Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Ibu rumah tangga


__ADS_3

Aroma yang begitu harum menyeruak di indera penciuman Alden, ia mendekati dapur untuk melihat siapa yang berada disana..


Istri cantik nya sedang bergulat di dapur dengan beberapa koki keluarga, senyuman manis tersinggung dari bibirnya, senang sekali rasanya jika pagi-pagi begini sudah dimasakkan oleh istri tercinta.


Anaknya yang tampan pun sudah duduk manis dimeja makan "ini boy" Rosella memberikan brokoli rebus dengan ikan tuna itu pada putranya.


Pasti Axel sudah request dibuatkan apa tadi malam.


"terimakasih Mommy" ucap Axel kemudian mengecup pipi Rosella.


"iya sayang".


"Daddy dimasakin apa ini?" tanya Alden sembari merengkuh tubuh Rosella dari belakang.


Rosella menoleh lalu tersenyum "katanya mau sayur bening sama ikan asin, ada bakwan juga" ucap Rosella melepaskan tangan Alden. "bau , jangan peluk-peluk" ucapnya.


Rosella kemudian merapikan dasi Alden yang sedikit kusut "aku suka bau ikan asin " canda Alden.


"udah jangan ngerayu" ucap Rosella kemudian mengambilkan piring untuk Alden.


"mamah udah berangkat lagi?" tanya Alden, karena kemarin Melinda berpamitan untuk menyusul pak Rahmono.


"sudah Dad" ucap Rosella sibuk mengambilkan makanan untuk Alden.


"kamu makan sepiring berdua atau sendiri aja?" tanya Alden yang membuat Rosella malu, para koki dan pelayan tersenyum melihat manusia batu bisa manis seperti itu.


"makan sendiri saja, tapi aku mau nyiapin Axel dulu" ucap Rosella menoleh ke anaknya yang sedang makan dengan belepotan.


"aku bisa sendiri Mommy" ucap bibir mungil itu.


"good boy".


Alden memakan makanan yang dimasak kan Rosella dengan lahap, masakan yang penuh taburan bumbu cinta di dalamnya.


"nanti mau dimasakin apa buat makan siang?". tanya Rosella yang sedang mengunyah.


"hemm apa ya? , terserah Mommy aja".


Rosella mengangguk "tapi aku nggak bisa anterin ya Dad" ucap Rosella yang Alden tahu alasannya.


"iya sayang" jawab Alden yang membuat Rosella tersipu "kamu ngurus Axel aja dirumah, biar dia cepat sehat".


"aku sudah sehat Daddy" sela Axel tak terima.


"biar lebih kuat sayang".

__ADS_1


"yes Daddy" ucap Axel "Mommy,mau nasi lagi" ucap Axel menyerahkan mangkuk nya pada Rosella.


Alden sungguh bahagia, sangat bahagia karena wanita yang berada disampingnya ini merawat dirinya dan Axel dengan baik.


"segini cukup?" tanya Rosella, dan dibalas anggukan oleh Axel.


....


Rosella menggendong Axel, ia mengantarkan Alden untuk berangkat bekerja , terlihat di teras rumah nya Juna sudah menunggu.


"jangan nakal ya sayang" ucap Alden mengecup kening Axel bergantian dengan kening Rosella "Daddy berangkat dulu".


"hati-hati dad" ucap Rosella mencium tangan Alden bergantian dengan Axel.


Alden memeluk dua orang yang disayangi itu dengan erat, andai saja tanggung jawabnya tidak terlalu besar, ia pasti akan memilih untuk bermain bersama mereka hari ini.


"love you Daddy" teriak Rosella melambaikan tangannya, Alden menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena malu akibat ulah Rosella.


Juna hanya menahan senyumnya melihat keluarga Cemara itu.


.


.


.


Sedangkan Alden sudah mengabarkan bahwa ia akan pulang terlambat hari ini dan menyuruhnya untuk tidur terlebih dahulu.


Namun Rosella masih tetap ingin menunggu Alden jadi ia merebahkan tubuhnya di sofa sambil menonton sinetron.


Waktu sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam, Alden baru saja tiba di rumahnya ia hendak berjalan menuju kamar nya namun ia urungkan ketika melihat televisi di ruang tengah menyala.


Bibirnya tersenyum ketika melihat Rosella terlelap disana, ia menyingkirkan anak rambut Rosella lalu mengecup kening nya "Mommy" bisik nya yang membuat Rosella menggeliat.


"kamu udah pulang?" tanya Rosella dengan mata yang samar-samar terbuka.


"sudah, ayo aku gendong ke kamar ya" ucap Alden.


"nggak usah dad" ucap Rosella lalu terbangun.


Ponsel Alden berdering, lalu ia mengangkat nya.


"iya Jun"


"pak Alden, saya sudah berada di depan rumah bapak, untuk mengambil berkas yang kemarin"

__ADS_1


"kamu tunggu disana" ucap Alden lalu mematikan teleponnya.


"siapa?" tanya Rosella.


"Juna , mau ngambil berkas" ucap Alden melepaskan jas nya dan Rosella membantu nya.


"kamu ambilin dulu berkasnya, biar aku suruh masuk , kasihan dia" .


"iya Mom" ucap Alden mengecup bibir Rosella sekilas.


Rosella tersenyum melihat tingkah laku Alden yang tidak bisa jauh-jauh darinya itu, bahkan tadi siang pun ia terus menanyakan apa yang sedang Rosella lakukan?.


Rosella membuka pintu rumahnya, namun mata nya tercengang ketika melihat bukan hanya Juna yang berada disana.


Wanita cantik yang begitu seksi juga sedang bersama Juna.


"masuk pak Juna" ucap Rosella begitu sungkan.


"iya Bu "


Rosella menyuruh Juna dan wanita itu untuk menunggu di ruang tamu, lalu ia membuatkan teh hangat.


"silahkan diminum" ucap Rosella lalu duduk dihadapan mereka.


"ini Vidia Bu, sekretaris pribadi nya pak Alden" ucap Juna menjelaskan "dia sudah tahu kok hubungan ibu dan pak Alden.


Rosella hanya mengangguk lalu tersenyum, dari tatapan nya ia sudah bisa menebak bahwa dalam hati wanita itu mengatakan Rosella tidak pantas menjadi istri Alden dan lebih pantas menjadi pembantu nya.


"ini Jun berkasnya" ucap Alden yang baru saja datang, lalu ia duduk disamping Rosella.


"terimakasih pak".


"iya santai dulu saja, diminum teh nya".


Sialan!


ingin sekali Rosella memaki Vidia, bisa-bisanya ia duduk seperti itu disaat rok nya sangat minim, apakah ia ingin menggoda Alden dengan pemandangan tidak senonoh itu.


Apalagi kemeja dengan belahan dada terbuka seperti kurang bahan itu, mata Rosella beralih menatap Alden yang tampak biasa-biasa saja.


Oh , iya Rosella lupa jika Alden sangat dingin dan cuek terhadap hal apapun. . . Jadi ada untungnya juga ya punya suami manusia batu, hahahaha!.


.


.

__ADS_1


.


LIK KOMEN AND VOTE GAESSS 💋💋💋💋💋


__ADS_2