
aku mencoba mencairkan suasana yang dingin ini,
"pak , sebelumnya saya ingin meminta maaf" jujur aku gugup mengatakannya
"untuk?" jawabnya sambil terus mengemudi tanpa memandang kearahku tentunya..
"sudah membuat Axel memanggil saya mommy dan sudah merepotkan bapak"
"Hem" apa? itu saja , padahal aku sudah gugup-gugup begini
"Rosella" aku tertegun , apa? jadi dia menyebut namaku . . sedikit aneh memang
"jadilah Mommy nya Axel" aku masih sedikit tidak mengerti jadi aku terdiam
"jadilah istriku" aku membelakan mataku , sangat terkejut aku mendengarnya....apa dia melamar ku?
aku menatapnya. . .
"iya aku melamarmu"
kenapa dia tau isi hatiku. . .
aku bingung mau menjawab apa kali ini dia sendiri yang melamarku bukan Tante Melinda
"apa bapak mencintai saya" satu kata-kata yang saat ini terlintas di pikiranku, karena sudah pasti dia tidak mencintaiku.
benar dia diam ,dia tidak bisa menjawab
"saya akan berusaha" huh aku jantungan
"bagaimana bisa ada pernikahan, tanpa adanya cinta dari keduanya"
"Axel, aku mencintai nya dan aku yakin kamu juga"
"itu bukan alasan untuk menikah pak, saya juga punya pacar"
apa kenapa aku masih mengakui b***** itu , kemaren aku belum sempat meminta putus memang
"siapa? laki-laki kemaren"
__ADS_1
"iya" aku menundukkan kepalaku
tapi tiba-tiba kami sudah sampai didepan gang kontrakanku . . . "terimakasih pak"
aku turun dari mobil tapi langkah ku terhenti, aku melihat max didepan sana . aku membalikkan badanku , Alden berdiri tepat di depanku.
"ayo aku antarkan" katanya
"tapi pak"
"cukup membayarnya dengan kata iya"
huh , apa maksud nya . . iya menjadi istrinya?
tapi dia sudah berjalan mendahului ku , dia menyeret tanganku . max tentu saja melotot melihatnya.
"oh jadi kamu kemaren tidur sama om-om ini" kata max
plakkkk...
kali ini aku benar-benar tidak bisa menahan diri
"mas, jangan mau sama cewe bekas saya" kata max
"bukan urusan kamu, jangan ganggu calon istri saya" kata Alden.
lalu dia menyeret ku kedalam rumah.
Author POV
Alden dan Rosella masuk kedalam rumah.
"silahkan duduk pak" kata rose
"iya"
"ehmm mau minum apa?"
"nggak usah , saya cuma mau nunggu dia pergi"
__ADS_1
setelah itu tok tok tok
rose membukakan pintu nya...
"ibuk" rose sedikit kaget melihat ibunya datang lagi padahal baru kemaren ia pulang
"ibunya dateng malah nantangin, Salim kek apa kek" ibunya memasuki rumah
"ups ada mantu ibuk disini" Alden menyalami ibu rose
"Tante, saya ingin melamar Rosella. . .saya minta restu Tante" ucap Alden yang membuat Rosella kembali tercengang
"Tante sudah setuju semua sudah disiapkan sama mamah kamu Minggu depan"
"apa" Rosela kini benar-benar kaget
"kamu itu cukup siap-siap aja"
Rosella bahkan tidak tahu harus berbicara apa, bagaimana bisa dia menikah dengan orang yang cukup dingin ini, sedangkan mantan-mantan nya adalah orang yang hangat.
"Tante ,apa Rosella tak papa bila harus secepat ini" tanya Alden
"lebih cepat lebih baik nak, ibu nggak mau lihat rose banting tulang sendiri menghidupi ibuk" matanya berkaca-kaca
"buk rose nggak pernah terbebani sama itu semua, rose seneng bisa cari uang buat ibu" rose memeluk ibunya.
"tapi nanti kan kalo kamu nikah sama nak Alden kamu nggak harus bekerja sekeras ini Ros"
"kamu nggak perlu bekerja lagi Ros" Alden menyahut
"nggak bisa pak tidak semudah itu meninggalkan pekerjaan saya yang saya cintai , beri saya waktu"
"baiklah kamu boleh perlahan meninggalkan nya, sebulan apakah itu cukup"
"iya saya usahakan pak"
"kamu jangan kaku gitu dong Ros, masa Alden masih muda gini dipanggil pak" bantah ibu rose
"eh i iya mas"
__ADS_1
Alden yang mendengar nya sedikit tercengang ada perasaan bahagia. . .