
Jalanan sepi penuh bebatuan. Alden terus mengikuti Rosella dari belakang, dan nampaknya ia telah melewati jalan perhutanan ini sekitar lima belas menitan tadi.
Alden sungguh tak habis pikir, bagaimana bisa Rosella memilih tempat yang begitu terpencil ini. Betapa jauh dan susahnya tempat ini dari kota.
Namun tiba-tiba ojek tersebut berhenti, sepertinya tidak akan ada yang mau ojek online berjalan lebih jauh lagi karena jalannya sangat jelek.
Rosella turun dari motor dan menghampiri seorang laki-laki yang sepertinya sudah menunggu disana sejak tadi.
Rahang Alden mengeras ketika Rosella terus melemparkan senyum padanya, lalu Rosella berboncengan dengan laki-laki itu.
Alden yang sudah memanas tetap mengikuti Rosella dari belakang, sampai lima belas menit kemudian Rosella berhenti disebuah rumah tua namun terlihat begitu asri.
Laki-laki itu langsung pergi, apakah hanya kenalannya biasa saja, entahlah Alden tak paham.
Alden menunggu dibalik pohon depan rumah Rosella. Setelah beberapa menit Rosella akhirnya keluar dari rumahnya, ia mengendarai motor maticnya. Alden lanjut mengikutinya dari belakang.
Alden terus memantau dari kejauhan.
Sampai Rosella berhenti didepan sekolah TK yang nampaknya sudah waktunya pulang itu, karena terlihat banyak orang tua yang menjemput anaknya. Seorang anak laki-laki datang berhamburan memeluk Rosella.
Siapa dia?
Pikiran Alden berkecamuk saat melihat anak kecil itu "apakah Rosella sudah benar-benar menikah dengan laki-laki tadi" lirih Alden.
Dadanya begitu sesak membayangkan yang tidak-tidak.
Namun itu tidak memberhentikan niatnya untuk mengikuti Rosella, ia terus mengikuti nya lagi, wanita itu sepertinya super sibuk, ke pasar, ke Supermarket bahkan tangannya yang begitu mungil itu ia kenakan untuk menenteng dua kantong plastik besar sekaligus dan satu nya menggenggam tangan kecil itu.
Namun jika dipikir-pikir Alden sangat tidak asing dengan wajah anak kecil itu.
Lalu Rosella kembali kerumahnya, Alden menunggu lama disana, seperti orang bodoh memantau rumah Rosella sembari memakan roti yang sudah ia bawa tadi.
"om siapa?" ucap anak kecil entah sejak kapan keluar dari rumah itu, tahu-tahu sudah ada didepan mata Alden.
"uhuk-uhuk" Alden segera meminum air putih nya karena terkejut akibat anak kecil ini.
"la kamu siapa?".
"lah gimana cih, ini kan lumah Allon" ucapnya yang masih Alden mengerti, Alden tahu anak ini adalah yang semenjak tadi bersama Rosella.
Jantung Alden berdegup ketika melihat lesung pipi yang mirip dengannya itu "umur mu berapa?" ucapnya penuh harap.
Boleh tidak sih, dia berharap bahwa anak ini adalah anaknya dengan Rosella?
"om blewok penculik ya" ucap Alron menatap tajam pada Alden, tangannya sudah berkecak pinggang.
Alden terkekeh melihatnya "hey, ada-ada saja".
"loh om blewok juga punya ini" ucap Alron menunjuk lesung pipinya "kok cama sii" ucapnya kesal.
"kamu tinggal disitu?" tanya Alden menunjuk rumah tua itu.
Alron mengangguk dengan polosnya.
"sama siapa?"
"tuh kan om blewok penculik, kata Mommy kalau orang yang nggak kenal banyak tanya itu penculik" ucapnya yang begitu menggemaskan.
__ADS_1
"oh jadi dia Mommy mu" ada rasa campur aduk ketika Alden mengucapkan kalimat itu.
"lalu ayahmu kemana?".
"kelja" ucap Alron ikut duduk disebelah Alden , tangan mungilnya menggambar sesuatu yang tidak jelas diatas tanah.
Deg!
kerja?
Apakah laki-laki tadi benar-benar ayah dari anak ini? . . . Tidak mungkin!
Sialnya Alden belum melihat jelas wajah laki-laki tadi.
"Allon mau main ah" ucap Alron lalu berdiri.
"main kemana?" tanya Alden.
"kecitu" ucapnya menunjuk sebuah lapangan yang luas, yang masih kelihatan darisana, ada banyak anak kecil bermain disana juga pedagang jajanan anak kecil.
"daaaaa om blewok" ucap Alron melambaikan tangannya, lalu benar-benar melangkahkan kakinya pergi. Berlari kecil sembari meloncat-loncat, anak itu terlihat begitu bahagia.
Alden tersenyum kecil melihat itu.
.
.
.
"ini punya ku!" ucap seorang anak laki-laki merebut bola dari Alron.
"Pulang sana cari bapak mu daripada disini gangguin kita" ucap nya.
"kacian Allon, nggak punya bapak" ucap salah seorang anak lagi yang seumuran dengan Alron.
"Alon punya kok!" teriak Alron lalu yang sudah menangis, bibir mungil itu bahkan bergetar "Daddy Allon kelja" ucapnya.
"siapa yang bilang Alron tidak punya Daddy" ucap Alden tiba-tiba yang sudah berdiri disana.
"om siapa?"
"saya Daddy nya Alron" ucap Alden yang membuat Alron membulatkan matanya seketika.
"ayo, Daddy belikan bola yang banyak untuk mu" ucapnya lalu menggendong tubuh Alron yang sudah tidak besar lagi.
"om blewok" lirih Alron menatap tak percaya pada orang dewasa yang tengah berbohong itu.
"biar om yang urus" bisik Alden.
"ada yang mau beli bola nggak?" tanya Alden pada mereka.
"mau!" jawab anak-anak serentak.
"om beliin satu-satu tapi nggak ada yang boleh berani sama Alron, kalo ada yang berani menganggu Alron bola nya om ambil lagi".
"makasih om" ucap mereka serentak setelah Alden benar-benar membelikan bola untuk mereka semua satu persatu, untung saja penjualnya tidak jauh darisana.
__ADS_1
"Alon punya hadiah buat om" ucap Alron yang menyembunyikan sesuatu pada belakang tubuhnya.
"apa?" ucap Alden tersenyum dengan tingkah Alron yang menggemaskan.
"ini" ucap Alron menyodorkan sebuah permen berbentuk kaki "ini Allon beli pakai uang Alon cendili, Alon cuka makan ini kao lagi cedih".
"kenapa Alron tidak minta beliin Mommy bola" ucap Alden mengusap rambut Alron.
"Mommy galak" jawab nya terkekeh "tapi Alon sayang".
"Eh om, gelimis" ucap Alron mengadahkan tangannya.
"ayo om antar pulang" ucap Alden menuntun tangan kecil itu, dan ia harus meminta penjelasan pada Rosella.
Bibir mungil itu tidak henti-hentinya mengoceh ketika Alden menuntun tangannya, rintikan hujan yang semakin deras membuat Alden segera menggendongnya dan berlari kecil.
"horee" ucap Alron terlihat riang bisa digendong oleh laki-laki yang sudah menjadi pahlawan nya.
"Alon pengen punya Daddy kayak om" celoteh Alron memeluk erat leher Alden.
"om juga berharap kamu adalah anak om" ucap Alden tersenyum kecut, ia takut harapannya akan berujung pahit.
Deg!
benarkan.
Alden menurunkan Alron dari punggungnya, matanya tak berhenti menatap tajam pada dua manusia yang tampaknya sedang berpegangan tangan di depan rumahnya itu.
"Mommy!" teriak Alron menuju Rosella.
"Alron" ucap Rosella seolah tak percaya melihat Alden berdiri dibelakang Alron.
Remuk!
Hati Alden benar-benar hancur lebur tak tersisa ketika melihat Rosella bersama laki-laki tadi, akhirnya lebih baik ia memilih pergi.
Hatinya sakit sekali melihat kenyataan bahwa Rosella sudah memiliki keluarga baru.
"siapa Ros?" tanya Ihsan yang sebenarnya membantu Rosella memasangkan plester pada tangannya yang terluka.
"suamiku" ucap Rosella lalu berlari kecil mengejar langkah panjang Alden.
"mas!" teriak Rosella dari kejauhan, ia tetap mengejar Alden hingga laki-laki itu berhenti.
Rosella memeluk erat-erat tubuh berotot yang tengah membelakanginya, "mas ini tidak seperti yang kamu pikir" ucap Rosella dengan bibir yang bergetar.
"kamu salah paham" ucapnya mendekap tubuh Alden dari belakang, tidak akan membiarkan laki-laki itu pergi.
.
.
.
DRAMA BANGET YA HAHAHA, YA MAAP KALO NGGAK GINI GAK SERU. . .
PENCET JEMPOLNYA YA, TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR DAN VOTE YANG BANYAK YA (HEHEH GAK MAKSA)
__ADS_1
LOPEYUALL 💋💋💋💋