
Satu pekan sudah Rosella meninggalkan pekerjaannya sebagai Bartender, rasanya memang ada yang janggal. . .
Bekerja di perusahaan penuh dengan keseriusan, tegang tapi untungnya ia menyukai Desain grafis.
Memang berbeda sekali dengan pekerjaan yang sebelumnya.
Tapi rasanya dunianya benar-benar berubah seratus delapan puluh derajat. . . ia sudah terlalu nyaman bekerja di malam hari, itulah kendala nya ia selalu mengantuk sehabis makan siang dan tidak bisa tertidur ketika malam tiba.
Tapi untungnya hari ini adalah akhir pekan, waktu nya ia rebahan manjah. . . tapi pantas kah begitu saat ia dirumah mertuanya. .
Mengingat hal itu membuatnya buru-buru bangun dari tidurnya, ia merentangkan tangannya badannya pegal-pegal setelah bangun tidur.
Senyum manisnya hilang saat Alden melemparkan sebuah kaos tepat di depan wajahnya.
bolehkah ia mengumpat i Alden saat ini.
"kenapa sih!" ucap Rosella melirik sinis Alden yang sudah berpakaian rapi, tapi apa itu kaos kuning, bertuliskan Daddy, ingin sekali Rosella menertawakan nya.
"cepat mandi lalu memakai nya" ucap Alden menunjuk kaos yang tadi ia lemparkan.
Rosella terbelalak melihat kaos itu juga sama dengan milik Alden ia menenteng kaos itu dan dan mengamatinya ada tulisan Mommy juga.
"ke kenapa harus memakai kaos couple" tanya Rose dengan pipi yang bersemu karena Alden bisa semanis ini.
Alden sedikit mengangkat bibirnya melihat Rose yang tersipu "jangan berpikir macam-macam, itu dari sekolah Axel. . . seragam untuk para orang tua".
"seragam untuk orang tua?" tanya Rosella sambil berpikir.
"hari ini kita akan menemani Axel liburan sekolah" ucap Alden berlalu dari sana , ia menyembunyikan senyum nya dari Rosella.
shitttt.
Memang tidak ada gunanya berpikir positif tentang Alden, aura Alden selalu negatif.
benar ia harus selalu negatif thinking saja pada Alden.
Kenapa ia tidak berpikir jauh, manusia batu itu tidak kan tidak mungkin akan bersikap romantis.
apalagi baju couple. .
Mengingat ingat baju couple mengingatkan ia tentang Max, ia mungkin punya lebih dari tiga baju couple bersama laki-laki itu.
Rosella menggelengkan kepalanya kuat-kuat, ia harus membuang jauh semua kenangan nya bersama Max.
.
.
.
Rosella menghampiri Alden yang berada di teras rumah , mungkin sedang menunggu dirinya. . . Axel dan mertuanya juga ada disana.
Melinda tersenyum bahagia saat melihat Rosella, mereka berdua sangat manis dengan baju yang sama seperti itu, sedangkan Axel anak itu memakai seragam olahraga sekolahnya.
"sumpah kalian berdua cocok banget loh" ucap Melinda saat Rosella berdiri disamping Alden.
Mungkin nanti kalo ketemu semua orang tua disana juga akan kelihatan cocok. ., ingin sekali Rosella mengatakan hal seperti itu.
"nanti mamah mau kalian foto bareng pokoknya" ucap Melinda begitu antusias.
__ADS_1
"buat apa mah?" tanya Alden heran.
"pamer lah, ke temen-temen mamah. . .emmm ngomong-ngomong mamah baru nyadar kamu tinggi juga ya Ros" ucap Melinda memperhatikan Rose.
"hehe iya mah" ucap Rosella malu.
Alden sontak memandangi Rosella, memang benar Rosella cukup tinggi untuk ukuran perempuan.
"pasti kalo kalian punya anak nanti kaya tiang listrik" ucap Melinda terkekeh melihat dua manusia yang tercengang itu.
"mamah apaan sih, Axel ayo berangkat" ucap Alden meraih tangan mungil itu.
.
.
.
Taman hiburan ini nampak begitu ramai dan riuh suara anak-anak. karena memang hari ini adalah akhir pekan, banyak anak-anak bermain disana.
Rosella terus membuntuti Alden, ia tidak mau berjalan disampingnya. . . saat ini mereka sedang mengikuti para anak-anak yang berjalan lebih depan karena memang gurunya juga sekaligus memberikan pelajaran.
Para orang tua mengikuti dari belakang. .
"Ros , sini" ucap Alden karena memang Rosella berjalan jauh dibelakangnya.
"kenapa?" tanya polos Rosella.
Alden mengulurkan tangannya , yang membuat dahi rose mengernyit. . . tanpa menunggu Rosella Alden menarik tangan Rosella lalu menggenggam tangan yang lebih mungil itu.
"ke kenapa pakek gandengan tangan segala sih" gerutu Rosella saat melihat sekitar, dan terlihat ibu-ibu tengah memandangi mereka.
Rosella baru saja ingin melayangkan protesnya namun terlihat beberapa ibu-ibu sosialita menghampiri mereka.
"duh mesra nya Mommy sama Daddynya Axel, kayak pengantin baru nih" ucap salah satunya.
Rosella hanya memaksakan senyumnya saat mendengar nya, Sebenarnya memang ia dan Alden adalah pasangan termuda disini.
Bayangkan saja jika Axel yang berusia lima tahun itu adalah anak kandung Rosella, maka hitungannya Rosella melahirkan pada umur delapan belas tahun.
"Mbak Ros, ikutan kita arisan ya" ucap ibu-ibu salah satunya.
"Arisan apa Bu?" tanya Rosella yang memang tidak paham.
"Arisan sebulan sekali mbak Ros, banyak ibu-ibu yang ikutan kok dari kelas anak kita"
"iya mbak Ros, nanti gantian dirumahnya mbak Ros juga kalo mbak Ros mau ikut".
"ikut aja" ucap Alden santai.
"mas Alden memang suami yang pengertian" goda ibu-ibu.
"cuma sepuluh juta kok" sahut ibu-ibu.
apa?. . . sepuluh juta? . . cuma?
"ibu-ibu daftarkan saja nama istri saya" ucap Alden tanpa memperdulikan jawaban Rosella.
Alden menarik tangan Rosella begitu saja untuk melanjutkan berjalan.
__ADS_1
.
.
.
"Dad!" sentak Rosella lalu menghempaskan tangan Alden .
"kenapa?"
"aku nggak mau ikut arisan, buang-buang uang saja".
"sudahlah pakai uang yang aku berikan untuk itu, lagipula kamu belum pernah menggunakannya kan" ucap Alden menatap serius pada Rosella.
"belum" jawab Rosella ketus lalu membuang mukanya.
Lagi-lagi Alden menarik tangan Rosella, ia mengajak Rosella untuk duduk di pinggiran, sambil menunggui Axel.
Axel berlari kecil menghampiri mereka anak itu melebarkan senyumnya menuju orang tuanya.
"udah selesai ya?" tanya Alden.
"belum Dad, Axel masih mau main sebentar sama teman-teman"
Rosella menghapus buliran keringat yang membasahi dahi Axel , pipi nya semerah tomat karena terpapar sinar matahari.
"mau minum nggak boy?" tanya Rosella.
Axel menggelengkan kepalanya "udah dikasih sama Bu guru" Axel menunjukkan sesuatu yang ia sembunyikan di balik tubuhnya "ini untuk Mommy" ucapnya menyerahkan es krim pada Rosella lalu mengecup pipi Rosella dan berlarian menuju teman-temannya.
Rosella tersenyum menerima perlakuan manis dari anak itu, ia melambaikan tangannya pada Axel yang semakin menjauh.
"manis sekali dia" ucap Rosella lirih namun Alden masih bisa mendengar nya.
"aku juga tidak tahu kenapa dia bisa bersikap begitu padamu, padahal dia tidak begitu padaku" ucap Alden yang menatap anaknya.
Rosella yang mulai memakan es krim itu menoleh pada Alden yang terlihat sendu "mau?" tawar Rosella menyodorkan es krim kecil itu.
Namun bukan pada es krim itu mata Alden tertuju, bibir seksi yang menyisakan sedikit es krim di ujungnya.
sungguh menggoda.
Alden meraih buku Axel yang berada digenggaman Rosella untuk menutupi mereka.
"aku mau" ucap Alden meraih tengkuk Rosella dan menghapus sisa es krim itu dengan mulutnya, bahkan ia ******* habis-habisan sampai ke rongga mulut Rosella
CUP. . .
Satu kecupan manis setelah ciuman yang begitu memabukkan. Sungguh Rosella hanya diam bagaikan tersihir oleh sentuhan lembut Alden.
.
.
.
Semakin banyak like komen dan vote nya , semakin cepat up nya . . .
__ADS_1
lopeyuall 💋💋💋