibunya makan dengan baik, meskipun ia harus menahan lapar disiang dan malam. . .


jadi aku tahu betul kenapa ibu menjodohkan ku dengan Alden. . . ia tidak ingin aku hidup dalam kesengsaraan karena kemiskinan. . .


Rosella mengguyur seluruh tubuhnya dengan air yang mengalir pada shower itu. . .


memejamkan matanya, merenungi betapa jauhnya perjalanan hidupnya selama ini.


hanya satu yang ia harapkan sekarang, kebahagiaan dari keluarga yang sempurna dan utuh. .


namun kenapa rasanya seperti tidak dianggap oleh Alden. . .

__ADS_1


Alden masih menunggu Rosella di depan pintu kamar mandi, sangat merasa bersalah pada wanita yang berstatus sebagai istrinya itu.


"kenapa?" tanya Rosella saat keluar dari kamar mandi dan sudah berpakaian lengkap.


"mau kemana?" tanya Alden memperhatikan pakaian Rosella.


"bar" jawab Rosella enteng lalu menuju meja rias.


"kamu kerja?" tanya Alden


"Hem" jawaban singkat dari Rosella


"libur saja, saya akan meminta ijin pada bosmu"


Rosella melirik sinis pada Alden "masa kerja ku hanya kurang satu Minggu, biarkan aku menikmati waktu ku".


"baiklah" ucap Alden pasrah.


"oh ya satu lagi" ucap Rosella yang sudah menenteng tasnya.


"apa mom?" tanya Alden


mom?, batin Rosella kaget


"aku akan pulang terlambat, hari ini ada percobaan menu baru. . . aku harus meracik nya dan mencicipi nya". ucap Rosella menegaskan bahwa dirinya akan meminum alkohol, dan akan menginap di apartemen Mimi saja takut kalo sampai mabuk berat.


"tidak boleh!"


.


.

__ADS_1


.


dukungan nya ya gaessss, komentar untuk membangun cerita ini 💋💋💋


__ADS_2