Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
bagaimana cara nya?


__ADS_3

sementara itu Alden yang sedang perjalanan pulang menuju ke rumah , mengerutkan keningnya bingung ia berpapasan dengan motor yang tak asing baginya dan motor itu keluar dari kompleks perumahan nya.


ia melihat dari kaca spion mobil nya.


"loh itukan motor saya, siapa yang bawa. . .?" tanya Alden pada supirnya.


supir itu melihat dari kaca spion namun tidak mengenalinya "nggak tau pak".


sesampainya rumah Alden langsung menghampiri orang tuanya yang sedang duduk di teras.


"mah siapa yang berani bawa motorku , jangan bilang mamah menjualnya". tanya Alden penuh selidik.


"Al Al kamu itu jadi orang berperasangka buruk Mulu" sahut Melinda


"itu motor istri kamu yang bawa" ucap pak Rahmono yang membuat Alden membelalakkan matanya seketika.


"apa?!"


"iya den biarin buat kerja"


"tapi kan mah ada supir kenapa harus naik motor".


ucap Alden emosi.


"kebiasaan deh temperamen banget" gerutu Melinda meninggalkan Alden.


"dia yang mau Al, biarin aja" ucap pak Rahmono yang kembali membaca koran nya.


"aku nggak habis pikir bisa-bisanya dia naik motor gede pah"


"kamu khawatir?" tanya pak Mawardi menyeringai, melihat ekspresi Alden yang tak santai.


"bagaimana pun dia kan istri ku pah, kehormatan nya adalah nama nama baik ku" ucap Alden dengan raut wajahnya yang dingin.


pak Rahmono menggelengkan kepalanya "biasanya kamu itu cuek sama siapapun"


"udahlah pah, aku capek" Alden melangkah menuju rumah nya dan terlihat Axel sedang memainkan ponselnya dan tidur di sofa.


"anak Daddy lagi apa" ucap Alden dengan senyum nya , Axel adalah satu-satunya hal yang bisa membuat nya tersenyum untuk saat ini.

__ADS_1


"mau Vidio call Mommy, tapi nggak diangkat dad" ucapnya kecewa.


"Mommy kan baru berangkat, masih dijalan sayang". tutur Alden ikut duduk disofa.


"tapi Axel kangen ,gimana dong" Axel terus mencebikkan bibirnya karena kesal.


"yaudah nanti coba Daddy yang telepon Axel makan dulu sama mbak ya".


"yes Daddy" ucap Axel lalu digendong oleh pengasuh nya.


.


.


.


Rosella merentangkan kedua tangannya lalu menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, terlalu lama berdiam dirumah membuat sekujur tubuhnya sakit semua dihari pertama nya. ia berjalan menuju parkiran.


"loh kok keparkiran , mau bareng?" tanya Renal sahabat nya.


"nggak usah aku bawa motor sendiri kok" ucap Rosella dengan mata yang sayu karena mengantuk.


"iya" Rosella berjalan menuju motor sport suaminya.


"waw, rose ini motor mahal . . . dapet dari mana nggak maling kan?" tanya Renal berbinar melihat motor itu.


"mulutmu nal!"


Renal menyengir kuda "kan nggak biasanya Ros".


Rosela mulai menaiki motor itu , Renal terkesima melihat Rosella yang begitu menggoda dan keren.


"neng mau Abang halalin nggak" godanya.


"Abang pikir Eneng haram" ucap Rosella disusul dengan senyum manis nya


"pengen banget deh boncengin cewe pakek motor begituan terus cewenya meluk dari belakang" Renal menutup mata membayangkan itu.


srekk. . .

__ADS_1


Rosella menutup kaca helm Renal, "halu terossss" ucapnya kemudian melajukan motornya.


"aduh , dasar!. . eh . .eh kok Abang ditinggal neng".


.


.


.


Alden belum bisa menutup matanya sampai dini hari, entah apa yang ia khawatir kan motor kesayangannya atau istrinya. . . ia menatap kosong pada langit-langit kamar nya.


bagaimana cara mencintai nya. . .


dan bagaimana dia bisa mencintaiku. . .


mengapa semakin hari semakin jauh. .


ceklek. . . lamunan Alden dibuyarkan pada suara pintu yang terbuka dan ia langsung menutup matanya begitu saja pura-pura tertidur.


sedangkan Rosella melangkah berhati-hati agar suaminya tidak terbangun. ia membersihkan diri nya karena tidak mungkin ia tidur dengan badan yang penuh aroma alkohol meskipun tidak meminumnya tapi aroma di bajunya cukup kuat.


setelah ia merasa segar sehabis mandi , Rosella ikut berbaring di samping Alden , ia menggunakan tangannya sebagai tumpuan lalu tubuhnya menghadap ke Alden.


mengapa aku belum jatuh cinta pada nya?. .


tapi bagaimana aku bisa jatuh cinta jika sikapnya sedingin ini, tidak ada perhatian sama sekali.


kalau begini terus akankah rumah tangga ini tetap bertahan ke depannya.


Rosela berkecamuk dengan pikirannya sendiri.


ia berangsur mendekatkan tubuhnya pada Alden lalu memegang dadanya.


"tuh kan belum berdebar" gumamnya


ia lalu menjauh dan membelakangi Alden. Alden mengerjapkan matanya ia tidak tahu maksud Rosella mendekat lalu menjauhkan diri lagi. dan ia memilih hal sama dengan Rosella ia juga membelakangi istrinya dan berkecamuk dengan pikirannya sendiri.


jadi bagaimana caranya untuk jatuh cinta?. . .

__ADS_1


__ADS_2