
"Wah, Pak Dhe ada disini juga sama Bu Dhe" ucap Rosella saat memasuki rumahnya dan terlihat begitu ramai.
"Iya Ros, katanya suami mu juga kesini. . . jadi sekalian Pak Dhe mau nyapa".
Rosella mencium tangan kedua paruh baya itu, lalu pandangannya beralih pada Alden yang baru saja memasuki rumahnya.
"Mas Alden ini ada Pak Dhe sama Bu Dhe" ucap Rosella memperkenalkan, lalu Alden melakukan hal yang sama seperti Rosella mencium tangan.
"loh kalian kehujanan" tanya ibu yang baru saja datang dari dapur.
"ke gerimisan Bu" ucap Rosella, memang baju mereka berdua terlihat sedikit basah. karena ditengah-tengah jalan tiba-tiba gerimis datang.
"yaudah mandi dulu" sahut Bu Dhe.
Alden menggandeng tangan Rosella " yasudah kita pamit mandi dulu" ucap Alden begitu sungkan.
"iya mandi sana sama yang lain-lain juga boleh" sahut ibunya.
"buuuuuuk!,"
"hehehehe".
" eh, Axel dimana ?" tanya Rosella saat tidak mendapati sang anak disana.
"oh lagi main sama Reno". Reno adalah anak dari Pak Dhe Rosella yang saat ini masih SMP.
"ayo mas kalo gitu" ucap Rosella mengajak Alden ke kamar nya.
.......
"kamu mandi dulu saja dad". ucap Rosella menyerahkan sebuah handuk pada Alden. ia tak tega karena Alden terlihat menggigil semenjak dijalan.
"kamu dulu saja!"
"kamu aja dad, lihat tuh bibir mu udah mulai pucet".
"aku kuat Ros!"
Rosella mendengus kesal, Alden tipe orang yang sangat menjaga image nya tidak mau terlihat lemah didepan siapapun.
"ayo cepet nggak usah jaim" ucap Rosella mendorong tubuh Alden agar memasuki kamar mandi.
Alden mencekal lengan Rosella "mandi bareng saja" ucapnya enteng, berbeda dengan Rosella yang saat ini pipinya sudah mulai mendidih.
"apaan sih sana" Rosella mendorong tubuh Alden dan segera menutup pintu. lalu Rosella bersandar pada pintu, jantung nya berdetak tak karuan.
Entah apa yang dimaksud Alden, bercanda atau bagaimana ia sama sekali tak paham. karena Alden tidak memiliki ekspresi apapun, jarang tersenyum.
Jadi memang susah menebak kepribadian seorang Alden Mahendra Siregar. . .
.
.
.
__ADS_1
"Ros, saya lupa membawa baju saya" ucap Alden keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk sebatas perutnya saja.
Rosella menelan ludah nya kasar, baru kali ini ia melihat badan suaminya terbuka seperti ini.
sispax. . .
Rosella terang-terangan menatap Alden. namun Alden hanya cuek sambil terus membuka-buka koper nya.
"mandi sana!" ucap Alden setelah berhasil mengenakan kaosnya.
"eh i iya" ucap Rosella terbata dan berlari menuju kamar mandi.
Alden tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, melihat tingkah laku Rosella.
sedangkan Rosella mandi sambil terus melamun kan apa yang baru saja dilihat olehnya. . .
baru kali ini ia melihat badan laki-laki sebagus itu. . .
.
.
.
Rosella sudah keluar dari kamar mandi dengan baju tidurnya, terlihat Alden duduk menatap keluar jendela dan sudah mengenakan sweater tebalnya.
"dingin ya dad" tanya Rosella.
"lumayan".
"Dad!" ucap Rosella membelalakkan matanya tak percaya atas perlakuan Alden.
"Ros!" ucap Alden menatap nya begitu serius.
"apa?" tanya Rosella mengerutkan keningnya.
"apa kamu malu punya suami seorang duda" tanya Alden, Rosella menaikan satu alisnya mencerna kata-kata Alden . kemungkinan Alden masih terpikirkan oleh apa yang dikatakan ibu-ibu tadi.
Setelah itu Rosella malah tersenyum pada Alden "tidak" jawab nya mantap.
"kenapa kamu tersenyum?".
"karena pengen aja" ucap Rosella tersenyum mengejek.
Pandangan Alden terus terpaku pada bibir Rosella yang merah meskipun tanpa lipstik. bibir yang sedikit tebal itu sungguh sangat menggoda entah mengapa ia sangat ingin menyentuhnya dengan lembut. ia memang pernah merasakan kapan hari namun karena dikuasai oleh nafsu semuanya jadi tak berasa.
"Ros".
"apa dad, biarkan aku pergi aku ingin membuat kan mu teh hangat".
"aku ingin mencium mu?, boleh kah?" tanya Alden hati-hati, karena ia takut Rosella masih trauma atas perlakuan kasar yang ia berikan tempo hari.
blussshhh. . .
wajah Rosella sekarang benar-benar merah padam, karena perkataan Alden. kebiasaan Alden yang tidak Rosella sukai ya ini selalu mengungkapkan apa yang ada dipikirannya.
__ADS_1
"aku akan lembut" ucap Alden lagi.
Rosella hanya mengangguk kecil. lagian hanya cium jadi tidak masalah baginya....
Perlahan Alden mendekatkan wajahnya pada Rosella, menatap manik mata yang lentik itu. Rosella memejamkan matanya karena sungguh malu bertatapan sedekat itu dengan Alden.
CUP..
satu kecupan mendarat pada kening Rosella, lalu beralih pada kedua pipi Rosella.
CUP... CUP...
dan yang terakhir Alden menatap dalam-dalam bibir yang merah itu.. sebenarnya sedari dulu ia sangat mendambakan nya.
"Mommy! , Mommy!"
Alden mendengus kesal saat kesempatan sudah ada di depan mata, sedangkan Axel tiba-tiba menggedor pintu kamarnya.
Rosella menahan bibirnya untuk tidak tertawa, setelah merasakan begitu tegang akhirnya ada juga yang menganggu. bibir Alden masih sangat terasa pada kening dan kedua pipinya. membuat sekujur tubuhnya memanas begitu saja.
Alden mengeratkan pelukannya pada Rosella.
"dad, nanti dia nangis" ucap Rosella.
"baiklah". ucap Alden pasrah melepaskan pelukannya pada Rosella.
Dan benar saja, ketika Rosella membuka pintu kamarnya mata Axel sudah berkaca-kaca.
"huaaaaaa. . . . Mommy"
Rosella berjongkok lalu mengusap air mata Axel "ada apa boy?" tanya Rosella.
"hiks kenapa lama sekali". ucapnya mengerucutkan bibirnya yang mungil.
"maaf ya , Mommy baru selesai mandi" Rosella memeluk tubuh Axel.
"hiks hiks hiks kak Reno nakal mom, Axel mau ditinggal pulang sama kakak huaaaaa" tangis Axel semakin pecah.
"ada apa" tanya Alden menghampiri mereka.
"Axel mau main sama kak Reno huaaaaaaaaa".
"iya sayang, nanti Mommy bilang sama kak Reno biar tidur sini aja". Rosella menenangkan Axel sembari ingin menggendong nya.
Namun Alden sudah lebih dulu menggendong Axel, Rosella mengusap-usap punggung Axel yang mengeratkan pelukannya pada leher Alden dan masih terisak.
Rosella sedikit melirik pada Alden yang begitu lembut pada Axel. . .
Syukur lah hubungan nya sudah maju satu langkah. . .
.
.
.
__ADS_1
Tinggalkan jejak 💋💋💋