Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Jangan membela ku


__ADS_3

Alden terus membuntuti Rosella menuju kamarnya, Rosella hanya terdiam sehabis ia menyebutkan kata Neta.


"Mommy" panggil Alden pada Rosella yang tengah sibuk dengan ponselnya, mereka berada di balkon kamarnya sekarang.


"apa Dad?"


"kamu marah?" ucap Alden mengusap lembut pipi Rosella.


"enggak Dad, mood ku lagi jelek aja aku takut emosi kalau lagi dapet kayak gini. . . mendingan aku tidur di kamar Axel aja ya" ucap Rosella.


Alden menggelengkan kepalanya kuat-kuat lalu menaruh dagunya pada pundak Rosella "aku nggak bisa tidur tanpa kamu" ucapnya dengan manja.


"malem ini aja".


"no Ros"


Lagi-lagi ponsel Alden bergetar, namun bukan Neta lagi yang menghubungi nya, melainkan Andre. . .


"Andre" ucapnya pada Rosella agar tidak salah paham.


"angkat aja" ucap Rosella juga penasaran dengan itu.


Alden menggeser tanda hijau di ponselnya. .lalu mengaktifkan mode losepeaker.


"hallo ndre?"


"den , kita ketemu sekarang di bar XX" ucap Andre, yang tak lain adalah bar tempat Rosella bekerja dulunya.


"sekarang?" tanya Alden begitu tak percaya.


"iya , ajak istri mu" jawab Andre yang membuat Alden dan Rosella saling berpandangan.


"ada apa ndre?" tanya Alden lagi.


"ada something yang penting"


"iya udah kita kesana sekarang" Jawab Alden langsung menutup teleponnya.


tut. .


"kemana?" tanya Rosella.


"sepertinya Andre sudah tahu Ros, ayo kita temui dia sekarang".


"apa?"


"aku sudah lama mengenal Andre, dari cara berbicaranya terlihat sekali ia menahan sesuatu. . lebih baik kita temui dia sekarang".


Dengan raut wajah paniknya Rosella hanya mengangguk begitu saja.


...


"kamu tenang saja" ucap Alden mengusap tangan Rosella, saat ini mereka sedang berada di mobil dalam perjalanan ke bar.


Bagaimana ia bisa tenang jika sebentar lagi akan bertemu dengan Andre disana, dan entah apa reaksi Andre nantinya. . .


"Dad apapun yang terjadi nanti jangan membela ku" ucap Rosella begitu serius.


"ke kenapa?" tanya Alden menatap sekilas wajah Rosella lalu kembali fokus mengemudi.

__ADS_1


"aku tidak ingin merusak persahabatan kalian, biar saja dia mengira kalau aku yang menggoda mu".


"tidak bisa seperti itu Ros, aku yang meminta mu untuk menikah dengan ku".


"tapi Dad--"


"sudahlah serahkan semuanya pada ku" ucap Alden.


"baiklah" ucap Rosella pasrah.


.


.


.


Alden dan Rosella mengaitkan tangannya satu sama lain memasuki tempat yang tidak asing lagi bagi mereka.


Remang nya lampu serta alunan musik yang keras seolah membuat rindunya Rosella pada dunia malam membuncah.


Namun kedatangan nya disini bukan lagi untuk meracik bir, melainkan untuk menyelesaikan masalah yang cukup rumit ini.


"Ros!" teriak seorang diseberang sana.


"Renal" ucap Rosella tersenyum melihat temannya yang sedang berdiri di meja Bartender.


Alden mendengus kesal saat Rosella memilih untuk menghampiri Renal terlebih dahulu.


"kangen banget sumpah!" ucap Renal yang hendak mencubit pipi Rosella namun tangan Alden segera menepisnya.


"ngapain sih kesini bawa-bawa bodyguard segala" ucap Renal yang membuat Rosella menahan bibirnya untuk tertawa.


Rosella melambaikan tangannya kearah Renal yang terlihat menggelengkan kepalanya melihat tingkah Alden.


"itu dia" ucap Alden ketika berhasil menemukan sahabat nya, Andre dan Neta sedang duduk bersama disana.


Rosella mengeratkan genggaman pada Alden "kamu takut?" tanya Alden.


lalu Rosella mengangguk "sedikit".


"santai saja"


"Dad ,jangan sampai persahabatan kalian hancur okey. . . salahkan saja aku


"kamu tenang saja, tidak usah memikirkan hal ini terlalu berlebih-lebihan. . . serahkan semuanya pada ku".


Rosella mengangguk lalu mengikuti Alden untuk menghampiri Andre dan Neta.


Andre menyunggingkan senyumnya ketika melihat Alden dan Rosella berani datang ke hadapannya.


"Hay!" sapa Neta pada Rosella.


"H-hai" jawab Rosella tersenyum kikuk.


Alden dan Rosella duduk dihadapan Neta dan Andre , sedangkan Rosella hanya menunduk kepalanya tidak berani menatap Andre.


"Selamat" ucap Andre mengulurkan tangannya pada Alden juga pada Rosella, mereka membalas uluran tangan itu tentunya.


"terimakasih" jawab Alden.

__ADS_1


Andre tiba-tiba berdiri lalu menuju ke panggung mini yang berada di bar "perhatian semuanya!" seketika musik langsung dihentikan dan semuanya menatap kearah Andre.


"apa yang dia lakukan" ucap Neta "dia sepertinya banyak minum hari ini den" lanjutnya menatap Alden.


Alden hanya menggelengkan kepalanya lalu beralih kembali menatap Andre di depan sana.


"Hari ini saya ingin mengucapkan selamat pada sahabat saya yang tiba-tiba sudah menikah tanpa memberitahu saya" ucap setengah sadar.


"dan kalian tahu siapa wanita yang dinikahinya, tentu saja tidak asing bagi kalian. . . mantan Bartender paling cantik di bar ini" ucap Andre tertawa.


"sepertinya aku harus menghentikannya" ucap Alden yang hendak beranjak namun Rosella menahan tangannya.


"biar dia meluapkan semua nya Dad" ucapnya yang membuat Alden kembali duduk.


"Rosella Raharjeng" ucap Andre menunjuk Rosella,. sontak semua mata tertuju padanya. bagaikan sebuah pertunjukan namun Rosella tidak tahu apakah nanti ia akan dipermalukan.


"wanita yang hampir satu tahun ini saya incar, dan akhirnya ditikung sahabat saya sendiri" ucapnya yang membuat Neta menatap tidak percaya pada Alden.


"Ros , katakan apa yang membuatmu menolak ku" ucap Andre, kini Alden benar-benar berdiri.


"tunggu den, aku sudah membayar untuk ini semua kamu tidak akan bisa menghalangi ku".


"duduk saja den!" sentak Neta yang baru mengerti permasalahan ini.


Alden terpaksa duduk kembali karena tampak semua orang ingin mendengar perkataan Andre lebih lanjut.


"Katakan Ros!" sentak Andre "aku tak kalah tampan dari Alden . . . aku juga kaya seperti Alden!, dan yang pasti aku bisa memberikan semuanya untuk mu. . ."


"tapi kenapa?, kenapa kamu memilih duda beranak satu dari pada aku hah?" ucapnya mulai emosi "rayu saja aku, goda aku Ros!. . .kenapa bukan aku hiks"


"apa kurang ku Ros!" sentak Andre yang tak kuasa menitihkan air matanya.


dan semua orang disana menatap penuh kebencian pada Rosella "Dad ijinkan aku berbicara dengannya" ucap Rosella memegang lengan Alden.


"tidak!" ucap Alden tegas.


"sekali ini saja"


"den ijinkan dia, lagipula ini semua salah kalian berdua" ucap Neta menatap tajam pada mereka.


"bagaimana bisa den, kamu mengkhianati Andre sahabat kita. . . dan lebih mementingkan wanita ini"


"ta!" sentak Alden tak terima.


"tidak apa-apa Dad, jangan membelaku, ini semua salah ku, ijinkan aku menyelesaikan semuanya" ucap Rosella lalu berdiri menghampiri Andre yang masih berdiri diatas panggung.


Rosella mengambil alih mikrofon yang dipegang Andre, sedangkan Andre tampak mematung memandangi wajah Rosella


"selamat malam semuanya, saya tahu kalian pasti tidak asing lagi dengan saya. . .


katakanlah memang saya wanita penggoda--"


.


.


.


LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋💋💋

__ADS_1


__ADS_2