
"Cukup! , Axel masih disini!" tegas Alden.
Rosella memalingkan wajahnya dari Alden, memang batu ya tetap batu. . . baru saja ia menghangat dan berbicara lembut sekarang bagikan kepalan es yang menghantam Rosella.
"sudah" ucap Rosella ketika Alden hendak menyuapkan sesendok makan itu lagi.
Alden mengangguk lalu mengambilkan gelas yang berisikan air putih itu agar di teguk Rosella.
"terimakasih" tutur Rosella, karena ia bukanlah orang yang tak tahu terima kasih. Meskipun saat ini sedang kesal dengan Alden.
"Mom. . . ngantuk" ucap Axel dengan mata yang sudah mulai redup.
"sini" Rosella menyuruh Axel agar naik ke pangkuannya, Axel menyusupkan kepalanya pada dada Rosella yang sangat nyaman.
Tepukan demi tepukan Rosella berikan pada bokong kecil itu sambil sesekali mencium puncak kepala axel.
"tidurlah boy" ucapnya ketika tangan mungil itu memegang pipinya sejenak.
"Mommy jangan sedih lagi ya" ucapnya polos.
Rosella mengangguk dengan rasa harunya..
bagaimana anak kecil ini sangat paham akan perasaan nya saat ini. . .
Alden terus memandangi interaksi antara Axel dan Rosella, inilah yang membuat Alden begitu mempertahankan Rosella. Karena ketulusan hati nya menyayangi Axel seperti anak sendiri.
Setelah Axel terlelap, Rosella hendak memindahkan Axel pada ranjangnya namun secepat kilat Alden membantu nya.
Alden mengecup kening putranya, lalu matanya beralih menatap Rosella.
"kita harus bicara"
"kita bicara di balkon saja" ucap Rosella yang sudah berdiri, karena ia tidak mau menganggu tidur putranya yang sudah terlelap.
Angin yang berhembus, membawa rambut panjang Rosella terombang-ambing kesana-kemari. ia berdiri menikmati segarnya angin malam ini. . .
Sedangkan Alden memilih duduk menyilangkan kakinya lalu menatap Rosella yang berdiri di depannya.
"kenapa kemaren tidak pulang?" tanya Alden langsung pada intinya.
"aku hanya tidak ingin menganggu kalian" balas Rosella tanpa menatap Alden.
"kalian?" kemudian Alden berfikir sejenak, "Neta yang kamu maksud?".
laki-laki tidak peka !!!!
Hati Rosella menjerit jerit, karena manusia batu ini sama sekali tidak peka , dan lebih terlihat seperti manusia bodohh yang terus bertanya.
"siapa lagi" jawab Rosella ketus.
"Astaga Ros , bukankah saya sudah bilang. . . dia sahabat saya. Dan sebenarnya saya ingin kamu lebih dekat dengan dia, siapa tahu dengan begitu kamu lebih mengenal saya".
__ADS_1
Tatapan tajam langsung menghujam kedua mata Alden, Rosella benar ingin menerkamnya hidup-hidup sekarang.
"tidak usah bertele-tele, bilang saja kalau anda lebih dekat dengannya daripada saya".
"memang kenyataannya seperti kan" sahut Alden dengan entengnya.
Rosella mengangguk lalu tersenyum masam "menikahlah dengannya jika anda merasa lebih dekat dengan dia". ucap Rosella yang hendak beranjak namun dengan cepat Alden menahan lengannya.
"Rosella Raharjeng !!!" suara Alden begitu menggelegar disana.
"katakan apa mau mu! , jangan seperti anak kecil yang terus lari dari masalah ! " sentak Alden.
Rosella melepaskan tangan Alden lalu menatap nya , bahkan ia sengaja mendongakkan kepalanya tinggi-tinggi untuk menantang Alden.
"katakan lah saya memang anak kecil, bapak tidak sadar menikahi gadis yang masih dibawah umur ini". tantang Rosella.
"Ros!" sentak Alden yang mulai geram.
"bapak mau tanya mau saya apa , hah !!. sepertinya kita memang tidak bisa menjadi satu, ataupun dekat satu sama lain. menikahlah dengan Neta Hans penyanyi terkenal itu!" sentak Rosella, ia baru mengetahui siapa Neta dari Mimi. Karena ia sendiri pun jarang melihat TV, jadi benar-benar tidak tahu siapa Neta.
"saya tidak mau!" tegas Alden.
Rosella berdecak "dia cantik ,seksi , pintar , dan kaya. . . tidak ada laki-laki normal yang bisa menolaknya" ucap Rosella dengan tatapan mengejek.
"saya tidak tertarik !"
"tidak tertarik kok nginep dirumah, pas rumah lagi sepi lagi" ucap Rosella yang tetap mempertahankan senyum mengejeknya.
"silahkan membela diri anda sepuas nya ! "
Rosella melepaskan tangan Alden dengan kasar, lalu benar-benar meninggalkan Alden.
.
.
.
Rosella mengambil jaket dan ransel kecilnya, ia sempatkan untuk mencium puncak kepala anaknya sebelum melangkah pergi. . .
"mau kemana Ros?" tanya Melinda yang berpapasan dengan Rosella.
Rosella mencium tangan mertuanya, lalu menatap nya sejenak. "Ros kangen ibuk, mah."
"kamu mau kerumah ibu kamu?. . . sendirian?" tanya Melinda.
"iya mah, sebentar saja. . . abis ini kan Rosella mau kerja dikantornya papah. sebelum Rosella benar-benar sibuk Rosella ingin mengunjungi ibuk sebentar". ucap Rosella meyakinkan.
karena ia benar-benar jengkel dengan manusia batu yang terus membela dirinya sendiri itu. . .
"iya deh, nggak mau sama Alden aja" ucap Melinda yang masih khawatir.
__ADS_1
"nggak mah, mas Alden lagi capek. . . Ros mau sendiri aja".
"baiklah, tunggu biar diantar sama Pak Kus ya".
"nggak usah mah, Rosella mau pesen ojek online saja".
Melinda menggelengkan kepalanya, kemudian menggandeng Rosella untuk menemui Pak Kus ,agar Rosella diantar. Rosella adalah menantu dari keluarga Siregar. . . mana mungkin Melinda membiarkan nya naik ojek online, sedangkan banyak mobil nganggur yang terpajang di garasi.
.
.
.
Setelah perjalanan yang cukup lama dan jalan yang sedikit bergelombang akhirnya Rosella sampai juga di kampung halaman nya.
ia menatap rumah tua yang begitu luas, namun begitu antik di mata Rosella, karena kayu-kayu yang cukup besar dan kokoh itu menjadi tiang-tiang besar disana.
Rumah penuh kenangan, semasa ia masih kecil sampai ia tumbuh sebesar ini. . . suka dan duka ia lewati disana.
"ayo pak mampir dulu" ucap Rosella pada supirnya.
"nggak usah non , bapak mau nginep dirumah temen. . . kebetulan dekat sini".
"oh yasudah pak, hati-hati ya. . ."
Rosella membuka pintu pagar rumah yang terbuat dari kayu itu dengan hati-hati. takut berdecit karena ini sudah memasuki tengah malam.
Saat ia memasuki rumahnya, terlihat ibunya sedang menonton televisi.
"ibuk belum tidur?" tanya Rosella kemudian menghampiri nya.
"orang kamu daritadi nggak nyampe-nyampe , buat ibu khawatir".
"ibu tau darimana kalo Ros mau pulang?"
"suami kamu".
"hah, Alden?" ucap Rosella seolah tercengang.
"Alden!. . Alden!. . dia tuh suami kamu yang sopan dikit" sentak ibunya yang sudah memulai peperangan.
"iya-iya mas Alden maksud nya". ucap Rosella malas.
"dia bilang besok mau nyusul kesini sama cucu ibu" ucap ibunya begitu senang.
dan Rosella masih terdiam mendengar nya. . .
*untuk apa dia kesini. . .
**LIKE LIKE KOMEN YAAAA. . . 💋💋💋💋💋***
__ADS_1