Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Keluarga kecil


__ADS_3

"Mommy" teriak Axel berlarian lalu berhambur kepelukan Rosella.


Rosella berjongkok lalu mengecup bertubi-tubi pipi bulat itu "jangan lari-larian boy"


Axel melingkarkan tangannya pada leher Rosella "yeay. . yeay. . ketemu Mommy" ucapnya bersemangat.


Sedangkan Vita masih mematung dan mencerna interaksi antara ibu dan anak itu,


"Salim dulu sama tante Vita" ucap Rosella melirik kearah Vita, Axel mencium tangan Vita begitu saja.


Terlihat Melinda yang masih mengatur nafasnya yang memburu karena mengejar Axel.


"Ros, kamu udah pulang?" tanya Melinda karena melihat Rosella di jam yang tidak biasa di mall.


Rosella mencium tangan Melinda "sudah mah, oh iya vit kenalin ini mamah aku" ucap Rosella yang enggan menyebutkan kata mertua.


Vita dengan kikuk juga ikut menyalami Melinda, mata Melinda terkesiap bahwa ada yang berbeda dengan menantunya.


"loh Ros, itu muka kamu kenapa?"


Rosella seolah linglung harus berkata apa "eh, i ini mah, ta . . tadi ada masalah kecil di kantor".


"oh jadi si al--".


"mah" Rosella menyela pembicaraan mamahnya "nanti Ros ceritain dirumah aja".


Melinda mengangguk "aduh Ros mamah lupa , untungnya ada kamu disini. . . mamah lagi ada acara sama teman-teman mamah, Axel biar sama kamu nggak papa kan?".


"iya nggak papa mah" ucap Rosella sambil mengusap rambut Axel.


"mamah tinggal dulu ya, mamah udah ditungguin" ucap Melinda buru-buru pergi dari sana.


"Ros, di dia?" ucap Vita yang tengah menatap Axel.


"kita cari makan dulu saja yuk" ucap Rosella menggenggam tangan mungil anaknya juga menarik lengan Vita yang terlihat masih bingung.


.


.


.


"Ros, kamu udah beneran punya anak?" tanya Vita yang sudah tidak bisa lagi membendung rasa penasarannya.


Rosella tersenyum sembari mengangguk , ia mengusap lembut bibir Axel yang dipenuhi dengan bekas ice cream.


"sebenarnya aku udah nikah Vit, bukan tunangan. . maaf ya aku terpaksa berbohong selama ini. . dan yang tadi itu mamah mertua ku".


" a apa?".


"Mommy, aku mau ice cream lagi" ucap Axel dengan mata yang penuh harap.


"sayang udah, kamu udah abis satu loh".


"tapi Mom-"


"nanti Mommy dimarahin Daddy" ucap Rosella berpura-pura sedih, karena hal itu yang akan membuat Axel menurut.


"baiklah, Axel nggak mau makan ice cream lagi kalo Mommy dimarahin sama Daddy"


"Daddy nya siapa sih Ros?" tanya Vita penasaran.


"Daddy Alden" ucap Axel dengan polosnya.

__ADS_1


"what?, tunggu dulu deh"


Rosella hanya nyengir kuda melihat Vita yang terus berpikir.


"jangan bilang suami kamu itu pa pak Dirut?" ucap Vita kemudian menggelengkan kepalanya "nggak mungkin kan?".


"mungkin memang kamu nggak akan percaya Vit".


"nama kamu siapa anak ganteng" tanya Vita pada Axel, yang sebenarnya memang mirip dengan Alden.


"Axelio Siregar tan"


"ja jadi benar Ros".


"iya vit, hehe. . . aku istri Alden , aku dekat dengan Juna karena itu utusan Alden".


"wow, gila gila gila" Vita masih menatap tidak percaya pada Rosella, memang jika dipikir-pikir pakaian Rosella yang dikenakan selalu branded, juga black card nya tadi.


"tapi jangan ngomong siapa-siapa ya Vit" pinta Rosella.


"haduh aku bingung sekarang harus manggil kamu apa Ros" ucap Vita menepuk-nepuk jidatnya sendiri.


"jangan sungkan nggak akan ada yang berubah kok".


"asalkan nggak dipecat aja sih, sama istri pak bos hahahaha" canda Vita.


"ngaco kamu Vit, bahkan kamu tau sendiri aku juga abis kena sp"


"oh iya ya. . "


Rosella dan Vita terus menemani Axel bermain di mall, bercanda tawa bersama . . . Axel anak itu tampak sangat bahagia karena Rosella memanjakan dirinya. .


Rosella banyak memposting foto-foto lucu Axel untuk story nya, tangan nya memang gemas untuk memamerkan anak tampan nya pada teman-teman nya.


"Mommy kita pulang naik apa?" tanya Axel dengan polosnya, saat ini mereka sedang turun ke lobby mall untuk pulang.


Rosella baru terpikirkan oleh itu, ia membawa motornya Alden tapi tidak mungkin kan ia memboncengkan Axel yang masih kecil ini.


"kita naik taksi aja ya boy"


Axel mengangguk dengan pipi yang memerah karena kelelahan, Rosella tentu saja tidak tega melihat itu.


"mau gendong?" tawar Rosella.


Axel mengangguk "tapi Mommy nggak capek?" tanya nya.


"nggak boy, Mommy mu ini kuat kok".


Rosella menggendong Axel di punggungnya, sedangkan tasnya ia kalung kan pada lehernya, namun ia sama sekali tidak terbebani meskipun seharian telah mengintari mall.


Bisa dibilang daya tahan tubuh nya dan fisiknya lebih dari kuat dari wanita biasanya.


"Ros!" panggil seseorang di seberang sana.


Rosella menghentikan langkah kakinya, lalu menoleh pada sumber suara.


"Daddy!" teriak Axel begitu bersemangat.


Alden terlihat berlari kecil untuk menghampiri mereka "biar Daddy yang gendong" ucap Alden merebut Axel dari Rosella.


"kasian Mommy mu capek" ucap Alden mengusap buliran keringat kecil pada kening Rosella.


Rosella tersenyum "bukannya capek , panas aja dad" ucap Rosella sembari melingkarkan tangannya pada lengan Alden.

__ADS_1


Mereka berjalan beriringan sesekali senyuman terlukis diantara ketiganya, keluarga kecil yang bahagia.


"Dad kamu bawa mobil?" tanya Rosella bergelayut manja pada lengan Alden , dan sesekali mencium pipi anaknya yang berada di gendongan Alden.


"iya"


"kalo gitu aku naik motor aja ya ,Axel biar sama kamu" ucap Rosella.


"jangan!"


Rosella hanya mendengus kesal karena kebiasaan Alden yang lama terulang kembali, berbicara singkat dengan nada tinggi.


"jangan Mom" ucap Alden merasa bersalah "biar pak Kus yang membawanya".


Rosella hanya mengangguk, sebenarnya efek datang bulan membuatnya gampang tersinggung dan emosi pada Alden sedari pagi tadi.


"kalian sudah makan?" tanya Alden.


"sudah Dad" jawab Rosella dan Axel secara bersamaan.


"pintar".


"kenapa kamu bisa tahu kalo kita berada disini Dad?" tanya Rosella.


"tadi aku lihat story kamu mamah juga nyuruh aku buat jemput kalian".


"oh" Rosella tampak menganggap kan kepalanya.


"lain kali kalo mau jalan-jalan hubungi aku Ros".


"tapi kamu kan sibuk Dad".


"buat kalian aku usahain bisa"


"yeay aku mau main-main lagi, nanti ajak Daddy main tembak-tembakan kaya tadi ya mom" celoteh Axel.


"iya boy" jawab Rosella.


Sesampainya di parkiran Alden menyuruh supirnya untuk membawa motornya pulang, ia membantu Axel untuk duduk di bangku belakang.


lalu Rosella masih tampak terdiam belum memasuki mobil.


"ayo masuk mom" ucap Alden mengusap lembut pipi Rosella.


Rosella sebenarnya mematung ketika samar-samar melihat orang yang ia kenal, tapi sepertinya ia hanya salah lihat.


"ayo Dad".


Alden membukakan pintu mobil untuk Rosella "terimakasih Daddy".


"sama-sama" ucap Alden mencuri satu kecupan pada bibir Rosella, setelah melihat Axel sibuk dengan mainannya.


"nakal" gumam Rosella sembari tersenyum.


Tanpa mereka sadari ada sosok yang sedari tadi mengikuti mereka, ia mengepalkan tangannya kuat-kuat ketika melihat adegan manis keluarga kecil mereka, matanya dipenuhi dengan kilatan kebencian karena merasa terkhianati.


.


.


.


LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋💋💋

__ADS_1


__ADS_2