
meskipun pernikahan mereka bukan karena cinta tapi debaran-debaran itu dirasakan keduanya,
saat mereka bergandengan dan semua matanya tertuju pada mereka berdua. . . terlihat sangat serasi itulah pikiran semua orang yang ada disana.. yang tak lain keluarga dari kedua mempelai, memang mereka hanya mengundang para keluarga nya saja..
kini mereka berdua telah mengucap janji sebagai suami istri , selanjutnya adalah sesi berciuman para keluarga yang ada disana hanya bersorak
cium. . cium. . cium. .
dengan malu-malu Alden mengecup kening wanita yang sekarang sudah sah menjadi istrinya itu..
setelah pesta yang panjang dan penyambutan tamu undangan yang begitu melelahkan, akhirnya acara selesai malam ini..
para keluarga mereka menginap dikediaman Siregar malam ini. . .
Rosella POV
tak. . .tak. . tak. . tak lain suara high heels ku sendiri yang memenuhi lantai atas ini, aku berjalan mengikuti Alden dibelakang nya..
__ADS_1
ya tentu saja menuju kamarnya karena hari ini aku sudah sah menjadi istrinya, bahkan aku masih tidak percaya pada diriku sendiri yang sudah menjadi istri...
dia membuka pintu kamarnya dan menungguku sampai masuk ,baru ia menutup kembali pintunya.
aku masih tertegun memandangi kamar yang luasnya hampir dua kali lipat dari kontrakanku
tapi sungguh tak berwarna, hanya abu-abu dan putih yang mendominasi kamar ini. . kasurnya saja bisa dibuat main sepak bola sepertinya.. batinku sambil manggut-manggut dasar orang kaya.
"semua pakaian mu sudah berada di dalam ruangan itu" katanya yang membuyarkan semua lamunanku
tapi sepertinya tasku masih dilantai bawah tadi, ya aku hanya membawa tas ransel kecilku karena berjaga-jaga bila Alden sewaktu waktu akan mengusirku dari sini.. pikiran yang aneh padahal baru saja menikah tapi malah berfikir untuk bercerai. . . kuakui aku meragukan Alden memang.
aku sedikit tercengang disini dikelilingi dengan lemari kaca yang begitu besar.. ada setelan jas, kemeja,hingga pakaian santai yang memang terlihat karena lemari kaca ini tentu tembus pandang, jam tangan sepatu semua berjejeran disini , apa Alden membuka toko pakaian disini . . haha itu yang terlintas dalam pikiran ku.
aku berbalik dan menatap ragu apa? pakaian wanita, terlihat gaun-gaun dan setelan yang seperti nya cukup mahal yang dipajang disini, juga tas dan high heels. . aku benar-benar bingung ini semua milik siapa ini kan kamarnya Alden, atau jangan-jangan milik mantan istrinya dulu.
dengan ragu aku melangkah kaki keluar dari ruangan itu aku menatap Alden yang sedang menyandarkan kepalanya di sofa itu..
__ADS_1
"mas" panggilku , kemudian ia menoleh
"sepertinya pakaianku masih dibawah"
"itu semua milikmu sekarang, mamah yang membelinya untuk mu"
"oh" aku membalikkan badanku dan kembali memasuki ruangan itu, jelas Tante Melinda yang mempersiapkan ini semua tidak mungkin Alden, gerutu ku kesal, tapi apakah tidak berlebihan..
aku menyusuri lemari kaca ini dan mencari pakaian tidur yang pantas, tapi sepertinya tidak ada yang pantas ada apa dengan lingerie2 ini ..
asshhh ini pasti rencana Tante Melinda,
aku tersenyum puas saat menemukan baju tidur yang normal pada umumnya, yah meskipun hanya dua stell.
aku memasuki kamar mandi yang tak kalah besar dari ruangan tadi, semuanya serba mengkilap, astaga betapa miskinnya aku. ..
setelah satu jam aku selesai mandi, yah akibat bersusah payah membuka gaun ini sendiri..
__ADS_1
Alden yang sedari tadi duduk disofa berdiri dan melangkahkan kakinya ke kamar mandi, sepertinya dia menunggu ku tadi... sungkan sekali rasanya.