
Alden itulah sebutan untukku, aku cukup kaya di negeri ini aku pengusaha jam tangan mewah. aku menjadi CEO sejak usia mudaku meskipun perusahaan ini dibangun atas jerih payah kakek buyutku tapi aku merasa juga ikut andil dalam perusahaan ini,
sudah hampir dua kali perusahaan ini mau gulung tikar, tapi karena kegigihan ku dan otakku yang bekerja diatas rata-rata, aku berhasil menyelamatkan nya.
aku menikah diusia yang masih terbilang muda , itu semua atas permintaan papahku ia ingin segera aku memiliki pewaris untuk keluarga Siregar.
karena aku adalah anak tunggal dan mungkin papahku juga capek harus bekerja bolak-balik ke luar negeri karena ada perusahaan cabang disana, jadi aku menuruti permintaannya...
aku menikah dengan seorang gadis blasteran Indonesia-Belanda , kami dijodohkan tentunya...
labil, itu kata yang tepat untuk gadis itu . ..
ia bilang tidak ingin menikah muda karena ingin mengejar impiannya menjadi pelukis handal.
panggil saja Jessica, kata-kata perempuan itu masih terngiang di kepalaku "aku akan memberikan anak untuk mu tapi setelah itu bayar aku lalu ceraikan aku" lucu bukan
....
"Daddy" panggil anak kecil berusia 5 tahun itu kepadaku...
__ADS_1
iya dia anakku dengan Jessica namanya Axelio Siregar, anak laki-laki ku yang begitu tampan seperti ku wajahnya matanya semua sama sepertiku untungnya tidak ada yang mewarisi ibunya dari tubuhnya , aku bangga kepadanya, diumurnya yang masih kecil ia sangat pandai bahkan aku selalu merasa ia mengerti apa yang aku rasakan tanpa aku katakan.
ia tidak pernah merengek tentang ibunya atau apalah itu yang membuatku sangat terharu sebenarnya . . .
untuk saat ini dialah semangat dalam hidupku.
"Daddy aku ingin membeli mainan helicopters seperti milik temanku" kata bocah cilik itu
aku tersenyum "jangankan helicopters mainan, helicopters sungguhan pun akan Daddy belikan untukmu".
aku selalu memberikan apa yang dia minta selama aku bisa , anggap saja sebagai bentuk kasih sayangku kepadanya..
tak. .tak. . suara high heels
"Alden!!!" itu pasti mamahku yang selalu berteriak memanggiku setiap harinya.
"mamah kan sudah bilang , kamu harus datang ke restoran xx, kamu mempermalukan mamah" ucapnya sinis , ia marah kepada ku tentunya..
"mah , aku sudah berkali-kali bilang aku tidak mau menikah apalagi dijodohkan" protesku terhadap nya..
__ADS_1
mamahku selalu mengatur perjodohan ku dengan wanita-wanita kelas elite , aku sama sekali tidak tertarik semua wanita sama saja , ujung-ujungnya pasti akan meninggalkan ku..
"alden, Axel butuh peran seorang ibu sebelum dia beranjak dewasa" dia selalu memaksa.
"mah , aku sama Axel sudah bahagia begini saja tidak membutuhkan siapapun"
"kamu tahu, psikis Axel akan terganggu dengan omongan teman-temannya saat ia beranjak dewasa, karena disekolah, yang anak-anak ceritakan adalah ibunya" ucapnya sambil menangis ...
aku tahu ia sangat khawatir kepadaku dan Axel, ketika mamahku menangis itulah hal yang paling mengganggu ku di dunia ini..
"baiklah, untuk lain kali aku akan datang, tapi mamah harus memilihkan ku wanita yang tepat" kata ku menenangkannya.
"janji"
"iya janji mah"
mamahku pun langsung merebut Axel dari pangkuanku.
"ayo Axel waktu nya bobo" katanya..
__ADS_1
aku masih tinggal bersama orang tuaku , karena mereka tidak pernah mengijinkan aku dan Axel untuk tinggal berdua.