
Tujuh tahun usia pernikahan yang terasa begitu cepat ini. Tidak muluk-muluk dihari yang spesial ini, aku mengajak semua keluarga dan juga kerabat dekat kami untuk menginap di suatu Villa.
Bukan villa yang biasa kami tempati di puncak. Tapi villa besar yang terletak pada sebuah pulau kecil, tak berpenghuni. Hanya hutan dan pantai yang mengelilingi villa ini.
Kami menempuh perjalanan dengan jet pribadi milik keluarga ku.
Aku menoleh pada sosok cantik yang masih terlelap diatas ranjang. Keinginan untuk bergabung dan merengkuh tubuh nya begitu kental.
Ya, dan aku segera melakukannya. Mumpung anak-anak juga masih tidur siang.
Kadang aku bertanya-tanya, mengapa tak pernah bosan memandangi wajah cantik ini. Matanya yang lentik, hidungnya yang mancung serta bibir yang sedikit tebal itu selalu terlihat seksi.
Apalagi saat mengomel hahaha.
Aku merengkuh tubuhnya dengan erat, membawanya agar berbantal dadaku.
Dia terlihat begitu nyaman saat bergelung seperti ini.
Semakin menelusupkan kepalanya pada dada ku yang kokoh, aku suka menghirup aroma rambutnya yang selalu memabukkan ini.
Ku remas pinggang nya dengan nakal, dan berhasil membuat ia menggerutu, terus mengerucut lucu dan mengomel.
"Mas aku ngantuk!" cubitan kecil pada perutku terasa panas dilayangkan oleh tangan mungil itu.
"Mumpung anak-anak tidur" bisik ku yang membuatnya malah berbalik dan memunggungi ku.
Tidak sampai situ saja, aku memeluknya begitu erat agar dia bisa merasakan betapa tubuhku menginginkan nya.
"Mas jangan gerak" ucapnya kesal karena ulah ku.
Aku terkadang heran mengapa bisa segila ini saat bersama istri ku.
Tapi kan tak apa, toh juga istri ku sendiri...
"satu kali aja".
"no" bantah nya.
Langkah ku selanjutnya adalah memelas pura-pura menjauhkan diri agar detik selanjutnya ia berbalik.
satu..
dua...
tiga...
Dan benar, aku ingin sekali menertawakan dirinya. Aku sudah paham betul kelemahannya. Dia tidak akan membiarkanku tersiksa.
"janji ya satu kali" ucapnya begitu menggemaskan.
"Kita lihat saja nanti, setelah kita adu kekuatan" ucapku tersenyum kecil dan segera menerkamnya. Dia mulai bisa mengimbangi permainan ku ,yang membuat ku semakin candu dengan hal ini.
__ADS_1
Aku suka desahannya, rintihannya, cengkeramannya, semua yang ada pada dirimu istri ku.
.
.
.
Malam ini kami semua mengadakan pesta barbeque di halaman belakang villa. Rumput-rumput hijau serta hembusan angin menemani kebahagiaan kita semua, malam ini.
"Da... dy" seru sosok mungil yang berjalan sempoyongan menuju kearah ku.
"Kejar Rara kejar Rara" suara Alron yang sering kali menjahili adiknya, mengejar langkah kaki mungil itu.
"Abang jangan gitu dong" ucap ku setelah Era berada dalam rengkuhan ku.
Bibirnya mengerucut, lalu menyipitkan matanya pada Alron "Da .. dy , Aon akal" celotehnya yang tak jelas sama sekali.
"Iya, nanti kalo Abang nakal biar digigit nyamuk ya" Putri kecilku terus memeluk leherku dengan erat.
Alron terkikik mendengarnya "Alron nggak takut sama nyamuk ya Dad" bantah nya yang sok keren.
"Abang mu mana, cepat makan sana" ucap ku penuh perintah. Putra ku yang satu ini mirip diriku sewaktu kecil, kata mamah. Begitu nakal dan keras kepala. Tapi jika dipikir-pikir Mommy nya juga keras kepala, jadi bisa kalian bayangkan kan betapa kerasa kepalanya seorang Alron.
"Nggak mau Dad" tuh kan, dia malah sibuk menjahili Era dengan menggigit gemas kaki adiknya.
"Huaaaaaa...... Da dy , Aon akal" Era malah menangis kencang karena ulah abangnya.
Mendengar suara Mommy nya yang menggelegar Alron segera berlari, menghampiri semua orang yang tengah sibuk dengan bakar membakar.
Aku sampai geleng-geleng kepala dengan tingkah laku putra ku, dulu Axel tidak senakal ini perasaan.
"Mom, Aon akal" Era mengadu dan merentangkan kedua tangannya pada Mommy nya.
"Iya-iya nanti Mommy jewer Abang kamu" celetuk Rosella mengambil Era dari rengkuhan ku.
"Makannya Rara jangan cengeng" ucap Axel mengimbuhi. Tangannya menoel gemas pipi gembul Era.
Ya, Rara adalah panggilan kesayangan untuk putri cantik ku dari semua keluarga. Aku selalu rindu suasana hangat seperti ini ketika sedang bekerja dan membuat ku cepat-cepat ingin pulang.
Tiba-tiba terdengar suara tangisan dari seberang sana. Aruna putri Andre menangis begitu kencang, dan tidak diragukan lagi pasti anakku satu itu membuat ulah lagi.
"Allon nakal ayah!" teriak Aruna yang tengah menangis kencang.
"Bang, sana susul adek mu buat ulah lagi kan dia" ucap istriku yang terlihat kesal.
"Yes, Mommy tapi nanti malam boleh main game ya" ucap Axel dengan tatapan memohon.
"Tanya saja pada Daddy mu" kesal Rosella menoleh padaku.
Axel tersenyum lebar, jika sudah seperti itu artinya Mommy nya mengijinkan.
__ADS_1
........
Malam ini angin berhembus begitu kencang, membuat ku ingin segera bergelung dengan selimut. Namun mengingat istri ku yang biasanya akan menidurkan anaknya satu persatu membuatku tak bersemangat.
Apalagi ini sudah tengah malam.
Ku buka pintu kamar ku dengan pelan. Dahi ku mengernyit ketika melihat bunga mawar merah yang bertaburan dimana-mana.
Detik selanjutnya aku benar-benar terperangah melihat sosok istri ku yang tengah berdiri ambang pintu kamar mandi.
Mataku terfokus pada baju tidur berwarna merah menggoda yang begitu tipis itu.
Sial.
Sepertinya Rosella tidak memakai pakaian dalam, aku sangat terkejut ketika Rosella berjalan mendekat dengan lekuk tubuhnya yang begitu nampak.
Mengalungkan tangannya pada leherku dengan percaya dirinya, baru pertama ini Rosella bersikap se hot dan semenggoda ini.
"Mas" ucap nya dengan pipi yang bersemu.
Segera aku rengkuh pinggangnya agar menempel pada tubuhku.
"Setelah aku pikir-pikir dulu kita tidak ada malam pertama" aku ingin sekali menertawakan tingkah istri ku yang malu-malu kucing begini.
"Dan sekarang tepat di tanggal pernikahan kita, aku ingin melakukan hal yang seharusnya kita lakukan malam itu".
Segera aku bungkam bibir manisnya, aku benar-benar tak kuasa melihat istri ku seperti ini. Bahkan tak mampu menjawab sepatah katapun karena nafas ku yang begitu berat, tubuhku sudah meremang sedari tadi.
Sebelumnya, hal yang tak pernah aku sangka adalah jatuh cinta pada wanita seperti Rosella. Perjodohan yang membuat hidup ku berubah seratus delapan puluh derajat.
Cewek tomboy tak ada anggun-anggunnya begini, tak pernah sedikitpun aku berpikir akan mencintainya segila ini.
Aku belajar segala aspek kehidupan dan berumah tangga bersama wanita yang luar biasa ini. Dia begitu hebat menjadi istri dan ibu dari anak-anakku.
Untuk istriku tercinta, Rosella Raharjeng. Aku mohon tetap disamping ku sampai keriput kulitku, sampai memutih rambutku, dan sampai tubuh ini tak lagi bernyawa.
Tulang rusukku, kamulah separuh nafas ku, kamu pelengkap dalam jiwaku.
Cintaku padamu bahkan tak bisa ku jabarkan hanya melalui kata-kata.
Aku amat sangat mencintaimu belahan jiwa ku ♥️
Salam sayang dari suami sehidup semati mu.
.
.
.
LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋
__ADS_1