
Sialan.
Andre bagaikan setan bagi Rosella yang terus muncul dimana-mana, ia sendiri bergidik membayangkan jika Andre mengetahui bahwa ia adalah istri Alden bagaimana?.
"Ros , gimana ganteng kan?" tanya Vita menatap kagum pada Andre yang berdiri gagah disana, ia nampak berbicara dengan Bu Listi.
"biasa aja" ucap Rosella membalik tubuhnya saat Andre hendak menengok kearahnya.
"selera mu tuh yang kaya apa sih" ucap Vita terheran-heran melihat baru ini ada wanita yang tidak tertarik dengan sosok Andre Zolando.
"aku sudah punya tunangan Vit" ucap Rosella mengingatkan.
"hanya sekedar cuci mata saja Ros" ucap Vita tersenyum kecil.
Vita terdiam saat laki-laki itu mendekat kearahnya, Rosella hanya memainkan ponselnya cuek, namun tepukan di pundaknya membuat dirinya menoleh seketika.
ia menelan ludahnya kasar saat Andre menghampiri nya "kamu memang tidak akan pernah bisa melarikan diri dariku Ros" ucap Andre dengan senyuman, Vita seolah terpesona dengan keindahan yang ada di depan matanya saat ini.
"siapa ya?" ucap Rosella pura-pura tidak mengenali Andre.
"kamu tidak pandai berakting" ucap Andre menonyor pelan kening Rosella dengan jari telunjuknya.
Rosella hanya mendengus kesal saat Andre sok akrab dengannya, apalagi semua orang tampak melihat kearahnya.
Rosella pergi meninggalkan Andre yang bahkan masih bisa tersenyum seperti orang gila.
.
.
.
Semua orang nampak sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, begitu pula dengan Rosella, ia hanya mengacuhkan Andre saat Andre terus mendekati dirinya, apalagi menatapnya dengan terang-terangan.
Membuat risih saja. .
Projek iklan kali ini bekerja sama dengan stasiun televisi yang dipimpin oleh Andre, sudah bertahun-tahun memang kedua belah pihak ini menjalin kerjasama, apalagi mereka bersahabat.
"Ros, temani pak Andre untuk melihat tempat disekitar sini sebentar ya" ucap Bu Listi tiba-tiba. Rosella sudah paham ini pasti ulah manusia satu itu.
"ke kenapa harus saya Bu" ucap Rosella yang sangat malas berhubungan dengan Andre.
"kasihani saya Ros" ucap Bu Listi tiba-tiba memegang tangan Rosella. Listi sebenarnya bimbang ia takut dengan Andre namun disisi lain ada manusia yang lebih galak daripada itu, tapi tak apalah. toh. . Alden juga tidak ada disini.
"baiklah" ucap Rosella dengan pasrah. Listi berbinar senang melihat itu.
__ADS_1
"ini pakai baju ini" ucapnya memberikan paper bag pada Rosella.
"apa harus saya berganti baju bu" tanya Rosella saat melihat lipatan kain didalam paper bag itu.
"iya , tidak mungkin kamu mengenakan pakaian formal, karena survei nya ditempat hiburan". ucap Bu Listi.
sial. . .memang Andre sialan!
Rosella dengan terpaksa mengambil paper bag itu dan berganti pakaian, ia tidak mau Bu Listi dalam posisi yang sulit.
Kaos hitam berukuran besar dan celana jeans panjang, cocok sekali dengan selera Rosella, tidak diragukan lagi pasti Andre yang memilihnya.
Dengan malas Rosella menghampiri Andre yang sudah berdiri dan bersandar pada mobilnya.
dan ternyata Andre memang lebih menyebalkan, pakaian yang ia kenakan berwarna senada dengan baju Rosella, kaos hitam juga tapi berbeda corak.
"silahkan masuk nona manis" ucap Andre membukakan pintu mobilnya.
Rosella hanya menatap malas pada manusia satu ini, ia terpaksa memasuki mobil itu.
"mau kencan kemana" ucap Andre menggoda Rosella.
"mimpi saja!" ucap Rosella tangannya meraih pintu mobil namun Andre segera meraih tangan Rosella.
"jangan menyentuh ku" ucap Rosella dengan galak.
"Hem".
"Galak sekali" ucap Andre tersenyum kecil, melihat Rosella seperti ini sangat menggemaskan baginya.
Rosella hanya diam disepanjang perjalanan, ia tidak memperdulikan Andre yang terus mengoceh bahkan sesekali bernyanyi menirukan suara sound di mobilnya.
Mobil Andre berhenti di sebuah parkiran yang nampaknya begitu ramai.
"tempat apa ini" ucap Rosella yang hendak keluar dari mobil namun lagi-lagi Andre menahannya.
"biarkan aku membukanya" ucapnya kemudian berlari keluar dari mobil.
Rosella hanya pasrah karena malas berdebat dengan Andre, pandangannya menyapu tempat ini, terlihat seperti pasar yang menjual berbagai macam makanan dan pakaian juga pernak-pernik.
Lampion-lampion yang berada diatasnya itu seolah menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.
"ayo, berbelanja sepuasmu" ucap Andre berjalan mendahului Rosella, ia tersenyum kecil mengingat Rosella adalah sosok wanita yang unik, jadi ia memilih mengajak nya untuk ketempat seperti ini daripada berbelanja di mall.
Rosella hanya mengikuti Andre yang terus memilih barang-barang antik. Seperti orang bodoh saja , survei apanya kalo begini. . .
__ADS_1
"kita foto dulu" ucap Andre menarik tangan Rosella.
"nggak mau!"
"ini untuk laporan Ros" ucap Andre lagi-lagi yang membuat Rosella menurut.
Andre nampak meminta tolong pada salah satu pedagang disana untuk mengambil fotonya dengan Rosella.
"jangan terlalu jauh" ucap Andre menarik Rosella agar lebih dekat.
Andre tersenyum kecil saat melihat fotonya dengan Rosella, yang sangat sangat keren menurut nya, dengan iseng ia menjadikan foto itu sebagai story di WA nya.
Sedangkan Rosella yang malas menatap pada Andre hanya cuek sambil terus memainkan ponselnya.
.
.
.
Setelah selesai meeting Alden mendaratkan tubuhnya pada sofa yang nyaman, kemudian teringat tadi ponselnya sempat bergetar saat meeting.
Tangan Alden bergerak meraih ponsel yang berada di saku jasnya. perlahan aku ia membuka tombol lock pada ponselnya.
Rosella : Dad, hari ini aku ada kerja lapangan. aku pergi ke puncak untuk survei tempat, kemungkinan nanti akan pulang sedikit petang.
Pesan Rosella membuatnya sedikit khawatir dan cemas, ia lupa jika memang akan ada projek iklan di sana. Namun matanya membulat seketika saat mengingat Andre sudah pulang dan pasti Andre juga berada disana.
Alden mencengkeram ponselnya dengan erat saat melihat foto Andre dengan Rosella. matanya dipenuhi dengan kilatan. ia bangkit dari duduknya kemudian mengambil jaket yang terletak di ruangan pribadinya.
"mau kemana pak?" tanya Juna saat mendapati Andre memakai jaket Hoodie dan berganti dengan sepatu Convers*.
"Mana kunci cadangan motor saya" ucap Alden menengadahkan tangannya, motornya yang sering dipakai oleh Rosella maksud Alden, karena ia menyita nya sementara dan menaruhnya pada garasi perusahaan selama Rosella belum sembuh benar.
"bapak mau kemana" ucap Juna mengulangi perkataannya sembari menyerahkan kunci motor itu.
"ke puncak" ucap Alden pergi meninggalkan Juna dengan terburu-buru, dan raut wajah Juna nampak kebingungan melihat sikap Alden yang aneh.
.
.
.
Rosella dan Andre 😊
__ADS_1
LIKE KOMEN AND VOTE 💋💋💋